AL HABIB UMAR BIN HAFIDZ :
============================
SEKARANG DIALAM BARZAKH SAJA, BANYAK SEKALI YANG SEDANG MENJERIT-JERIT MINTA KIAMAT DIPERCEPAT, KARENA MEREKA TIDAK SANGGUP DENGAN SIKSAANNYA...
Guru Mulia Al Habib Umar bin Hafidz berkata :
"Banyak orang yang meninggalkan shalat dan juga shalatnya
bolong-bolong...Tahukah engkau, bahwa satu kali meninggalkan shalat,
Malaikat pasti menyiksa ibu dan bapakmu dialam Barzakh dan jika engkau
tidak melakukan shalat lima waktu, maka Malaikat berkata kepada kedua
orang tuamu, "Inilah kiriman siksaan pedih dari anakmu yang meninggalkan
shalat!"
Lebih tegas lagi Habib Umar bin Hafidz bekata :
"Jangan pernah meninggalkan shalat...Masih banyak jutaan orang didalam
kubur ingin hidup kembali untuk bertaubat, apalagi kelak di
Neraka...Sekarang di alam Barzakh saja, banyak sekali yang sedang
menjerit-jerit minta kiamat dipercepat karena mereka tidak sanggup
dengan siksaannya diakhirat/Alam Barzakh...Peliharalah keluargamu dari
api Neraka".
Selama kita hidup didunia, wajib kita untuk memberi
contoh dan mengajari anak-anak kita untuk shalat...Awal mula yang akan
dihisab kepada seorang hamba dihari kiamat adalah shalatnya, apabila
baik shalatnya maka baiklah seluruh amal ibadahnya yang lain...Begitu
juga sebaliknya...
Allahumma Shalli 'Alaa Sayyidina Muhammad Wa 'Alaa Aali Sayyidina Muhammad.
sumber
Selasa, 17 Januari 2017
Senin, 26 Desember 2016
Amalan Penguat Ingatan
Seorang Ulama,Wali besar, dan Guru para wali2 besar Al-Imam Al-'Allamah Al-Quthb Al-Arifbillah, Salah seorang keturunan Rasulullah saw yang senantiasa mengikuti jejak leluhurnya,Al Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi (Mu'allif Simtud Durrar) telah berkata :
"Surat Al-A'la mengandung rahasia besar dan serba mencakup. Setiap orang yang mengeluh kepadaku tentang kelemahan daya ingat, maka aku akan menganjurkan kepadanya untuk membaca surat ini, dan ketika sampai pada ayat :
"Sanuq-ri-uka falaa tansaa"
"Kami akan membacakan kepadamu (Rasulullah) maka kamu tidak akan lupa" (QS. Al-A'la, 87;6)
"Kami akan membacakan kepadamu (Rasulullah) maka kamu tidak akan lupa" (QS. Al-A'la, 87;6)
Hendaknya ia mengulang ayat itu paling sedikit 7 kali, lalu menyelesaikan surat tersebut"
مـاشــاءاللـــــه لاقـــــوةالابااللــــــــه
(Manaqib Al Imam Al Quthbil Wujud Asy-Syahir Al Habib Ali bin muhammad Al-Habsyi
Habibul Maulid Simtud Durrar)
Habibul Maulid Simtud Durrar)
santri yang tidak berhasil .....
Khalifatus Salaf wal Baqiyatus Khalaf Al Imam Al Quthb Al Habib Abdulqodir bin Ahmad Assegaf...
Beliau pernah berkata:
Belajar ilmu ibarat sedang mengayuh melawan arus, jika tidak bergerak maju, maka akan bergerak mundur."
"Dalam menuntut ilmu dibutuhkan kesabaran, tanpa kesabaran maka anda tidak akan mendapatkan apa-apa, kecuali hanya penyesalan. Banyaknya seorang santri tidak berhasil karena ia lari dari gurunya..."
sumber
Beliau pernah berkata:
Belajar ilmu ibarat sedang mengayuh melawan arus, jika tidak bergerak maju, maka akan bergerak mundur."
"Dalam menuntut ilmu dibutuhkan kesabaran, tanpa kesabaran maka anda tidak akan mendapatkan apa-apa, kecuali hanya penyesalan. Banyaknya seorang santri tidak berhasil karena ia lari dari gurunya..."
sumber
HADIST TTG KEUTAMAAN DZURRIAH
HADIST-HADIST NABI MUHAMMAD S.A.W.
1. Hadist riwayat Imam Ahmad dan Imam Hakim berasal dari Musawar bin Makromah R.A. menyatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
فَاطِمَةُبِضْعَةٌمِنِّيْ يُبْغِضُنِيْ مَايُبْغِضُهَا,وَيُبْسِظُنِيْ مَايُبْسِطُهَا,وًإِنَّ اْلاَسْبَابَ يَنْقَطِعُ يَوْمَ الْقِِيَامَةِغَيْرَنَسَبِيْ وَسَبَبِيْ وَصِهْرِيْ
“Fatimah adalah bagian dariku, siapa yang membuatnya marah akan membuatku marah, dan siapa yang menyenangkan dan melegakannya akan menyenangkan dan melegakanku. Sesungguhnyalah bahwa semua Nasab akan terputus pada Hari Kiamat: kecuali Nasabku dan Sababku”. (Tela’ah Kitab Masnad Imam Ahmad dan Masnad Imam Hakim)
فَاطِمَةُبِضْعَةٌمِنِّيْ يُبْغِضُنِيْ مَايُبْغِضُهَا,وَيُبْسِظُنِيْ مَايُبْسِطُهَا,وًإِنَّ اْلاَسْبَابَ يَنْقَطِعُ يَوْمَ الْقِِيَامَةِغَيْرَنَسَبِيْ وَسَبَبِيْ وَصِهْرِيْ
“Fatimah adalah bagian dariku, siapa yang membuatnya marah akan membuatku marah, dan siapa yang menyenangkan dan melegakannya akan menyenangkan dan melegakanku. Sesungguhnyalah bahwa semua Nasab akan terputus pada Hari Kiamat: kecuali Nasabku dan Sababku”. (Tela’ah Kitab Masnad Imam Ahmad dan Masnad Imam Hakim)
2. Hadist riwayat Al-Imam Ahmad R.A. oleh Assyuyuthiy dalam kitabnya”Al-Jami’il Kabir”bahwa Rasulullah SAW bersabda:
كُلُ إِبْنِِ أُنْثَى يَنْتَمُوْنَ إِلَى عَصَبَتِهِمْ إِلاَّفَاطِمَةُ,فَإِنِيْ أَنَاوَلِيُهُمْ وَأَبَاعَصَبْتُهُمْ وَأبُوْهُمْ.
“Semua anak yang dilahirkan oleh ibunya bernasab kepada ayah mereka, kecuali anak-anak Fatimah akulah wali mereka, akulah nasab mereka dan akulah ayah mereka”.
كُلُ إِبْنِِ أُنْثَى يَنْتَمُوْنَ إِلَى عَصَبَتِهِمْ إِلاَّفَاطِمَةُ,فَإِنِيْ أَنَاوَلِيُهُمْ وَأَبَاعَصَبْتُهُمْ وَأبُوْهُمْ.
“Semua anak yang dilahirkan oleh ibunya bernasab kepada ayah mereka, kecuali anak-anak Fatimah akulah wali mereka, akulah nasab mereka dan akulah ayah mereka”.
3. Hadist riwayat Atturmidziy dan Al-Imam Ahmad dan Al-Imam Hakim berasal dari Zeid bin Arqam R.A. berkata bahwa Rasulullah SAW berkata kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib (Karramallahu Wajhah) dan kepada Fatimah dan pada Al-Hasan dan Al-Husein:
أَنَاحَرْبٌ لِمَنْحَارَبْتُمْ وَسِلْمٌ لِمَنْ سَالَمْتُمْ.
“Aku memerangi siapapun yang memerangi kalian dan aku akan menyelamatkan siapapun yang menyelamatkan kalian”.
أَنَاحَرْبٌ لِمَنْحَارَبْتُمْ وَسِلْمٌ لِمَنْ سَالَمْتُمْ.
“Aku memerangi siapapun yang memerangi kalian dan aku akan menyelamatkan siapapun yang menyelamatkan kalian”.
4. Hadist (Kisa’) berasal dari Muhammad bin Sulaiman Al-Ashbahaniy, dari Yahya bin Ubaid Al-Makkiy, dari Atha bin Abi Rabbah ; MENGATAKAN BAHWA Umar bin Abi Salamah anak tiri Rasulullah SAW berkata sewaktu ayat 33 Surat Al-Ahzab yang artinya: “Sesungguhnya Allah hendak menghilangkan kotoran dari kalian Ahlul-Bait dan hendak mensucikan kalian sesuci-sucinya”. Turun kepada Rasulullah SAW dirumah Ummu Salamah (istri Rasulullah SAW ) Rasulullah SAW kemudian memanggil Al-Hasan, A-l-Husein dan Fatimah lalu ketiganya dimionta duduk didepan beliau, dan memanggil Ali lalu diminta duduk dibelakang beliau, kemudian Rasulullah SAW menyelimuti diri bersama mereka dengan kisa’(semacam kain selimut besar dan tebal) seraya berucap:
اَللهُمَّ هَؤُلآءِ أَهْلُ بَيْتِي فَاَذْهِبْ عَنْهُمُ الرِّجْسَ وَطَهِّرْهُمْ تَطْهِيْرًا.
“Ya Allah ! mereka ahlul-baitku,maka hilangkanlah kotoran mereka dan sucikanlah mereka sesuci-sucinya”. (Tela’ah Kitab Shahih Muslim jus ke 2 )
اَللهُمَّ هَؤُلآءِ أَهْلُ بَيْتِي فَاَذْهِبْ عَنْهُمُ الرِّجْسَ وَطَهِّرْهُمْ تَطْهِيْرًا.
“Ya Allah ! mereka ahlul-baitku,maka hilangkanlah kotoran mereka dan sucikanlah mereka sesuci-sucinya”. (Tela’ah Kitab Shahih Muslim jus ke 2 )
5. Hadist riwayat Muslim berasal dari Yazid bin Hayyan yang mengatakan bahwa Zaid bin Arqam berkata: Rasulullah SAW mengucapkan chutbah: setelah memanjatkan pujisyukur kehadirat Allah SWT dan memberi nasihat-nasihat serta peringatan-peringatan,beliau lalu berkata:
أَمَّابَعْدُ,أَيُّهَاالنَّاسُ,أِنَّمَاأَنَابَشَرٌيُوْشَكُ أَنْ يأْتِيَ رَسُوْلُ رَبِّيْ فَأُجِيْبُهُ,أَنَاتَارِكٌ فِكُمُ الْثَّقَلَيْنِ,أَوَّلُهُمَا:كِتَابُ اللهِ فِيْهِ الْهُدَى وَالْنُّوْرُفَخُذُوْأبِكِتَابِ اللهِ وَاسْتَمْسِكُوْابِهِ. وَاَهْلُ بَيْتِيْ أُذَكِّرُكُمُ اللهُ فِيْ أَهْلِ بَيْتِيْ,أُذَكِّرُكُمُ اللهُ فِيْ اَهْلِ بَيْتِيْ,قَالَهَاثَلاَثًا.
“Amma ba’du, sesungguhnya aku adalah manusia …Hampir tiba ajalku mendatangiku dan akupun akan menerimanya, kutinggalkan pada kalian dua bekal,yang pertama ialah “Kitabullah “ didalamnya terdapat petunjuk dan cahaya terang; ambilah kitabullah itu dan berpeganglah teguh padanya…”
Kemudian beliau melanjutkan :
أَمَّابَعْدُ,أَيُّهَاالنَّاسُ,أِنَّمَاأَنَابَشَرٌيُوْشَكُ أَنْ يأْتِيَ رَسُوْلُ رَبِّيْ فَأُجِيْبُهُ,أَنَاتَارِكٌ فِكُمُ الْثَّقَلَيْنِ,أَوَّلُهُمَا:كِتَابُ اللهِ فِيْهِ الْهُدَى وَالْنُّوْرُفَخُذُوْأبِكِتَابِ اللهِ وَاسْتَمْسِكُوْابِهِ. وَاَهْلُ بَيْتِيْ أُذَكِّرُكُمُ اللهُ فِيْ أَهْلِ بَيْتِيْ,أُذَكِّرُكُمُ اللهُ فِيْ اَهْلِ بَيْتِيْ,قَالَهَاثَلاَثًا.
“Amma ba’du, sesungguhnya aku adalah manusia …Hampir tiba ajalku mendatangiku dan akupun akan menerimanya, kutinggalkan pada kalian dua bekal,yang pertama ialah “Kitabullah “ didalamnya terdapat petunjuk dan cahaya terang; ambilah kitabullah itu dan berpeganglah teguh padanya…”
Kemudian beliau melanjutkan :
“…dan kedua “Ahlul-Baitku” kuingatkan kalian kepada Allah mengenai Ahlul-Baitku”(Beliau mengulanginya 3x).
6. Hadist riwayat Imam Hakim,Buchariy, Muslim dan Imam Ahmad; Rasulullah SAW bersabda:
النُّحوْمُ أَمَانٌ لأَِهْلِ السَّمَاءِ,وَأَهْلُ بَيْتِيْ أَمَانٌ لأُِمَّتِيْ,- وَفِيْ رِوَايَةٍ- أَمَانٌ لأَِهْلِ اْلأَرْضِِ, فَإِذَاهَلَكَ أَهْلُ بَيْتِيْ جَاءَأَهْلُ اْلأَرْضِ مِنَ اْلأَيَاتِ مَاكَانُوْايُوْعَدُونْ.
“Bintang-bintang adalah keselamatan bagi penghuni langit, sedangkan Ahlul-Bait adalah keselamatan bagi penghuni bumi, manakala Ahlul-Baitku lenyap(binasa) maka yang dijanjikan dalam ayat Al-Qur’an akan tiba (yaitu bencana)”.
7. Hadist riwayat Imam Ahmad,Thabraniy dan Al-Hakim berasal dari ibnu Abbas R.A. yang mengatakan bahwwa setelah turun ayat 23 Surat Assy-Syuro’:
قُلْ لآَأَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًاإلاَّالْمَوَدَّةَفِى الْقُرْبَى وَمَنْ يَّقْتَرِفْ حَسَنَةًنَزِدْلَه‘فِيْهَاحُسْنًاإنَّ اللهَ غَفُرٌشَكُوْرٌ
“Katakanlah(hai Muhammad) kepada mereka: Aku tidak meminta upah apapun juga atas seruanku kecuali kasih saying dalam kekeluargaan. Barang siapa berbuat kebajikan baginya Kami tambahkan pada kebajikan itu, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Pembalas Syukur”. Kemudian para sahabat bertanya : Ya Rasulullah siapakah kerabat anda yang wajib kita berkasih sayang kepada mereka? Rasulullah SAW menjawab:
عَلِيٌّ,وَفَاطِمَّةُوَابْنَاهُمَا.
“Ali, Fatimah, dan kedua orang anak mereka”.
8. Hadist bersumber dari Kitab”Al- Kabir” oleh Ibnu At-Thabraniy dan Kitab “Ashawa’igul-Muhrigoh” oleh Ibnu Hajar meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya bahwa bagi Allah ada tiga “Hurumat”(yakni tiga perkara yang tidak boleh dilanggar) barang siapa menjaga baik-baik tiga perkara tersebut niscaya Allah SWT akan menjaga urusan agamanya (achiratnya) dan urusan dunianya.Barang sipa yang tidak menjaga baik-baik tiga perkara tersebut maka tidak ada suatu apa-pun baginya yang medapat perlindungan Allah. Tiga Hurumat itu:
Hurumatul Islam,yakni kewajiban terhadap Islam
Hurumatku,yakni kewajiban terhadap Rasulullah SAW
Hurumat Rahimku,yakni kewajiban terhadap Ahlul-Bait RasulullahSAW
النُّحوْمُ أَمَانٌ لأَِهْلِ السَّمَاءِ,وَأَهْلُ بَيْتِيْ أَمَانٌ لأُِمَّتِيْ,- وَفِيْ رِوَايَةٍ- أَمَانٌ لأَِهْلِ اْلأَرْضِِ, فَإِذَاهَلَكَ أَهْلُ بَيْتِيْ جَاءَأَهْلُ اْلأَرْضِ مِنَ اْلأَيَاتِ مَاكَانُوْايُوْعَدُونْ.
“Bintang-bintang adalah keselamatan bagi penghuni langit, sedangkan Ahlul-Bait adalah keselamatan bagi penghuni bumi, manakala Ahlul-Baitku lenyap(binasa) maka yang dijanjikan dalam ayat Al-Qur’an akan tiba (yaitu bencana)”.
7. Hadist riwayat Imam Ahmad,Thabraniy dan Al-Hakim berasal dari ibnu Abbas R.A. yang mengatakan bahwwa setelah turun ayat 23 Surat Assy-Syuro’:
قُلْ لآَأَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًاإلاَّالْمَوَدَّةَفِى الْقُرْبَى وَمَنْ يَّقْتَرِفْ حَسَنَةًنَزِدْلَه‘فِيْهَاحُسْنًاإنَّ اللهَ غَفُرٌشَكُوْرٌ
“Katakanlah(hai Muhammad) kepada mereka: Aku tidak meminta upah apapun juga atas seruanku kecuali kasih saying dalam kekeluargaan. Barang siapa berbuat kebajikan baginya Kami tambahkan pada kebajikan itu, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Pembalas Syukur”. Kemudian para sahabat bertanya : Ya Rasulullah siapakah kerabat anda yang wajib kita berkasih sayang kepada mereka? Rasulullah SAW menjawab:
عَلِيٌّ,وَفَاطِمَّةُوَابْنَاهُمَا.
“Ali, Fatimah, dan kedua orang anak mereka”.
8. Hadist bersumber dari Kitab”Al- Kabir” oleh Ibnu At-Thabraniy dan Kitab “Ashawa’igul-Muhrigoh” oleh Ibnu Hajar meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya bahwa bagi Allah ada tiga “Hurumat”(yakni tiga perkara yang tidak boleh dilanggar) barang siapa menjaga baik-baik tiga perkara tersebut niscaya Allah SWT akan menjaga urusan agamanya (achiratnya) dan urusan dunianya.Barang sipa yang tidak menjaga baik-baik tiga perkara tersebut maka tidak ada suatu apa-pun baginya yang medapat perlindungan Allah. Tiga Hurumat itu:
Hurumatul Islam,yakni kewajiban terhadap Islam
Hurumatku,yakni kewajiban terhadap Rasulullah SAW
Hurumat Rahimku,yakni kewajiban terhadap Ahlul-Bait RasulullahSAW
Ketika bangun pagi
Baginda Yang Mulia Rasulullah SAW Bersabda:
"Barangsiapa yang bangun di pagi hari dan hanya dunia yang
dipikirkannya, sehingga seolah-
olah ia tidak melihat hak Allah
dalam dirinya maka Allah akan
menanamkan 4 penyakit dalam
dirinya :
1. Kebingungan yang tiada putus-putusnya.
2. Kesibukan yang tidak pernah ada ujungnya.
3. Kebutuhan yang tidak prnah terpenuhi.
4. Keinginan yang tidak akan tercapai.”
(HR.Thabrani)
sumber
"Barangsiapa yang bangun di pagi hari dan hanya dunia yang
dipikirkannya, sehingga seolah-
olah ia tidak melihat hak Allah
dalam dirinya maka Allah akan
menanamkan 4 penyakit dalam
dirinya :
1. Kebingungan yang tiada putus-putusnya.
2. Kesibukan yang tidak pernah ada ujungnya.
3. Kebutuhan yang tidak prnah terpenuhi.
4. Keinginan yang tidak akan tercapai.”
(HR.Thabrani)
sumber
persahabatan dengan orang-orang mulia
Nasehat dan Kalam Al Alim Al Allamah Al Musnid Al Habib ‘Umar bin Muhammad bin Hafidz
Janganlah kalian menyia-nyiakan persahabatan dengan orang-orang mulia, yaitu orang-orang yang memiliki kedudukan tinggi [di sisi Allah], orang-orang yang cahayanya berkilauan. Demi Allah,
memisahkan diri dari mereka merupakan suatu kerugian, bagaimana sifat kerugian tersebut jika pemimpin mereka (Rasulullah) bersabda, “ Celakalah orang yang pada hari kiamat tidak melihatku. ”
memisahkan diri dari mereka merupakan suatu kerugian, bagaimana sifat kerugian tersebut jika pemimpin mereka (Rasulullah) bersabda, “ Celakalah orang yang pada hari kiamat tidak melihatku. ”
Sesungguhnya orang yang tidak melihat kaum sholihin tak akan bisa melihat beliau SAW. Orang yang tidak memandang mereka, tidak akan bisa memandang beliau Shallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Dan orang yang tidak menjalin hubungan dengan mereka tidak akan bisa berhubungan dengan beliau Shallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Karena kaum sholihin adalah bagian dari beliau Shallahu ‘Alaihi Wa Sallam, pewarisnya, para khalifahnya, pemegang sir-nya. Merekalah pemegang sir setelah Nabi Shallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Merekalah pewaris, semulia-mulia pewarisnya.
Kata Salafi, Bumi itu Datar berdsarkan Alquran, Benarkah???
Bumi itu Bulat, Bukan Datar !
Akhir-akhir ini ada segelintir umat Islam yang berpegang kepada teks Al-Qur’an yang tertulis secara zahirnya saja (tekstual), dan mengklaim bahwa bumi ini datar. Lebih dari itu, tidak tanggung-tanggung, mereka malah berani mengkafirkan orang-orang yang berkeyakinan bahwa bumi ini bulat adanya. Kata mereka orang yang tidak percaya bahwa bumi ini datar melawan ayat-ayat Al-Qur’an yang telah menjelaskan dengan nyata bahwa bumi ini datar! Persoalan ini menjadi masalah yang sangat serius, karena menyebabkan terjadinya benturan antara percaya kepada science modern atau percaya kepada Al-Qur’an suci yang agung.
Sebagian orang awam lalu mengambil jalan pintas dengan mengikuti segelintir umat yang berfaham bumi itu datar, karena takut terjatuh ke dalam kemurtadan, alias menjadi kafir. Mereka takut dengan ancaman kelompok ini. Apalagi selama ini, sudah terkenal bahwa kelompok ini sangat rajin dan lantang menyerang orang yang tidak sefaham dengan mereka dengan ancaman kafir, murtad, bid’ah dan lain sebagainya, seraya memakai ayat-ayat Al-Quran segala.
Timbul pertanyaan kemudian, benarkah Al-Qur’an bertentangan dengan ilmu science modern ? Jawabnya tegas, tidak mungkin ada pertentangan antara ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan ilmu science. Jika pun terjadi pertentangan maka itu terjadi karena dua hal saja. Pertama; ilmu sciencenya yang tidak atau belum mampu mendefinisikan secara tepat, atau kedua; ayat Al-Qur’annya yang difahamkan secara keliru, melenceng, alias tidak tepat!
Selama ini ada beberapa ayat yang oleh para PENGANUT FAHAM BUMI DATAR pakai untuk mendukung argumentasi atas faham mereka, antara lain;
DALIL PERTAMA,
firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam Al-Qur’an surat Al-Hijr: 19, Dan Kami (Allah) telah menghamparkan bumi .”. Nah lihatlah, kata mereka, bukankah ayat ini dengan gamblang telah menjelaskan bahwa bumi itu terhampar, dan tidak dikatakan bulat ! Kemudian mereka pun dengan enteng mengkafirkan semua orang yang berseberangan faham dengan mereka.
DALIL KEDUA,
adalah firman Allah pada surat Al-Baqarah: 22, “Dialah (Allah) yang telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan (firasy) bagimu.”
Memang secara tekstual, bunyi ayat-ayat di atas mengatakan bahwa bumi ini terhampar, seumpama firasy, karpet, atau tempat tidur. Namun, apakah sesederhana itu sajakah memahamkan ayat Al-Qur’an.? Apakah memahamkan al-Qur’an yang agung cukup secara tekstual saja, kemudian mengabaikan arti kontekstualnya ? Kalau demikian, yakni Al-Qur’an hanya difahamkan secara tekstual saja, maka pasti akan hilanglah kehebatan dan keagungan Al-Qur’an itu. Padahal ada banyak ayat suci Al-Qur’an dan hadis yang mendudukkan derajat orang-orang berpengetahuan berada beberapa tingkat di atas orang awam. Dalam hal ini, pemahaman kontekstual jelas memerlukan daya nalar yang lebih tinggi dibandingkan sekedar pemahaman tekstual saja. Dengan demikian, pantaslah kiranya jika Allah dalam Al-Qur’an dan Nabi dalam banyak hadis beliau, memuji dan menyatakan bahwa orang yang berilmu pengetahuan, yang memakai akal dan nalar, memiliki derajat yang tinggi jauh berbeda dengan orang awam.
sumber
Langganan:
Postingan (Atom)