HOME | CARI ARTIKEL DI SINI

Tampilkan postingan dengan label Ali Abdurahman Al Habsyi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ali Abdurahman Al Habsyi. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Desember 2016

Amalan Penguat Ingatan

Seorang Ulama,Wali besar, dan Guru para wali2 besar Al-Imam Al-'Allamah Al-Quthb Al-Arifbillah, Salah seorang keturunan Rasulullah saw yang senantiasa mengikuti jejak leluhurnya,Al Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi (Mu'allif Simtud Durrar) telah berkata :
"Surat Al-A'la mengandung rahasia besar dan serba mencakup. Setiap orang yang mengeluh kepadaku tentang kelemahan daya ingat, maka aku akan menganjurkan kepadanya untuk membaca surat ini, dan ketika sampai pada ayat :
"Sanuq-ri-uka falaa tansaa"
"Kami akan membacakan kepadamu (Rasulullah) maka kamu tidak akan lupa" (QS. Al-A'la, 87;6)
Hendaknya ia mengulang ayat itu paling sedikit 7 kali, lalu menyelesaikan surat tersebut"
مـاشــاءاللـــــه لاقـــــوةالابااللــــــــه
(Manaqib Al Imam Al Quthbil Wujud Asy-Syahir Al Habib Ali bin muhammad Al-Habsyi
Habibul Maulid Simtud Durrar)
sumber

santri yang tidak berhasil .....

Khalifatus Salaf wal Baqiyatus Khalaf Al Imam Al Quthb Al Habib Abdulqodir bin Ahmad Assegaf...
Beliau pernah berkata:
Belajar ilmu ibarat sedang mengayuh melawan arus, jika tidak bergerak maju, maka akan bergerak mundur."
"Dalam menuntut ilmu dibutuhkan kesabaran, tanpa kesabaran maka anda tidak akan mendapatkan apa-apa, kecuali hanya penyesalan. Banyaknya seorang santri tidak berhasil karena ia lari dari gurunya..."

sumber

Ketika bangun pagi

Baginda Yang Mulia Rasulullah SAW Bersabda:
"Barangsiapa yang bangun di pagi hari dan hanya dunia yang
dipikirkannya, sehingga seolah-
olah ia tidak melihat hak Allah
dalam dirinya maka Allah akan
menanamkan 4 penyakit dalam
dirinya :
1. Kebingungan yang tiada putus-putusnya.
2. Kesibukan yang tidak pernah ada ujungnya.
3. Kebutuhan yang tidak prnah terpenuhi.
4. Keinginan yang tidak akan tercapai.”
(HR.Thabrani)

sumber

persahabatan dengan orang-orang mulia

Nasehat dan Kalam Al Alim Al Allamah Al Musnid Al Habib ‘Umar bin Muhammad bin Hafidz
Janganlah kalian menyia-nyiakan persahabatan dengan orang-orang mulia, yaitu orang-orang yang memiliki kedudukan tinggi [di sisi Allah], orang-orang yang cahayanya berkilauan. Demi Allah,
memisahkan diri dari mereka merupakan suatu kerugian, bagaimana sifat kerugian tersebut jika pemimpin mereka (Rasulullah) bersabda, “ Celakalah orang yang pada hari kiamat tidak melihatku. ”
Sesungguhnya orang yang tidak melihat kaum sholihin tak akan bisa melihat beliau SAW. Orang yang tidak memandang mereka, tidak akan bisa memandang beliau Shallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Dan orang yang tidak menjalin hubungan dengan mereka tidak akan bisa berhubungan dengan beliau Shallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Karena kaum sholihin adalah bagian dari beliau Shallahu ‘Alaihi Wa Sallam, pewarisnya, para khalifahnya, pemegang sir-nya. Merekalah pemegang sir setelah Nabi Shallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Merekalah pewaris, semulia-mulia pewarisnya.

Doa Imam Ahmad

Doa Imam Ahmad
Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah, pernah berdoa dalam sujudnya,
اللهم من كان من هذه الأمة على غير الحق وهو يظن أنه على الحق فرده إلى الحق ليكون من أهل الحق
Ya Allah, siapapun di kalangan umat ini yang berada di jalan kesesatan, sementara dia mengira di atas kebenaran, maka kembalikanlah dia ke jalan yang benar, agar dia menjadi pengikut kebenaran.
(I’tiqad Imam Ahmad, 307).

sumber

Senin, 19 Desember 2016

Orang yang celaka adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya

Nasehat Al Imam Al Quthb Al Fakhrul Wujud Syech Abubakar bin Salim(Wali Besar Hadramaut Sepanjang Masa)
Beliau berkata:
Orang yang celaka adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya. Sedangkan orang yang bahagia ialah yang mampu melawan hasratnya, pergi meninggalkan kegemerlapan dunia menuju Allah SWT, serta senantiasa mengikuti Sunnah Nabi-Nya di sepanjang waktu.
Waktu-waktumu yang paling beruntung adalah waktu di mana nafsumu sirna di dalamnya. Dan waktu-waktumu yang paling rugi adalah waktu di mana nafsumu ada di dalamnya.
Menjaga Sunnah Nabi Muhammad SAW merupakan sumber keselamatan dunia dan akhirat. Sedangkan meremehkannya adalah sumber kerugian dan malapetaka. Seorang hamba tidak akan mendapatkan keimanan yang hakiki kecuali dengan menjaga Sunnahnya Nabi Muhammad SAW...

sumber

10 kekhususan pada Baginda Yang Mulia Rasulullah Saw

Inilah diantara 10 kekhususan pada Baginda Yang Mulia Rasulullah Saw.
1. Tidak pernah bermimpi jelek (ataupun mimpi basah)
2. Tidak pernah pula menguap
3. Semua binatang tunduk patuh pada Nabi SAW(termasuk binatang buas bahkan menyampaikan salam kepada Baginda SAW)
4. Tidak pernah dihinggapi lalat
5. Nabi Saw. melihat belakang sama seperti melihat depan
6. Tidak berbekas tatkala buang hajat
7. Hatinya tidak pernah tertidur, walau mata terpejam
8. Tak ada bayangan meskipun berjalan di bawah terik matahari karena cahaya matahari kalah dengan Nur Baginda SAW
9. Dua pundak beliau selalu lebih tinggi dari para sahabat (walaupun dengan sahabat yang dikenal tinggi)
10. Sudah terkhitan tatkala dilahirkan ke dunia.

sumber

Rizki berkurang?

*Rezekimu tidak akan berkurang hanya karena sifat tenang dan tidak tergesa-gesa (dalam mencarinya)
* Tidak pula rezekimu itu bertambah dengan ambisi dan keletihan dalam bekerja.”

(Diwan Imam Syafi`i)

FAEDAH MAJELIS IWAD

*FAEDAH MAJELIS IWAD*
==============
فوائد مما قاله سيدي الحبيب عمر بن حفيظ في بيته اليوم العصر
Faedah-faedah dari apa-apa yang disampaikan Sayyidi Al Habib 'Umar bin Hafidz dirumah beliau,hari ini(rabu)asar
انتم في أمان في هذه البلاد وذلك ببركة الصالحين والاخيار فاحمدوا الله على ههذ النعمة
Kamu sekalian dalam keamanan didaerah ini(rumah/tářím)itu karena berkah para shoolihiin
& orang-orang pilihan,maka bersyukurlah kamu sekalian atas nikmat ini
يقول اهل الله ان في مجالس العوادات من المدد الخاص الذي يبرزه الله مما ليس حتى في رمضان
Berkata seorang pilihan ALLAH,sesungguhnya didalam majlis iwad-iwad(berkunjung silaturahmi secara berkelompok dihari raya)terdapat pemberian-pemberian khusus yang ALLOH tampakkan didalam majlis iwad tersebut,yang tidak ada dimajlis-majlis yang lain meskipun didalam majlis Romadhon sekalipun
وقال سيدي الحبيب علي مشهور بن حفيظ ان فيها من المدد ما لايوجد في اي ترتيب ثاني ابدا
Berkata sang Mufti Tarim
Habib 'Ali Masyhur bin Hafidz;sesungguhnya didalam majlis iwad-iwad terdapat pemberian-pemberian yang tidak didapatkan ditertib acara yang lain...selamanya
روي عن سيدنا الامام احمد بن حنبل انه رؤي بعد موته في الجنة فقيل له بما ذاك قال بكلمات استفدتها من سفيان الثوري وهي
"اللهم يارب كل شي بقدرتك على كل شي اغفر لي كل شي ولا تسألني عن شي "
Diriwayatkan dari Al-Imam Ahmad bin Hanbal,sesungguhnya dilihat didalam mimpi setelah wafat beliau,beliau tengah berada disyurga,maka beliau ditanya,dengan sebab apa engkau berada disyurga,beliau menjawab;dengan beberapa kalimat-kalimat dzikir yang aku peroleh
dari Soyfan At-Tsauri,yaitu;Ya ALLAH,wahai Tuhan segala sesuatu,dengan kemampuanMu atas segala sesuatu,ampuni untukku segala sesuatu &
jangan tanyai diriku(engkau minta pertanggungan jawab diriku)dari sesuatu
وقال الحبيب عمر زاد بعضهم واصلح لي كل شي ولا تعذبني على شي
Dan berkata Al Habib 'Umar;menambahi sebagian mereka orang-orang yang sholeh..."dan baik untuk diriku segala sesuatu & janganlah engkau siksa diriku atas sesuatu"...
رزقنا الله حسن الاتباع والانتفاع
Semoga ALLAH memberikan kepada kita sebaik-baik peng-ikut & dapat mengambil manfaat...

sumber

jangan pernah berhenti menatap wajah Al Allamah Al Musnid Al Habib Umar Bin Hafidz

"Ketika suatu hari seorang lelaki datang dan bertanya pada Al Alim Al Habib Ali Zainal Abidin Al Jufri, 'kemana aku harusnya pergi belajar ilmu dan akhlak?'
Habib Ali menjawab:"pergilah ke Dar ul Mustafa!",
Lelaki itu bertanya lagi:"dan setelah mereka mengajariku semua ilmu dan akhlak yang mereka miliki? Apalagi yang bisa aku lakukan??'.
Habib Ali berkata:"teruslah duduk dalam majlis mereka dan jangan pernah berhenti menatap wajah Al Allamah Al Musnid Al Habib Umar Bin Hafidz, hal itu akan meneduhkan jiwamu dan itu sudah lebih dari cukup untukmu"...
اللَّهُمَّ يا اللهُ يا مُتَفَضِّلُ صَلِّ على عَبْدِكَ و حَبِيبِكَ سَيِّدِنا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ المُتَفَضِّل و على آلِهِ و صَحْبِهِ و سَلِّمْ تَسْلِيماً و آتِني مِن لَّدُنْكَ فَضْلاً عَظِيماً و خُذْ بِيَدِي إِلَيْكَ أَخْذَ أَهْلِ الفَضْلِ عَلَيْكَ فَضْلاً و إِحْسَاناً
Yaa Allah,
Duhai Pelimpah Karunia
Limpahkan sholawat dan salam kepada hamba terkasih Mu, Sayyidina Muhammad, Rasulullah, pemberi fadilah (dan syafaat) dan atas keluarga dan sahabatnya..
Berkati kami dengan limpahan Karunia Mu secara langsung dari Mu, Dari rahmat dan kebaikan, Bawa kami untuk bisa mendekati Mu sebagaimana Engkau telah mengangkat orang orang yang mulia dan memiliki manfaat dalam pandangan Mu..

Keberkahan Menyambut Maulid Baginda Yang Mulia Rasulullah SAW

Umat muslim yang mengikuti Salaf yang sholeh melalui apa yang telah disampaikan oleh Imam Mazhab yang empat yang melihat sendiri penerapan, perbuatan serta contoh nyata dari Salaf yang Sholeh dan juga gembira memperingati Maulid Nabi tentu mereka akan mendapatkan barokah yang sangat besar.
Berikut para Hafidh (mereka yang menghafal dan memahami 100.000 hadits ) berpendapat tentang peringatan Maulid Nabi.
Imam Al Hafidh Assakhawiy dalam kitab Sirah Al Halabiyah berkata “tidak dilaksanakan maulid oleh salaf hingga abad ke tiga, tapi dilaksanakan setelahnya, dan tetap melaksanakannya umat Islam di seluruh pelosok dunia dan bersedekah pada malamnya dengan berbagai macam sedekah dan memperhatikan pembacaan maulid, dan berlimpah terhadap mereka keberkahan yang sangat besar”
Imam Al hafidh Abu Syaamah rahimahullah (Guru imam Nawawi) : “Merupakan Bid’ah hasanah yang mulia dizaman kita ini adalah perbuatan yang diperbuat setiap tahunnya di hari kelahiran Rasul shallallahu alaihi wasallam dengan banyak bersedekah, dan kegembiraan, menjamu para fuqara, seraya menjadikan hal itu memuliakan Rasul shallallahu alaihi wasallam dan membangkitkan rasa cinta pada beliau shallallahu alaihi wasallam, dan bersyukur kepada Allah ta’ala dengan kelahiran Nabi shallallahu alaihi wasallam“
Imam Al hafidh Ibn Abidin rahimahullah dalam syarahnya maulid ibn hajar berkata : “ketahuilah salah satu bid’ah hasanah adalah pelaksanaan maulid di bulan kelahiran nabi shallallahu alaihi wasallam”
Imam Al Hafidh Ibnul Jauzi rahimahullah, dengan karangan maulidnya yang terkenal “al aruus” juga beliau berkata tentang pembacaan maulid, “Sesungguhnya membawa keselamatan tahun itu, dan berita gembira dengan tercapai semua maksud dan keinginan bagi siapa yang membacanya serta merayakannya”.
Imam Al Hafidh Al Qasthalaniy rahimahullah dalam kitabnya Al Mawahibulladunniyyah juz 1 hal 148 cetakan al maktab al islami berkata: “Maka Allah akan menurukan rahmat Nya kepada orang yang menjadikan hari kelahiran Nabi saw sebagai hari besar”.

Wallahu ‘alam bish showab, wal ‘afu minkum,

Wejangan dari Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari tentang zaman akhir

*Wejangan dari Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari tentang zaman akhir yang terangkum dalam kitab “Risalah Ahl as-Sunnah wa al-Jama’ah”.
===========
Menurut beliau, dengan mendasarkan pada hadits-hadits Rasulullah SAW, diantara tanda-tanda itu adalah tatkala orang-orang shalih banyak yang meninggal dan yang tinggal hanyalah sisa-sisa manusia yang keshalihannya jauh dari generasi awal. Diumpamakan, seperti ampas gandum atau kurma. (Dikutip dari hadits riwayat imam Ahmad &imam Bukhari).
Tanda yang lain adalah ketika persoalan zuhud dan wara’ hanyalah cerita, kisah, dan bahan perbincangan semata, sedangkan niai dan praktiknya tidak terwujud dalam kehidupan umat manusia. KH. Hasyim Asy’ari mendasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh imam Nu’iam.
Selanjutnya, sebagian tanda zaman akhir adalah tatkala kehadiran anak justru menjadi pemicu kemarahan orang tua, hujan justru menjadi sebab panas, dan orang-orang yang memiliki tabiat buruk justru melimpah. Ini menunjukkan bahwa keadaan berubah dan yang terjadi adalah kebalikannya. Tatkala sesuatu yang diharapkan menjadi sumber kebaikan justru menjadi awal keburukan.
Pertanda zaman akhir yang lain yang disampaikan oleh hadlratusyeikh KH. Hasyim Asy’ari adalah tatkala satu wilayah dipimpin oleh orang-orang munafik dan yang diangkat menjadi pemimpin justru orang-orang yang memiliki kualitas karakter dan kepribadian yang rendah. Di saat alam kehidupan ini telah menemui hal-hal tersebut, maka zaman itu telah dekat dengan zaman akhir. Semoga wejangan KH. Hasyim Asy’ari tersebut dapat menjadi peringatan dan renungan kitabersama.
(Daří kitab “Risalah Ahl as-Sunnah wa al-Jama’ah”).

Yang harus kamu tanggung adalah

NASIHAT SANG GURU MULIA AL ALIM AL ALLAMAH AL MUSNID AL HABIB UMAR BIN HAFIDZ....
لا تحمل هم الدنيا فإنها لله ، ولاتحمل همَّ الرزق فإنه من الله ، ولاتحمل هم المستقبل فإنه بيد الله .. فقط احمل همًا واحدًا : كيف ترضي الله
"Janganlah kamu menanggung kebingungan dunia karena itu urusan Allah, Janganlah kamu menanggung kebingungan rizki karena itu dari Allah, Janganlah kamu menanggung kebingungan masa depan karena itu kekuasaan Allah.
Yang harus kamu tanggung adalah satu kebingungan, yaitu Bagaimana Allah SWT Ridho kepadamu....والله اعلم

MENCINTAI RASULULLAH SAW

Sang Gurú Mulia Al Alim Al Allamah Al Musnid Al Habib Umar bin hafidz...
Disuatu Kesempatan
beliau berkata:
"Seluruh makhluk- Nya Allah mengenal dan mencintai Rasulullah saw terkecuali yg tidak diinginkan Allah subhanallahu wata`ala dan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam
Kita dengan kehendak sendiri tidak bisa mencintai Rasulullah saw terkecuali bahwa Rasulullah saw telah mencintai kita terlebih dahulu.
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam diibaratkan sebagai magnet yang terkuat di alam semesta sehingga menarik seluruh makhluk-Nya Allah.
Tidak bisa seorang manusia dengan kehendak dirinya sendiri ingin mencintai Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, Walaun pun dengan sekuat tenaga dan jiwa mengamalkan “sunnah-sunnahnya”, tanpa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam terlebih dahulu mencintainya.
Sudah pasti bila ia mencintai Rasulullah shalallahu alaihi wasallam telah dicintai oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasallam , walaupun hanya sedikit sunnah dari Rasulullah shalallahu alaihi wasallam yang diamalkan. Amalan hati jauh lebih dahsyat dari amalan jasad
Sebab Cahaya Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menyebar di alam jaga raya , hanya orang-orang yang telah di cintai oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasallam dapat menyerap cahayanya.
Semoga kita semakin banyak menyerap cahaya Rasulullah shalallahu alaihi wasallam dan yang belum di cintai oleh beliau semoga Allah Ta`ala mengizinkan kekasih-Nya sayyidina Muhammad shalallahu alaihi wasallam untuk mencintainya. Amin Allahumma amin"
Allahuma sholi 'ala sayidina Muhammad nabiyil umiyi wa 'alihi wa shohbihi wa salim...

amalan yang dapat mendekatkan kepada Allah

“Orang yang sempurna imannya tidak akan meninggalkan suatu amalan yang dapat mendekatkan dirinya kepada Allah sekalipun terdapat ribuan alasan untuk meninggalkannya. (Al Imam Al Quthbil Irsyad wa Ghaustil Ibad Wal Billad Al Habib Abdullah Al-Haddad)”

sumber

bumi berseru sepuluh kalimat

Setiap hari bumi berseru kepada manusia dengan sepuluh kalimat :
"Hai anak cucu Adam, kau berjalan di atasku, tetapi tempat kembalimu adalah di dalam perutku."
"Kau bermaksiat kepada Allah swt di atasku, dan kelak kau akan disiksa di dalam perutku."
"Kau tertawa di atasku, dan kau akan menangis di dalam perutku."
"Kau bersenang-senang di atasku, dan kau akan bersedih di perutku."
"Kau kumpulkan harta di atasku, dan kau akan menyesalinya di perutku."
"Kau makan yang haram di atasku, dan di perutku kau akan menjadi santapan cacing-cacing di tanah."
"Kau berjalan sombong di atasku, dan kau akan dihinakan di perutku."
"Kau berjalan senang di atasku, dan kau akan masuk ke dalam perutku dalam keadaan sedih."
"Kau berjalan di atasku dengan bercahayakan matahari, rembulan dan lampu, tetapi kau akan tinggal di perutku dalam kegelapan."
"Kau berjalan di atasku menuju keramaian, dan akan mendatangi perutku sendirian."
( Sayyidina Anas bin Malik ra )


sumber

Sabtu, 09 April 2016

Apa faedahnya kita menghadiri majelis haul ?

Maka jawabnya, banyak faedahnya. Pada ghalib (yang nyata)-nya, acara yang dilakukan di dalam majelis haul adalah:
1. Membaca DzikruLlah secara beramai-ramai, seperti biasanya ketika haul Imam Syaikh Abu Bakar bin Salim akan dibacakan Wirdul Sughra, Wirdul kubro Syaikh Abu Bakar bin Salim dan Maulid Adh-Dhiyaul Lami' susunan Al-Habib 'Umar ibn Muhammad ibn hafizh
2. Membaca Yasin atau mengkhatam al-Quran dan pahalanya dihadiahkan kepada shohibul haul.
3. Membaca manaqib shohibul haul,
4. Dapat duduk bersama ulama dan mendengar nasihat dan peringatan daripada mereka5. Membaca petikan dari kitab-kitab karangan shohibul haul, dan banyak lagiiii ........
1. BerdzikruLlah.Kelebihan berdzikruLlah ini sangat banyak.
Bacalah di dalam kitab Fadhilat Dzikir oleh Syeikhkul Hadits Maulana Zakaria al-Kandahlawi. Di dalam kitab tersebut ada dijelaskan lebih dari 70 faedah atau keutamaan dari berdzikir. Di sini kami sampaikan sedikit diantara mengenai fadhilat keutamaannya dan juga menjadi dalil berdzikir secara bersama-sama (jama’ah).
Di antaranya:إذا مررتم برياض الجنة فارتعوا. قيل: وما رياض الجنة يارسول الله؟ قال: حلق الذكرArtinya: “Apabila kalian melalui suatu taman syurga, maka hendaklah kalian berhenti”. Mereka bertanya: “Apakah taman syurga itu, wahai Rasulullah? Baginda صلى الله عليه وآله وسلم menjawab: Halaqah (kumpulan) dzikir” (Hadits riwayat at-Tirmidhi)
Sabda Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلملا يقعد قوم يذكوون الله تعالى إلا حفتهم الملا ئكة، وغشيتهم الرحمة، ونزلت عليهم السكينة، وذكرهم الله فيمن عندهArtinya: “Tidaklah suatu kaum duduk berdzikir kepada Allah Ta’ala, melainkan mereka akan dikelilingi oleh para malaikat dan akan dilimpahi rahmat serta akan diturunkan ke atas mereka ketenangan dan Allah akan menyebut mereka di hadapan para malaikatNya" (Hadits riwayat Muslim)
أن النبي خرج على حلقة من أصحابه فقال: ما يجلسكم؟ قالوا: جلسنا نذكر اللهَ ونحمده. فقال: إنه أتاني جبريل، فأخبرني أنّ الله يباهي بكم الملائكةArtinya: “Bahwa suatu ketika Nabi صلى الله عليه وآله وسلم keluar dan melalui suatu halaqah dari para shahabatnya. Baginda صلى الله عليه وآله وسلم bersabda: Apakah yang menyebabkan kalian duduk beramai-ramai? Para shahabat رضي الله عنهم menjawab: Kami berdzikir serta memuji Allah. Maka Baginda صلى الله عليه وآله وسلم bersabda: Sesungguhnya Jibril عليه السلام telah datang kepadaku dan mengkhabarkan kepadaku bahwasanya Allah Ta’ala membanggakan kalian di hadapan para malaikatNya (Hadits riwayat Muslim)
مامن قوم اجتمعوا يذكرون الله لا يريدون بذلك إلا وجه تعالى إلا ناداهم مناد من السماء: قوموا مغفورا لكم، قد بدلت سيئاتكم حسناتArtinya: “Tidaklah suatu kaum yang berkumpul untuk berdzikir kepada Allah Ta’ala, (yang mana mereka) tidak menginginkan sesuatu kecuali keredhaanNya, melainkan ada suara yang menyeru mereka dari langit: Berdirilah kalian dalam keadaan diampunkan kesalahan kalian, sesungguhnya keburukan yang kalian lakukan telah digantikan dengan kebaikan. (Hadits riwayat Ahmad, ath-Thabarani dan Abu Ya’la)
Keutamaan majelis zikir• Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu:Dari Nabi Shallallahu alaihi wassalam, Beliau bersabda: Sesungguhnya Allah Yang Maha Memberkahi lagi Maha Tinggi memiliki banyak malaikat yang selalu mengadakan perjalanan yang jumlahnya melebihi malaikat pencatat amal, mereka senantiasa mencari majelis-majelis zikir. Apabila mereka mendapati satu majelis zikir, maka mereka akan ikut duduk bersama mereka dan mengelilingi dengan sayap-sayapnya hingga memenuhi jarak antara mereka dengan langit dunia. Apabila para peserta majelis telah berpencar mereka naik menuju ke langit. Beliau melanjutkan: Lalu Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung menanyakan mereka padahal Dia lebih mengetahui daripada mereka: Dari manakah kamu sekalian? Mereka menjawab: Kami datang dari tempat hamba-hamba-Mu di dunia yang sedang mensucikan, mengagungkan, membesarkan, memuji dan memohon kepada Engkau. Allah bertanya lagi: Apa yang mereka mohonkan
kepada Aku? Para malaikat itu menjawab: Mereka memohon surga-Mu. Allah bertanya lagi:
Apakah mereka sudah pernah melihat surga-Ku? Para malaikat itu menjawab: Belum wahai Tuhan kami. Allah berfirman: Apalagi jika mereka telah melihat surga-Ku? Para malaikat itu berkata lagi: Mereka juga memohon perlindungan kepada-Mu. Allah bertanya: Dari apakah mereka memohon perlindungan-Ku? Para malaikat menjawab: Dari neraka-Mu, wahai Tuhan kami. Allah bertanya: Apakah mereka sudah pernah melihat neraka-Ku? Para malaikat menjawab: Belum. Allah berfirman: Apalagi seandainya mereka pernah melihat neraka-Ku? Para malaikat itu melanjutkan: Dan mereka juga memohon ampunan dari-Mu. Beliau bersabda kemudian Allah berfirman: Aku sudah mengampuni mereka dan sudah memberikan apa yang mereka minta dan Aku juga telah memberikan perlindungan kepada mereka dari apa yang mereka takutkan. Beliau melanjutkan lagi lalu para malaikat itu berkata: Wahai Tuhan kami! Di antara mereka terdapat si Fulan yaitu seorang yang penuh dosa yang kebetulan lewat lalu duduk ikut berzikir bersama mereka. Beliau berkata lalu Allah menjawab : Aku juga telah mengampuninya karena mereka adalah kaum yang tidak akan sengsara/merugi orang yang ikut duduk bersama mereka. (Shahih Muslim No.4854)
Anjuran untuk ingat (berzikir) kepada Allah Taala•
Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, ia berkata:
Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Allah Taala berfirman: Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku terhadap-Ku dan Aku selalu bersamanya ketika dia mengingat-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku pun akan mengingatnya dalam diri-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam suatu jemaah manusia, maka Aku pun akan mengingatnya dalam suatu kumpulan makhluk yang lebih baik dari mereka. Apabila dia mendekati-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekatinya sehasta. Apabila dia mendekati-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Dan apabila dia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku akan datang kepadanya dengan berlari. (Shahih Muslim No.4832)
Cukuplah sekadar beberapa hadits untuk menyatakan kelebihan berdzikiruLlah.
2. Mendoakan shohibul haul, bacaan tahlil atau surah yasin atau mengkhatam al-Quran yang mana pahalanya dihadiahkan kepada shohibul haul.
Mengenai menghadiahkan bacaan tahlil, bacaan al-Quran ke mayyit, maka, disisi pendapat jumhur ulama ahlus sunnah wal jamaah, perbuatan ini dianjurkan dan sampai pahala yang dihadiahkan kepada orang yang telah mati. Persoalan ini sudah sering dibahaskan. Maka kami rasa tidak perlu lagi untuk diperjelaskan.
Hanya ingin mengungkapkan sedikit perkataan ulama tentang perkara tersebut, sebagaimana di dalam terjemahan Ajwibah al-Ghaliyyah karya Habib Zein bin Sumaith: “Tersebut Di dalam kitab al-Majmu’ syarah al-Muhazzab oleh Imam an-Nawawi (15/522): “Berkata Ibn Nahwi di dalam Syarah al-Minhaj: Di dalam mazhab Syafi’i, menurut qaul yang masyhur, pahala bacaan tidak sampai. Tetapi menurut qaul yang mukhtar, sampai pahala apabila dimohonkan kepada Allah agar disampaikan pahala bacaan tersebut”.Dalam menanggapi qaul yang masyhur tersebut, maka Syaikhul Islam, Syaikh Zakaria al-Anshari mengatakan di dalam kitabnya Fathul Wahhab (2/19):
وماقاله من مشهور المذهب محمول على ماإذا قرأ لا بحضرة الميت ولم ينو ثواب قرائته لهArtinya: Apa yang dikatakan sebagai qaul masyhur di dalam mazhab Syafi’i itu dalam pengertian: Jika al-Quran itu dibaca dengan tiada kehadiran orang mati (tidak dibaca di hadapan orang mati) dan tidak meniatkan pahala bacaan itu bagi orang mati.”Maka jika dibaca dengan di niatkan sebagai pahala, Insya Allah layaknya sebuah doa, pasti Allah mengabulkannya.
3. Membaca Manaqib
Perkataan manaqib itu adalah bentuk jamak dari mufrod manqobah, yang di antara artinya adalah cerita kebaikan amal dan akhlak perangai terpuji seseorang. Jadi membaca manaqib, artinya membaca cerita kebaikan amal dan akhlak terpujinya seseorang. Oleh sebab itu kata-kata manaqib hanya khusus bagi orang-orang baik dan mulia. Maka hukumnya juga harus bahkan dianjurkan, kerana manaqib menceritakan teladan yang baik untuk diikuti. Apa faedahnya membaca manaqib dan memperingati orang-orang sholeh?
Maka faedahnya membaca manaqib dan mengingati orang-orang sholeh adalah sepertimana yang tersebut di dalam sebuah hadits riwayat ad-Dailami didalam Musnad al-Firdaus daripada Sayyidina Muadz رضي الله عنهذكر الأنبياء من العبادة وذكر الصالحين كفارة وذكر الموت صدقة وذكر القبر يقربكم من الجنةMaksudnya: Mengingati para Nabi adalah ibadah, mengingati orang-orang sholeh adalah kaffarah (bagi dosa), mengingati mati adalah sedekah dan mengingati qubur mendekatkan kalian semua kepada syurga. (menurut Imam asy-Sayuthi didalam al-Jami’ asy-Shoghir dan al-Munawi didalam Faidhul Qadir)
Muhammad bin Yunus رحمه الله تعالى berkata:ما رأيت أنفع للقلب من ذكر الصالحينArtinya: Tiada melihat aku akan sesuatu yang terlebih manfaat bagi hati daripada mengingati riwayat hidup orang-orang sholeh.
Sufyan bin Uyainah رحمه الله تعالى mengatakanعند ذكر الصالحين تنزل الرحمةArtinya: Tatkala menyebut orang-orang sholeh akan bercucuran rahmat.
Imam Junaid al-Baghdadi رحمه الله تعالى pula berkata: Hikayat (kisah orang-orang sholeh) itu adalah merupakan tentera dari tentera-tentera Allah Ta’ala dimana Allah menetapkan hati para auliyaNya dengan kisah-kisah tersebut. Maka ditanyai oleh orang kepada Imam Junaid: Apakah engkau mempunyai asas menyokong katamu itu? Maka beliau menjawab: Dalil atau landasan hukum bagi kenyataannya itu adalah firman Allah [bermaksud]: Dan semua kisah-kisah Rasul-rasul itu, kami ceritakan kepadamu (wahai Muhammad), yang dengannya Kami teguhkan hatimu. (Surah Hud:120).
Imam Abu Hanifah.rhm berkata: Kisah-kisah para ulama dan kebaikan-kebaikan mereka lebih aku sukai daripada banyaknya (masalah) fiqih, kerana kisah-kisah tersebut mengandungi adab-adab dan akhlaq mereka.
Waallahu'alam Bishowab...

Agar mudah melewati shirath

[Sulthanul ilmi Alhabib Salim Bin Abdullah Asy-Syathiri ....]
---------------------------------------
Al habib Salim pernah berkata, "Siapa yang membaca wirid/amalan ini setelah sholat fardhu Subuh , tanpa merubah posisi duduk tawaruk (tahiyat akhir) sebanyak 4 x dengan membaca:
ﺃﺷﻬﺪ ﺃﻥ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺣﺪﻩ ﻻ ﺷﺮﻳﻚ ﻟﻪ . ﺇﻟﻬﺎ ﻭﺍﺣﺪ ﺍ ﻭﺭﺑﺎ ﺷﺎ ﻫﺪﺍ ﻭﻧﺤﻦ ﻟﻪ ﻣﺴﻠﻤﻮﻥ ٤ X
Asyhadu aL-Laa iLaaha iL-La-LLohu wahdahu La syarikalah. iLaa haan wa-hidan wa rob-ban sya-hidan wa nahnu Lahu muslimun 4x (Hamba bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, yang Maha Esa , tiada sekutu bagiNya, Tuhan yang Maha Ahad (satu), Tuhan yang Maha Menyaksikan, kepadaNya-lah kami berserah diri)
Maka jembatan shirathal mustaqim yang panjangnya bisa ribuan tahun, di hari kiamat kelak, akan dipendekkan oleh Allahu subhanahu wa ta'ala sehasta (sepanjang lengan orang dewasa), sehingga kita bisa melompat dengan mudah ke jannah disebrangnya, bagi siapa saja yang mau istiqomahkan dalam mengamalkannya/
membiasakannya. Semoga kita semua dapat senantiasa mengamalkannya...
Aamiin.

sumber

Jumat, 08 April 2016

Bulan Rajab Adalah Kunci dari Bulan-Bulan Berikutnya

*Sang Guru Mulia Al Alim Al Allamah Al Musnid Al Habib Umar bin Hafidz*
(Bulan Rajab Adalah Kunci dari Bulan-Bulan Berikutnya)
--------------------------------------------------
Dengan karunia dari Allah SWT kita akan segera memasuki bulan Rajab yang penuh berkah.
Baginda Nabi SAW bersabda: “Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulan umatku”. (Imam Al Suyuti).
Fakta bahwa Rajab adalah bulan Allah berarti layak dihormati, Baginda Rasulullah SAW sangat menghormati bulan Rajab. Ketika bulan Rajab datang beliau akan mencari berkah, dengan mengatakan:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا في رَجَبٍ وَ شَعْبَانَ وَ بَلِّغْنا رَمَضَانَ
Ya Allah berkati kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan semoga kami bisa sampai pada Ramadhan, (Imam Ahmad),
Rajab adalah kunci dari bulan-bulan terbaik yang datang mengikuti sesudahnya, Imam Abū Bakar al-Warrāq berkata, “Di bulan Rajab kamu menanam bibitnya, di bulan Sya’ban kamu merawat dan menyiraminya, dan di bulan Ramadhan adalah waktu panen”, beliau juga berkata,“Rajab seperti angin, Sya’ban adalah awan mendung, dan Ramadhan hujannya”.
Di bulan Rajab kedua orang tua Rasulullah SAW menikah dan di bulan yang sama ibunda Sayyidah Aminah hamil janin manusia pilihan terbaik yang pernah diciptakan Allah yaitu baginda Rasulullah SAW.
Dari para ulama kita tahu bahwa Isra’ Mi’raj juga terjadi pada malam 27 Rajab. Itulah malam dimana Rasulullah menerima kemuliaan teragung yang pernah diberikan kepada ciptaanNya.
Malam pertama bulan Rajab, kita disarankan untuk fokus beribadah kepada Allah di malam pertama Rajab. Telah diriwayatkan bahwa baginda Rasul SAWbersabda, “Ada lima malam mulia yang do’anya ‘tidak ditolak: malam pertama Rajab, malam kelima belas dari Sya’ban (nisfu Sya’ban), Kamis malam (malam Jumat), malam sebelum Idul Fitri dan malam sebelum Idul al-Nahr (Adha)” (Imam Al Suyuti).
Sayyiduna `Ali Karramallahu Wajhahu senantiasa menghabiskan empat malam dalam ibadah: malam pertama Rajab, malam sebelum dua `Id, dan malam 15 Sya’ban. Untuk alasan ini para ulama dari Tarim mengadakan majlis khusus dzikirullah pada malam pertama bulan Rajab dan diikuti dengan mengadakan maulid besar keesokan harinya.
Rajab, Bulan Istighfar (mohon Pengampunan). Cara terbaik untuk mempersiapkan hati untuk menerima ganjaran kemuliaan dari Allah adalah mensucikan diri melalui pertobatan.
Telah diriwayatkan: “Mohon banyak pengampunan dari Allah di bulan Rajab karena dalam setiap jam (dalam bulan Rajab) Allah membebaskan orang orang dari neraka” (Imam Al Dailami).
Untuk alasan ini para ulama mengatakan bahwa Rajab adalah bulan mencari pengampunan, Sya’ban adalah bulan menganugerahkan sholawat dan salam kepada Nabi, dan Ramadhan adalah bulan Al Qur’an.
Waallahu'alam...

Jumat, 01 April 2016

Sepenggal Kisah Al Allamah Al Arifbillah Al Hafidz Al Musnid Al Habib Salim bin Jindan

Suatu ketika Habib Salim bin Jindan membawa Patung Bunda Maria dan diletakkan di pekarangan rumahnya, Hal tersebut terasa aneh bagi sebagaian masyarakat maupun para ulama waktu itu, Bahkan pernah juga salah seorang ulama mendatangi rumah Habib Salim Jindan untuk menanyakan kenapa Patung Bunda Maria diletakakan di Pekarangan Rumahnya dan merasa bahwa Habib Salim telah murtad , namun dengan ketenangan Habib Salim menyuruh Ulama yang marah tersebut untuk mengaji dan mempedalam ilmu agama baru nanti datang lagi kembali. Dengan Rasa penasaran dan keheranan pergilah sang ulama tersebut dari Rumah Habib Salim Jindan.
Belakangan Diketahui Bahwa Habib Salim Jindan memang sengaja menaruh patung Bunda Maria di pekarangan rumahnya agar dapat terlihat oleh orang-orang Nasrani yang pulang dari Gereja yang kebetulan berseberangan dengan Rumah Habib salim Jindan, Patung itu akan tetap disitu agar mereka sadar bahwa apa yang mereka sembah selama ini hanyalah sebuah patung yang tidak bisa berbuat banyak, Patung itu tidak bisa membela dan menyelamatkan dirinya bagaimana mungkin bisa membela dan menyelamatkan umat Nasrani.Patung itu kepanasan, kehujanan tanpa bisa berbuat apa-apa kalau tidak dipindahkan oleh pemiliknya. Ini berarti bunda maria yang selama ini mereka sembah hanya sebatas benda mati.
Dan ternyata banyak dari mereka orang Nasrani yang sering melintas didepan Rumah Habib Salim Jindan sadar bahwa mereka selama ini hanya menyembah patung yang tidak bisa berbuat banyak yang akhirnya mereka memeluk Agama Islam.
Inilah adalah salah satu Metode Dakwah yang dilakukan Habib Salim Jindan yang menurut sebagain orang tidak Lazim. Namun ketokohan dan keilmuan yang dalam tentang Agama Alloh membuat sebagian ulama dan masyarakat dapat memahami hal tersebut. Bahkan Pernah suatu ketika seorang pendeta mendatangi Habib Salim Jindan untuk melakukan dialog. ” Habib saya mau tanya yang lebih mulia itu orang yang masih hidup atau orang yang sudah mati”?? Tanya Pendeta kepada habib Salim . “Semua orang akan menjawab Bahwa orang yang masih hidup itu lebih mulia dari pada orang yang sudah mati, sebab orang yang sudah mati sudah menjadi bangkai ” Jawab Habib Salim Zindan. Lalu dengan pertanyaan menggurui Pendeta itu membalasnya ” Kalau begitu Nabi Isya Yesus kristus lebih mulia dari pada Nabi Muhammad , karena Muhammad nabi anda telah meninggal, sedangkan Nabi Isya Menurut keyakinan Anda Masih hidup hingga sekarang”!!!! , Habib Jindan tak mau kalah dengan Tutur bahasa yang sangat diplomatishabib Salim menjawab”" Kalau begitu ibu saya lebih mulia dibandingkan dengan Bunda Maryam, sebab Bunda Maryam sudah meninggal sedangkan ibu saya masih hidup dan sekarang sedang memasak di dapur”" Mendengar jawab enteng dari Habib Salim Jindan , sang pendeta pun diam seribu bahasa lalu pergi.
Nama lengkap beliau Habib salim bin Ahmad bin Husain bin Saleh bin Abdulloh bin Umar bin Abdulloh bin Zindan lahir di Surabaya pada hari jumat tgl 07 september 1906, Sejak kecil Habib Salim Zindan mendapat pendidikan agama dari Ayahnya yang juga memang seorang Ulama Habib Ahmad Zindan, kecerdasan dan bakat yang dimilki Habib Salim Zindan sehingga dalam usia yang relatif muda mampu memnguasai beberapa fan ilmu. Tak cukup itu saja Habib Salim zindan melakukan pengembaraan keberbagai Ulama-ulama terkemuka untuk menimba ilmu seperti Habib Abdul Qodir bilfaqih ( pendiri pon-pes Darul Hadist Al Faqihiyyah Malang), Habib Abdulloh bin Musin ( Empang bogor), Habib Muhammad Muhdor(bondowoso), Habib Abu bakar Assegaf (gresik) , Kh Muhammad Kholil ( madura) dan masih banyak lagi Para Ulama dan Habaib yang beliau kunjungi untuk menuntut ilmu dan Mengambil keberkahan dari beliau.
Maka tak heran di Usia 19 tahun habib Salim Jindan telah menguasai berbagai ilmu agama terutama Ilmu Hadist maka beliau mendapat predikat sebagai Muhaddist dan Musnid , sejak itu pula beliau memulai Dakwahnya keberbagai daerah. Mengajak umat untuk istiqomah dalam menjalankan Perintah Alloh dan menjauhkan larangan Alloh. Disamping itu pula habib Salim selalu mengajak bangsa Indonesia umat islam khususnya untuk bangkit menentang segala bentuk Impreliasme baik penjahan Belanda maupun Jepang. Ceramah Beliau mampu mengobarkan semangat membara untuk melawan penjajahan, maka tak heran Pihak penjajah dibuat kalang kabut oleh aksi-aksi pejuang yang begitu semangat siap untuk mati dalam melawan pihak penjajah. Habib Salim sempat di tangkap Jepang dan di jebloskan ke penjara .
Sekitar tahun 1940 Habib Salim Hijarh ke jakarta dan bersama sama para ulama dan Habaib gencar melakukan dakwah islam , diantaranya adalh Habib Ali alatas Bungur dan Habib Ali Al habsyi Kwitang. Trio Habib betawi tersebut sangat dihormati baik oleh masyarakat maupun oleh para ulama kerena ketinggian ilmu yang dimiliki oleh ketiga Habib tersebut, bahkan banyak para Ulama dan Habaib yang berguru kepadanya.salah satunya Adalah almarhum Muallim KH Syafi’i Hadzami .
Habib Salim Jindan Wafat di jakarta 01 juni 1969 dan dimaqomkan di Komplek pemakaman Al hawi Condet Jakarta, beliau meninggalkan anak dan cucunya yang mampu meneruskan perjuangannya dalam mensyiarkan Agama Allah.
sumber