HOME | CARI ARTIKEL DI SINI

Tampilkan postingan dengan label Habib Idrus bin Muhammad Alaydrus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Habib Idrus bin Muhammad Alaydrus. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 September 2015

Benarkah musik modern menjauhkan umat dari al qur'an

Assalamu’alaikum Ya habib.
Ya habib, saya mau bertanya. Zaman sekarang kan sudah berkembang musik2. Mulai dari pop, rock, dangdut, jazz, dan lain-lain. Yang mau saya tanyakan adalah.
1. Benarkah musik menjauhkan manusia dari Al Qur’an ? karena saya pernah dengar dari ceramah di youtube seperti itu.
2. Apakah zaman Rasulullah SAW dulu ada musik2 seperti itu ?
3. Dan bagaimana Rasulullah SAW menyikapnya ?
4. Apakah hukumnya jika kita sebagai umat Sayyidina Muhammad SAW lebih banyak mendengar musik dunia ketimbang Al Qur’an ?
Maaf ya habib kalau saya terlalu banyak bertanya. Terima atas jawaban yang nanti habib telah sampaikan. Semoga bermanfaat bagi saya pribadi.
Semoga habib selalu diberi kesehatan agar dapat terus berdakwah untuk menggapai ridhonya Allah SWT, amiin.
Wassalamu’alaikum wr.wb.Wassamu'alaikum
Wassalamu’alaikum. wr. wb.
semoga rahmat dan kemuliaan selalu tercurah untukmu wahai saudaraku, ketahuilah bahwasanya manusia di ciptakan oleh ALLAH SWT terdapat rasa jenuh dan bosan. Dan manusia sangat butuh dengan yang namanya hiburan, tetapi hiburan yang bagaimana yang harus kita dapatkan??? Banyak hal yang bisa kita dapatkan, menjawab pertanyaan Anda
1. memang betul karena zaman sekarang nyatanya isi musik itu sendiri justru menjauhkan kita dengan AL QUR'AN,
2. Di zaman RASULULLAH adanya syair, yaitu pantun-pantun atau pujian yang untuk RASULULLAH SAW sendiri, atau untuk orang lain yang kita muliakan dan kita cintai, orang tuanya kita, sahabat kita atau pun orang yang kita cintai, ada nya pun musik tetapi jauh beda dengan di zaman sekarang, terdapat rambu-rambu yang ada didalamnya. Contoh laki-laki dan perempuannya tidak bergabung dalam satu acara, aurotnya mereka pun tertutup dll.
3. RASULULLAH menyikapi dengan hal yang baik dan akhlak yang sempurna sambil dengan pengarahan yang baik dan bijaksana
4. hukum seseorang lebih banyak mendengar musik : Sesuatu yang zaman sekarang harus dihindari karena isi musiknya justru akan membawa hawa nafsu kita saja. Dan saran saya tinggalkan sedikit-sedikit biar bisa dikurangi, dan jadikan Al Qur'an sebagai hiburan kita dan sholawat sebagai hiburan kita dan yang sangat lebih penting kita jadikan ilmu sebagai penawar kegalauan kita dan keburukan kita, Insya Allah hidup akan diberkahi oleh ALLAH SWT, mudah-mudahan saya dan engkau saudaraku selalu dimuliakan oleh ALLAH SWT barakallahufik.

Minggu, 06 September 2015

Hati Yang CintaDunia

"Kalau hati seseorang sudah cinta dunia, maka di hatinya ada tiga hal: rasa cemas yg senantiasa mencekamnya, rasa serakah yg selalu menguasai dirinya, dan keinginan kuat yg tak pernah dapat dipenuhinya (imam Ali ra)"
sumber

Syarat menerima ijazah imamah

Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh..
Bismillah walhamdulillah Laa hawla wa laa quwwata illaa billaah.
Maaf Habib al faqir ingin bertanya menyangkut perkara imamah.. Apakah seorang muslim (laki-laki) harus ada syarat khusus untuk diijazahi imamah yang bersanad sampai kepada RASULULLAH SAW? Dan apakah boleh meminta langsung kepada guru yang memiliki sanad hingga RASULULLAH SAW untuk mengijazahi dirinya imamah?
Maafkan al faqir bila lancang dan kurang sopan bertanya kepada Habib, semoga Habib berkenan menjawab pertanyaan al faqir. Terima kasih atas perhatiannya juga jawabannya mohon maaf atas kekurangan al faqir. Semoga limpahan rahmat Allah selalu ada dihari-hari Habib, berkah segalanya selamat dunia akhirat,. Al faqir mohon maaf sekali lagi.. Wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh.. jazakallah khair..
‘Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,
Barakallahufik wahai saudaraku mudah-mudahan hari-hari mu selalu di mulyakan dan engkau mendapat ampunan selalu dari ALLAH SWT, begitu mulya mereka yang mengenakan Imamah di dalam sholat bahkan riwayat hadist yang mengatakan dua rokaat sholat nya memakai IMAMAH lebih afdhol dari pada sholat 70 rokaat tidak mengenakan IMAMAH, akan tetapi di dalam masalah Imamah terdapat tata cara dan sopan santun hingga tidak lagi orang menyalah gunakan Imamah, imamah itu suci sampai di dalam riwayat RASULULLAH SAW tidak pernah meninggal kan untuk memakai IMAMAH,, untuk mendapatkan kesempurnaan yang baik juga jika kalau memakai IMAMAH juga ada sanad, dan seorang guru akan tahu keadaan murid nya mana yang pantas didahulukan atau di kenakan,
Demikian saudaraku yang kumuliakan, semoga selalu dalam kebahagiaan, dan sukses dengan segala cita-cita.
wassalaam

Kamis, 03 September 2015

Cinta Rasulullah

" ...... Karena Cinta
Rasulullah kepada umat melebihi cinta ibu kepada putranya...,
Bahkan Rasulullah akan lebih merasa sakit,
apabila ada umat yang kesakitan
karena kakinya menginjak duri"


sumber

Rabu, 22 Juli 2015

ANAK MAJLIS YANG SEMPURNA ADALAH

ANAK MAJLIS YANG SEMPURNA ADALAH..قَالَ رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِه، وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ(صحيح البخاري)Sabda Rasulullah saw : “Orang muslim yang baik adalah yang muslim lainnya aman dari ganguan ucapannya dan tangannya, dan orang yang Hijrah (tergolong kelompok Muhajirin) adalah yang meninggalkan apa apa yang dilarang Allah” ((Shahih Bukhari)بسم الله الرحمن الرحيمحَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ اْلجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلَّهِ الَّذِيْ هَدَانَا بِعَبْدِهِ اْلمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ نَادَانَا لَبَّيْكَ يَا مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبـَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِي جَمَعَنَا فِي هَذَا الْمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ وَفِي الْجَلْسَةِ الْعَظِيْمَةِ نَوَّرَ اللهُ قُلُوْبَنَا وَإِيَّاكُمْ بِنُوْرِ مَحَبَّةِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَخِدْمَةِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَاْلعَمَلِ بِشَرِيْعَةِ وَسُنَّةِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :اَلْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُوْنَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ ، وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَاجَرَ مَا نَهَى اللهُ عَنْهُ (صحيح البخاري)Hadits ini memiliki makna yang sangat luas, diantaranya bahwa seorang muslim yang sejati adalah muslim yang mana orang-orang muslim lainnya selamat dari perbuatan lidah dan tangannya. Dimana kejahatan lidah (mulut) tidak hanya terbatas dengan umpatan atau cacian, namun kejahatan lidah bisa juga dengan mengadudomba, memfitnah dan lainnya..Begitu pula kejahatan tangan tidaklah hanya terbatas dengan pukulan namun bisa juga disebabkan karena jabatan, kekuasaan, kekuatan, atau harta. Maka seorang muslim yang baik adalah seorang muslim yang ketika orang muslim lainnya selamat dari perbuatan (kejahatan) lidah dan tangannya, ia tidak mencelakai muslim yang lain dengan lidah atau tangannya..Akan tetapi makna yang lebih dalam dari hadits ini, adalah sebagaimana yang telah dijelaskan oleh guru mulia Al Musnid Al Habib Umar bin Muhammad bin Hafizh, bahwa seorang muslim yang baik adalah ketika orang muslim yang lain selamat karena lidah dan tangannya. Mungkin lidahnya (ucapan) yang berupa nasihat membuat orang lain selamat dari perbuatan jahat atau semisalnya, mungkin tangannya (perbuatannya) membuat orang lain selamat dari kejahatan atau musibah, seperti contoh ketika seseorang melihat orang faqir yang kesusahan kemudian ia mengumpulkan dana dari teman-temanya untuk membantu orang tersebut karena khawatir jika ia dibantu oleh orang lain yang memiliki kekuasaan atau kekuatan ia akan menghamba kepada orang yang membantu tersebut..Maka seorang muslim yang seperti ini adalah muslim yang sejati dimana telah menyelamatkan muslim lainnya dengan ucapan dan perbuatannya. Sifat menyelamatkan muslim yang lain adalah juga berbentuk tidak tidak menghasut, tidak memecah-belah, dan jika di dalam Majlis tidak membuat kelompok2 tandingan, menebar isu atau fitnah baik tentang sesama teman (Ikhwah) atau lebih lagi terhadap para Guru dan para pemimpin kita..Siapakah yang menjadi wasilah kita ke dalam cahaya dan golongan al Abrar selain guru2 dan pemimpin di Majlis kita..? Karena dari merekalah kita mendapat ilmu, dari mereka pula kita belajar adab, dan dari mereka pula kita mengharapkan doa dan syafaat, karena syafaat seorang mu'min akan bermanfaat bagi saudaranya atas perkenan ALLAAH Yang Maha Pengasih..Oleh sebab itu jika mencela dan menghina sesama mu'min adalah dilarang, maka mencela dan menghina guru dan orangtua kita adalah lebih terlarang lagi, maka mari kita rapatkan shaf, luruskan barisan, satukan niat dan tujuan kita untuk tegaknya Islam dan tersenyum nya Sayyidina Muhammad SAW, karena di pundak Kitalah dakwah ini dibebankan, semoga kita semua diberikan hidup seorang ulama dan mati seorang Syuhada dan dibangkitkan bersama para muqarrabin, Aamiin ya RABB..وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا وصلى الله على سيدنا محمد وآله وصحبه وسلم وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمينوصلى الله على سيدنا محمد وآله وصحبه وسلم وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين(Dikutip dan disarikan dari khutbah almaghfurlah Habibana Munzir Al Musawa th 2011).
sumber

1 bab adab lebih baik dari 70 bab ilmu

Kita lebih butuh kepada sedikit adab daripada banyak ilmu
Seorang ulama berkata kepada anaknya: "Wahai anakku sungguh engkau pelajari satu bab adab lebih baik aku sukai daripada engkau mempelajari tujuh puluh ilmu"

Sabtu, 11 Juli 2015

MAJELIS RASULULLAH JATIM

Berdirinya Jalsatul Isnain Jawa Timur
sumber

Sholat yang Tidak Diterima

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda:
‫‫
‪))‬ثَلَاثَةٌ لَا تَرْتَفِعُ صَلَاتُهُمْ فَوْقَ رُءُوسِهِمْ شِبْرًا رَجُلٌ أَمَّ قَوْمًا وَهُمْ لَهُ كَارِهُونَ وَامْرَأَةٌ بَاتَتْ وَزَوْجُهَا عَلَيْهَا سَاخِطٌ وَأَخَوَانِ مُتَصَارِمَانِ‪((‬
‬‬
“Ada tiga kelompok yg shalatnya tidak terangkat walau hanya sejengkal di atas kepalanya (tidak diterima oleh Allah).
•Orang yg mengimami sebuah kaum tetapi kaum itu membencinya
•Istri yg tidur sementara suaminya sedang marah kepadanya
•Dua saudara yg saling mendiamkan (memutuskan hubungan)
sumber

Jumat, 10 Juli 2015

Doa ketika melihat maksiat atau sesembahan non muslim

Teringat saya waktu menemani guru saya (Al Habib Umar bin Hafidz) ketia berdawah di Oman sekitar 4 tahun yg lalu. Itu Beliau watu itu transit di kota Dubai yg saat itu banyak orang di bandaranya yg sdh lalai dengan Allah SWT. banyak dari mereka yang membuka aurat segala macam maka di situ dengan tidak punya rasa malu beliau guru saya langsung melantangkan kalimat doa yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW tetapi dengan tida keras2 sambil berjalan:
لا إله إلا الله وحده لا شريك له له الملك وله الحمد يحيى ويميت وهو حي لا يموت بيده الخير وهو على كل شيئ قدير
Orang-orang yang di sebelahnya melihat kita semua. "Apa gerangan orang tersebut" di antara mereka ada yang mengatakan demikian.Merasa dirinya kurang mengetahui ilmu tersebut maka ditanyakan kepada guru kami: "Wahai guru kenapa engkau tadi ketika berjalan di hadapan kami engkau katakan doa seperti tadi, saya tidak pernah mendengar do'a itu" Dipanggil dengan lembut orang tersebut, dan berkata "wahai fulan sesungguhnya doa itu adalah doanya Rasulullah SAW dimana orang pada lalai dengan Allah SWT". Maka jikalau anda bepergian ke pasar, ke mall semuanya maka bacalah doa yang disunnahkan oleh baginda Nabi Muhammad SAW. Orang yang membaca dzikir tersebut kata Rasulullah, akan dinaikkan derajatnya menjadi 100 derajat oleh ALlah SWT