HOME | CARI ARTIKEL DI SINI

Tampilkan postingan dengan label Para Pecinta Ulama Habaib Was Sholihin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Para Pecinta Ulama Habaib Was Sholihin. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 April 2016

Habibana Munzir al Musawa tentang Tarekah Alawiyah dan tentang baiat di Tarekah Alawiyah

"majelis rasulullah saw bukan ajang tarekat manapun, majelis taklim ini adalah Medan Dakwah Nabi saw, untuk siapa saja, semua yg diajarkan adalah bimbingan Rasul saw, semua yg disampaikan adalah yg sejalan dengan dakwah Rasul saw secara umum, bukan untuk kelompok tertentu.
dan saya bukan pula mursyid, istilah ini rasanya sudah tidak pernah terdengar dalam kalangan Tarekat alawiyyah, yg dikenal hanya Ulama, Fuqaha, Kyai, dll "
----------------
pertanyaan :
habib apakah bisa sy dekat dengan ALLAH SWT tanpa mengikuti thariqoh?
Jawaban habibana:
thoriqoh/tarekat, bukan merupakan hal yg harus, ini hanya salah satu cara untuk lebih mudah mencapai khusyu dan keridhoan Allah swt., bukan hal yg wajib atau mesti.
-----------------
saudaraku yg kumuliakan,
Dalam tarekat alawiyah yg ada adalah Ijazah, bukan bai'at, karena tarekat ini beda dg yg lainnya, tarekat ini berjalan sesuai hadits dan sunnah nabi saw, maka siapapun yg ingin megikutinya, mengambil sebagian saja, atau sesaat ikut2an saja, atau mengambil keseluruhannya, tak perlu dg bai;at, dan pada dasarnya hampir seluruh indonesia ini bahkan hampir seluruh dunia sudah berjalan dg tarekat alawiyah, yaitu maulid, ratib, tahlil, wird allathif, itu semua adalah bimbingan tarekat alawiyah, ia adalah induk dari semua tarekat lainnya, karena semua guru guru pembuat tarekat mestilah bersanad kepada tarekat alawiyah.
Induk semua tarekat ini, yaitu Tarekat Alawiyah tak perlu dg bai'at, yg ada hanyalah Ijazah sanad guru saja, yg besambung hingga Rasulullah saw.
----------------------
Dalam tarekat alawiyah yg ada adalah Ijazah, bukan bai'at, karena tarekat ini beda dg yg lainnya, tarekat ini berjalan sesuai hadits dan sunnah nabi saw, maka siapapun yg ingin megikutinya, mengambil sebagian saja, atau sesaat ikut2an saja, atau mengambil keseluruhannya, tak perlu dg bai;at, dan pada dasarnya hampir seluruh indonesia ini bahkan hampir seluruh dunia sudah berjalan dg tarekat alawiyah, yaitu maulid, ratib, tahlil, wird allathif, itu semua adalah bimbingan tarekat alawiyah, ia adalah induk dari semua tarekat lainnya, karena semua guru guru pembuat tarekat mestilah bersanad kepada tarekat alawiyah.
Induk semua tarekat ini, yaitu Tarekat Alawiyah tak perlu dg bai'at, yg ada hanyalah Ijazah sanad guru saja, yg besambung hingga Rasulullah saw.
semua dzikir, ratib atau apapun yg kita baca tanpa ijazah tidak sia sia, tak perlu izin dan ijazah untuk mengamalkan hal hal yg sunnah, seperti ratib, Alqur'an, dan dzikir dzikir sunnah lainnya, namun ijazah sangat perlu bila ingin mengamalkna dzikir dzikir khusus lainnya, bila saya perjelas misalnya spt ini :
anda ingin mengamalkan shalat malam sebanyak 100 rakaat setiap harinya, nah.. hal seperti ini boleh tanpa ijazah, namun lebih baiknya anda mencari guru untuk minta ijazah, karena Guru akan melihat apakah amalan itu cocok bagi anda atau akan mengganggu aktifitas anda, tentunya guru akan melihat keadaan anda, apakah sibuk bekerja atau santai, kalau sibuk bekerja maka tentunya guru akan melarang anda dan mungkin menggantikannya dg amalan lainnya,
kiranya hal semacam itulah diperlukannya ijazah, kalau amal amal sunnah maka hal itu tak perlu ijazah, karena sudah Ijazah langsung dari Rasulullah saw untuk mengamalkan sunnah beliau saw.
yg ada pada amalan sunnah itu bukan ijazah, tapi sanad, nah sanad ini memang sangat baik karena akan menambah cepatnya terkabul amalan kita oleh Allah swt bila kita sudah punya ijazah sanadnya, misalnya sanad membaca Alqur'an, sanad berdzikir, sanad bertasbih, dan doa doa lainnya.
karena sanad adalah menguatkan dan memastikan kebenaran apa apa yg kita amalkan, suci dari amal yg dipalsukan, yg mana bisa saja pada suatu amalan yg dipalsukan dan diada adakan, namun dengan adanya sanad maka hal itu dapat dihindari.
Allahuma soli ala sayidina Muhammad nabiyil umiy wa alihi wa shobihi wa salim
silahkan tag dan share
semua jawaban diatas di rangkum dari http://arsip.majelisrasulullah.org/index.php…
dengan kata kunci baiat
sumber

Sabtu, 06 Februari 2016

Salah Satu Mukjizat Rasulullah Saw

Guru Mulia Al-Habib Umar bin Hafidz:
-- Salah Satu Mukjizat Rasulullah Saw --
Suatu hari karena terlalu lapar, Sayyidina Abu Hurairah terpaksa menahan para Sahabat yang lewat di hadapannya
Beliau sengaja bertanya pada mereka (Sahabat) tentang Ilmu atau ayat Al-Quran yang dia sendiri sudah tau jawabannya

Tujuan Beliau melakukan hal itu adalah dengan harapan ada Sahabat yang membawa Beliau ke rumah dan memberi makan
ada beberapa orang Shabat yang terkenal lewat Sayyidina Abu Bakar menjawab pertanyaan Beliau lalu pergi, Sayyidina Umar menjawab pertanyaan Beliau dan pergi
dan kemudian datanglah kepada Beliau Sayyidina Rasulullah Saw, lalu Sayyidina Abu Huairah menyapa Rasulullah Saw dan Baginda tersenyum.
Baginda berkata kepada Beliau "marilah bersama aku" Baginda Saw membawa Beliau ke rumahnya, Baginda tau akan keadaan Abu Hurairah ketika itu
dan Beliau pun masuk ke rumah Rasulullah Saw, tetap adakah ditemukan sebuah meja yang penuh hidangan untuk Beliau?
(tidak sebagaimana biasanya) Baginda Saw bertanya kepada keluarganya apakah ada sesuautu yang bisa dimakan?
Jawab keluarga Baginda cuma ada semangkuk susu yang dihadiahkan orang kepada Baginda, mendengar hal tersebut Sayyidina Abi Hurairah merasa gembira.
Akhirnya Beliau dapat minum susu tadi untuk menghilangkan rasa kelaparan
tetapi Rasulullah saw berkata: "ya Abu Hurairah pergilah engkau kepada ahlul suffah dan bawa mereka kemari"
para Ahlu Suffah berjumlah 70 orang bahkan ketika mereka ramai berkumpul jumlahnya mencapai 300 orang
Maka jawab Abu Hurairah: 'kalau begitu baiklah wahai Rasulullah..'
beliau pun pergi menjemput mereka sambil berfikir sendirian
'bertapa saya sangat membutuhkan tuk minum susu tadi karena rasa kelaparan yang aku alami.. jika aku menjemput para ahlu suffah
dan yang dihidangkan adalah susu yang tadi, pasti tidak ada yang tersisa'
Beliau pun dengan taat menjeput mereka , jumlahnya bukan satu, dua , tiga atau empat orang tetapi keseluruhan 80 orang
kata Beliau: ' Ya Rasulullah aku telah membawa mereka kesini'
Rasulullah pun menyuruh Beliau memanggil mereka masuk ke dalam 10 orang demi 10 orang, Beliau pun taat
10 orang masuk ke dalam, Rasulullah pun mengambil semangkuk susu tadu dan memberi mereka minum Sayyidina Abu Hurairah hanya dapat melihat mereka minum selesai kelompok pertama minum, mangkuk itu masi penuh dengan susu kelompok ke dua pun minum, mangkuk tadi masi juga penuh
kelompok ke tiga dan semua setiap sepuluh orang pun minum , sedikitpun tidak berkurang susu tadi
Kata Abu Hurairah : 'menakjubkan, masi ada harapan untuk aku minum susu tadi'
kelompok ke dua pun minum susu itu
Abu Hurairah melihat sendiri setiap orang yang meminum susu tadi, ajaibnya susu itu tidak sedikitpun berkurang
maka dua puluh orang telah minum, Abu Hurairah pun merasa ada harapan baginya.
Setelah habis semua orang yang minum susu tadi Rasulullah berkata: "sekarang cuma tinggal kita berdua.. minumlah"
kata Rasulullah. kata Abu Hurairah: 'minumlah terlebih dahulu ya Rasulullah'
kata Rasulullah: "Tidak, tuan rumah senangtiasa yang terakhir"
"sekarang minumlah engkau". kata Rasulullah.
Maka Beliau pun mengambil mangkuk susu tadi, kata Abu Hurairah: 'telah aku minum sampai puas', Beliaupun beri susu tadi kepada Rasulullah
Baginda saw berkata :"minum lah lagi". Beliaupun minum sekali lagi , maka Abu Hurairah sangat kenyang
Ketahuilah bahwa ketika itu sesudah musim kelaparan...
Jadi bukanlah Abu Hurairah terlalu kenyang, terlalu kenyang hanya menjadi bid'ah jika telah menjadi kebiasaan dan Beliau pun memberi mangkuk tadi, kata Rasulullah: "minumlah lagi" Belaiu pun minum untuk kali ke tiga sampai pada hadnya, sehingga terlalu kenyang
Kata Beliau: 'ya Rasulullah, sungguh aku telah kenyang sampai aku merasakan susu tadi keluar melalui jari jemariku, tidak ada ruang lagi dalam perutku untuk di di isi lagi'
Rasulullah Saw pun tertawa dan berkata: "Sekarang biar aku yang minum"
dan Baginda pun meminum mangkuk susu tadi. Sallahu'alaihi wasalam..
Ini adalah sekilas kisah Hidup Baginda Sallahu 'alaihi wasalam.
Baginda Saw, adalah pemberi Risalah kebenaran, dengan penuh kesabaran ketika dalam keadaan kelaparan baginda menyampaikan Risalah
kita sekarang merasakan nikmat yang merupakan hasil daripada penyampaian nya segala kebaikan timur dan barat adalah hasil perjuangan nya
Baginda adalah pembawa Risalah ini, dan Hal tersebut adalah kedudukan Beliau Saw, Shalawat dan salam keatas Baginda dan keluarganya

Wallahu a'lam
Allahumma sholli 'ala Sayyidina Muhammad wa'ala alihi washobihi wasalim
sumber

Sabtu, 21 November 2015

Kisah Meninggalnya KH. Uzairon Temboro

Hari senin, 21 Juli 2014 bertepatan dengan 23 Ramadhan 1435 H. Setelah 1 bulan lebih akhirnya saya baru memiliki keberanian menulis kronologi wafatnya beliau. Sebelumnya saya masih shock dengan kepergian beliau dari dunia ini.
Senin petang selepas bayan/ceramah bakda Ashar. Beliau masih memimpin musyawarah bersama para ustadz senior dan sesepuh dakwah yang mengurus kegiatan Masjid Markaz.
10menit sebelum adzan, seperti lazimnya kebiasaan beliau. Beliau masuk ke kamarnya yang terletak di samping mihrab imam masjid. Berdzikir dan berdoa menanti azan berbuka puasa. Karena memang berdoa sebelum adzan maghrib itu termasuk waktu mustajabah.
Selepas adzan, beliau memanggil ustadz Salim untuk menemani beliau berbuka puasa/takjil di dalam kamar. Tradisi masjid Markaz ketika bulan puasa, setelah adzan ada jeda 15 menit untuk berbuka puasa lalu baru iqomah.
Setelah mempersilahkan Ust.Salim, beliau lalu meminum kuah sup untuk membatalkan puasa. Setelah meletakkan mangkok, beliau memegang tasbih lalu kepalanya tertunduk.
Ustadz Salim mengira bahwa beliau sedang melanjutkan dzikir yang mungkin tadi sebelum adzan belum selesai.
Setelah 15 menit, Ustadz Salim menjadi salah tingkah karena mengira Kyai masih Dzikir. Dia lalu menyentuh tangan kiri Kyai dengan salam dan telah terasa sangat dingin dan setelah beberapa kali ditepuk masih tak ada jawaban.
Panik, Ust.Salim lalu keluar mihrab. Beliau memanggil Gus Ubaidillah (Adik Beliau) dan beberapa ustad senior yang telah duduk di shof awal menanti Gus Ron keluar mengimami.
Gus Ubaidillah (Gus Beid) segera masuk masuk ke kamar samping mihrab itu diikuti 3 orang. Lalu semuanya menyadari bahwa KH. Uzairon telah meninggal dunia. Air mata kesedihan pun tumpah. Tapi Gus Bed meminta semuanya tetap tenang karena harus menunaikan sholat maghrib berjamaah dulu.
Selepas sholat maghrib, barulah diumumkan bahwa Kyai Uzairon Thoifur Abdillah (Gus Ron) telah wafat. Tumpahlah tangis para jamaah Masjid Markaz yang terdiri dari santri santri beliau, para muktakifin dan jamaah tarekat yang sedang ngaji di rumah beliau.
Allah memanggilnya dalam waktu berbuka puasa untuk menghadiri jamuan berbuka di alam barzah.
Menurut teman saya, Sulaiman Trondol, yang bermukim di Jeddah dan menemani Kyai Gus Ron selama umrah 10 hari awal Ramadhan. Selama di Mekkah, Kyai sudah mengatakan pada murid-murid beliau bahwa masa dia untuk dijemput Izrail telah dekat.

Minggu, 08 November 2015

Sudahkah Hari Ini Kita Menyesal ?

Guru Mulia Al-Habib Umar bin Hafidz:
-- Sudahkah Hari Ini Kita Menyesal ? --
Sebaik-baiknya hal yang ada didalam hati kita pada saat Allah Subhanahu wa Ta'alasedang menatap hati dan batin kita adalah bagi Allah menemukan dalam hati kita penyesalan atas kesalahan dan dosa-dosa kita.
Dan sesungguhnya sebagaimana dalam hadist, orang mukmin dia memandang dosa yang dia lakukan, dosa pribadinya itu bagai gunung yang ada diatas kepalanya yang sewaktu-waktu bisa bisa menimpa dirinya dan membinasakannya. Adapun seorang munafik menganggap dosa yang dia lakukan itu bagaikan lalat yang hinggap dihidungnya yang bisa dia usir kapan waktu.
Wallahu a'lam
Allahumma sholli 'ala Sayyidina Muhammad wa'ala alihi washobihi wasalim

Sabtu, 24 Oktober 2015

Tiga Golongan paling dekat kedudukannya dengan Rasulullah saw

Tiga Golongan Manusia yang paling dicintai dan paling dekat kedudukannya dengan Rasulullah Shallallahu alaihi wa alaa aalihi wasallam pada Yaumil Akhir
Guru Mulia Assayyid AlHabib Umar bin Hafidz:
Kita harus selalu ingat dan mengingatkan satu sama lain bahwa kedekatan kita kepada Rasulullah (Salam dan Rahmat Allah atasnya) dalam kehidupan berikutnya tergantung dengan tingkatan akhlak kita.
Hanya orang yang memiliki akhlak mulia pantas untuk berada di hadapan Pemilik dari akhlak yang mengagumkan (semoga Allāh memberkatinya dan memberinya kedamaian).
"Nabi yang akhlaknya paling mengagumkan, dihormati oleh Yang Maha Pengasih dalam Induk semua Buku"(AlQur'an)
(Syair Imam AlHaddad Yang Tertulis diatas Pintu Makam Rasulullah)
Lihatlah hubungannya dengan ketiga hadis di bawah ini:
"Sesungguhnya yang paling aku cintai di antara kamu dan yang paling dekat duduknya denganku pada hari kiamat, adalah yang paling baik akhlaknya"
Di riwayatkan oleh Imam Ahmad, al-Tabarani, Ibn Hibban, (sahih)
"Orang-orang yang paling dekat denganku pada hari kiamat adalah orang-orang yang memberikan paling banyak sholawat padaku"
al-Tirmidhi dan Ibn Hibban
"Orang-orang yang paling dekat dengan tempat Nabi adalah ulama dan para syuhada. Para ulama membimbing orang lain untuk apa yang di bawa Rasulullah, dan para syuhada mengorbankan hidup mereka untuk itu.
(Abu Nu`aym)
Hati siapapun yang memiliki akhlak yang baik terhubung ke Rasulullah dan Allāh dan hubungan ini mendorong orang tersebut untuk menghabiskan sebagian besar waktunya melimpahkan sholawat atas Rasulullah (semoga Allāh memberkatinya dan memberinya kedamaian). Demikian juga orang yang mencurahkan sholawat yang berlimpah kepadanya akan menerima sebagian dari akhlak mulia Nabi.
Kemudian melalui akhlak dan ilmu pengetahuan Nabi akan diberikan kepadanya sehingga ia mengorbankan diri demi agama dan menyibukkan dirinya menyampaikan dan menjelaskan pesan dan ajaran Nabi Shallallahu alaihi wa alaa aalihi wasallam.
Allahuma soli ala sayidina Muhammad nabiyil umiy wa alihi wa shobihi wa salim

Hakikat Kehidupan dan Kematian

Habibana Munzir bin Fuad Almusawa Alaihi Rahmatullah:
-- Hakikat Kehidupan dan Kematian --
Diriwayatkan dalam riwayat yang tsiqah (kuat) ketika seorang raja mengadakan pesta untuk merayakan kekuasaannya yang semakin luas dan kuat, tentaranya yang semakin banyak, harta yang semakin berlimpah, dan semua yang ia inginkan mampu ia perbuat, maka ia merayakannya dengan pesta dan tidak satu pun yang bisa mengganggunya, maka ketika itu datanglah seseorang ke istana raja itu dan mengetuk pintu.
Maka para penjaga di pintu pertama membukakan pintu, dan orang itu menyampaikan bahwa dia ingin menemui raja, maka penjaga pintu berkata bahwa sang raja lagi mengadakan pesta kemudian mengusirnya. Maka orang itu berpindah ke pintu yang kedua dan mengatakan bahwa ia ingin bertemu raja, penjaga pintu kedua pun berkata hal yang sama, maka orang itu berkata : “aku adalah utusan” namun penjaga pintu kedua tetap mengusirnya, maka ia pun pergi ke pintu yang ketiga dengan mengetuk pintu yang mana ketukan itu seakan membuat guncang seluruh istana dan merobohkan singgasana, ia berkata : “aku adalah malaikat sakaratul maut yang datang untuk mencabut ruh sang raja”.
Maka raja pun sangat terkejut dan ketakutan, karena jika tamu itu telah datang maka tidak seorang pun bisa menolaknya, dan malaikat itu berada di hadapan sang raja, maka raja itu berkata : “aku baru saja akan meneguk minumanku untuk merayakan pesta kemenangan, maka izinkanlah aku untuk meneguk segelas minuman ini, lalu cabutlah nyawaku”, maka malaikat sakaratul maut berkata : “ engkau telah ditentukan untuk wafat sebelum engkau meneguk air ini”.
Maka raja pun terjatuh kemudian dimasukkan ke dalam perut bumi, dan disana dia telah bersama tentara-tentara kematian, mereka yang menjemput ruh dan memisahkannya dengan jasad dan menghantarkannya ke alam barzakh dalam keluhuran atau kehinaan .
Dan ketika ruh seseorang telah berada dalam genggaman tentara kematian, maka di saat itu beruntunglah para pencinta sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.
Jika sudah terlepas dari semua yang kita miliki, dari keluarga, teman dan kerabat lalu ditinggal sendiri di dalam kubur dan ruh telah dibawa oleh pasukan kematian, maka disaat itu tidak ada lagi yang bisa dibanggakan, dan dosa-dosa telah bertumpuk dan siap untuk dipertanyakan dalam keadaan sendiri di alam yang asing, dalam keadaan nasib yang membingungkan,
Maka di saat tidak ada yang lebih bergembira dari mereka yang mencintai nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, mereka dikenal di alam kubur karena para tentara kematian mengenali nama Muhammad Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Sebagaimana ucapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam : “Semua alam semesta mengenal bahwa aku adalah utusan Allah, kecuali pendosa dari kalangan jin dan manusia mereka tidak mengenalku”.
Wallahu a'lam
Allahumma sholli 'ala Sayyidina Muhammad wa'ala alihi washobihi wasalim

Hari Asyura Dimata Aswaja

Al-Habib Ali Al-Jufri :
-- Hari Asyura Dimata Aswaja --
Menurut Ahl al-Sunnah, Hari Asyura adalah hari sukacita karena itu adalah hari keselamatan bagi Sayyidina Musa Alaihissalaam, tetapi selain itu juga Tidak ada keraguan bahwa hari itu juga merupakan hari kesedihan karena hari itu adalah hari di mana Sayyidina Al Husain RA menjadi syahid bersama dengan keluarga nya dan beberapa sahabat dari kaum Ansar.
Pada saat yang sama, asyura adalah hari perayaan karena itu adalah hari kemenangan bagi Sayyidina Al Husain, Bagaimana bisa dibilang kemenangan sedangkan beliau terbunuh? Dikatakan kemenangan karena beliau tetap setia pada prinsip-prinsipnya. Itu adalah kemenangan bagi kebenaran atas musuh yang bersenjata dan kekuatan besar.
Ketika kita berpikir tentang para pembunuhnya, kita akan berpikir tentang nasib malang yang menunggu mereka. Tetapi Ketika kita mengingat Sayyidina Al Husain, hati kita dipenuhi dengan sukacita, cinta dan penghormatan bagi dirinya dan ketabahan nya. Dengan demikian hari kemenangan bagi Sayyidina Al Husain..
Jadi jika kita pada hari asyura bergembira untuk kemenangan Sayyidina Al Husain dan keselamatan Sayyidina Musa maka kita berada di jalan yang benar (tidak keliru).
Namun, adalah wajar juga untuk merasa sedih ketika kita mengingat ketidakadilan besar yang terjadi pada waktu itu. Sebelum meninggal, Sayyidina Husain melihat semua anak-anaknya meninggal terbunuh di depannya, dengan pengecualian Sayyidina Ali Zainal Abidin. Ia juga melihat anak-anak dari Sayyidina al-Hasan, anak-anak dari adiknya Sayyidah Zaynab, dan anak-anak dari sepupunya, Muslim bin Aqil bin Abi Thalib, gugur sebagsi syuhada di depannya.
Ada dua jenis ekstremis, yang keduanya harus ditolak.
Ekstremis yang pertama, kita memiliki orang-orang yang mengatakan bahwa itu adalah hari yang mengerikan di mana tidak ada yang diperbolehkan untuk menunjukkan sukacita dalam bentuk apapun, dan jika ada yang melakukannya berarti mereka adalah pembenci Ahlul Bait. hingga ada golongan orang yang menyerang dan menyiksa diri mereka sendiri dan melakukan tindakan-tindakan lain yang dilarang dalam hukum syariat.
Selain itu, ada juga orang orang yang berpikir bahwa cinta pada Ahlul Bait berarti harus menunjukkan etiket buruk (melaknat) pada Sayyidina Abu Bakar dan Sayyidina Umar RadhiAllahu anhuma. Ini bukan jalan dan cara Ahlul Bait. Sayyidina Ali memiliki anak anak bernama Abu Bakar, Umar dan Utsman. Sayyidina al-Hasan memiliki putra bernama Abu Bakar dan Umar. Sayyidina Al Husain memiliki seorang putra bernama Abu Bakar dan dua orang putra bernama Umar. (Apakah mungkin jika ahlul bait memusuhi mereka, lalu mereka menamakan anak anak mereka > buah hati mereka, dengan nama para musuh?)
Ekstrimis yang kedua: adalah golongan yang mengaku Ahl al-Sunnah, tetapi berani mengklaim bahwa Sayyidina Husain berada di pihak yang salah. Bahkan Mereka memuji Yazid, yang mayoritas ulama Ahl al-Sunnah telah memvonisnya sebagai orang yang korup (fasiq).
Kami percaya bahwa orang-orang yang mengambil bagian dari kedua jalan ekstrem ini telah menyimpang dan sesat, tetapi pada saat yang sama kita tidak boleh dan pernah menganggap atau menuduh mereka sebagai orang kafir.
Jadi apapun pilihan anda, mau bersedih pada hari itu tak mengapa, mau bersuka cita juga baik baik saja.
Kita tidak harus membiarkan hati kita dipenuhi dengan kebencian terhadap para pelaku kejahatan ini, karena Allah akan membawa mereka ke pengadilan Nya yang Maha Adil.
Yang wajib kita lakukan adalah, hati kita harus diisi dengan penghormatan bagi mereka yang mati syahid pada peristiwa karbala.

Saat2 terakhir Sayidina Husein as bagian 2

"Imām Husayn ('aleyh-is-salām) Jatuh ke tanah karena luka2 yang beliau derita karena sabetan2 pedang dan panah2.

Imam Husein yang sama, yang biasanya memanjat di atas leher kakek beliau(sallahualaihi wasalam) saat sujud sholat... baginda Rasul akan membaca tasbih samai 70 kali (dan bukannya 3 kali) hanya agar Husainnya tidak jatuh ke tanah, jika beliau angkat kepala beliau (salllahualaihi wasalam)dari sujud. Seseorang yg sangat dijaga oleh baginda Rasul agar tidak jatuh(ketanah)--- hari ini beliau jatuh dari kuda beliau...

Shimr mendatangi sang imam.

Imam Husein bertanya, "siapa kamu" dia menjawab "Shimr".

Imām Husayn memintanya untuk memperlihatkan dadanya dan melihat belang putih(karena sakit kulit) di dada shmir.

Imam Husein tersenyum dan berkata: " Kakekku berkata benar "Ya Husein! engkau akan syahid oleh anjing yang memiliki belang putih di dada"
'Shimr! Kau telah mencapai tujuan terakhirmu (karena aku akan syahid ditanganmu). Kakekku telah memberitahu padaku tadi malam : " Anakku engkau akan syahid pada hari jumat dan kau akan mencapai kami disaat waktu sholat jumat"

Kemudian beliau bertanya : "Hari apa sekarang?" shmir menjawab, " hari jumat", "waktu apa sekarang?" sanga Imam bertanya ."ini waktu sholat " jawab shmir..

Ini adalah waktuku untuk sholat, biarkan aku bangkit dan bersujud (pada Allah). shmir mundur kebelakang .

Kemudian sayidina Husein berniat dan sujud,

Dan shmir memisahkan kepala suci beliau dengan tubuh beliau Alaihisalam

— Shaykh al-Islām Dr. Muhammad Tāhir al-Qādrī
Allahuma soli ala sayidina Muhammad nabiyil umiy wa alihi wa shobihi wa salim

SUMBER

Saat2 terakhir Sayidina Husein as bagian 1

Imam Husein (as) memasuki medan pertempuran karbala dan 25000 pemanah menembakkan panah mereka. Beberapa ribu prajurit menyerang dengan pedang2 mereka. Beliau di buat menderita oleh Shimr. Air sungai efrat dibendung. semua dipersulit, ribuan kesukaran datang.
Satu persatu Imam Ali Akbar, Imam Ali Asghar dan Imam Qasim bin imam Hasan (As) syahid. Beliau melihat bunga2 dari taman baginda Rasul berguguran (dijalan Allah).
Beliau kirim mereka dalam keadaan hdup dan membawa jenazah mereka kedalam tenda. Beliau menyaksikan semuanya, namun beliau tersenyum(Beliau redha dengan ketetapan Allah) dan kaki beliau tidak goyah.
Saat ini terjadi, bangsa jin datang dengan raja mereka. keadaan menjadi aneh. Sang Raja berkata:
"Asalamualaikum Ya cucu Sang Nabi mulia (sallahualaihi wasalam)! Saya adalah Raja dari bangsa jin, salah satu yang mengambil shahadat melalui tangan ayahmu yang agung Sayyidunā Alī al-Murtadhā ('aleyh-is-salām). Saya datang untuk membalas kebaikan itu. Berilah kami tanda dan kami akan musnahkan pasukan yazid dalam sekejap mata!"
Namun semua itu tidak sebanding dengan kesabaran yang dimiliki imam husein as...
beliau berkata : "Kalian bangsa Jin, tidaklah pantas bagi kalian bertempur dengan manusia. Saya tidak memberi ijin kalian melakukan itu. Jin tidak terlihat (oleh mata manusia), tapi manusia bisa kalian lihat. Kalian bisa menyerang mereka, namun mereka tidak bisa membalas kalian. Saya tidak ingin berperang dengan tidak adil! Saya disini adalah untuk menegakkan keadilan. maka Saya tidak mungkin bertindak tidak adil. Saya disini adalah untuk memastikan hukum dan perintah akan terpelihara--Saya tidak mungkin melawan prinsip ini! Manusia akan bertempur melawan manusia, Pergilah kalian.
Jin berkeras dengan berkata: "dalam Perang badar, malaikat dikirim untuk membantu para sahabat(Ra)!
Imam Husein as menjawab " itu adalah ketetapan dan perintah dari Tuhan ku, Allah! kemudian Imam Husein membubarkan mereka
- Shaykh al-Islām Dr. Muhammad Tāhir al-Qādrī
Allahuma soli ala sayidina Muhammad nabiyil umiy wa alihi wa shobihi wa salim

Minggu, 18 Oktober 2015

Sejarah Baitullah, Ketaqwaan dan Keteguhan Siti Hajar

Habibana Munzir bin Fuad Almusawa Alaihi Rahmatullah:
-- Sejarah Baitullah, Ketaqwaan dan Keteguhan Siti Hajar --
Riwayat Shahih Bukhari tentang sejarah makkah dan sejarah haji yang telah dimulai, dimulai dari mulai zaman NabiAllah Ibrahim Alaihi salaam, bahwa Allah telah memerintahkan sebagaimana riwayat shahih bukhari dalam hadits yang panjang Allah Swt memerintahkan kepada Nabi Ibrahim untuk membawa istinya yaitu Siti Hajar bersama anaknya yaitu Nabi Ismail yang masih bocah di bawa ke makkah al mukaromah.
Di Makkah belum ada penduduknya saat itu masih padang pasir yang sangat kosong tidak ada satu manusia, tidak ada hewan bahkan tidak ada tumbuhan disitu barangkali ada hewan hewan didalam tanah yang berbisa (berupa kalajengking atau lainnya) biasa itu hewan penghuni padang pasir selalu ada. Maka Siti Hajar ditinggal disitu bersama putranya Ismail oleh Nabiyallah Ibrahim alaihi salam, maka berkatalah Siti Hajar wanita sholehah luar biasa, wanita itu konon lebih sering disebut lemah, wanita lebih lemah dari pria.
Namun terbukti bahwa wanita sholehah yang berhati baja sangat membawa keluhuran. Siapa? Siti Hajar alaiha salam salah satu contohnya. Ia ditinggalkan oleh suaminya Nabi Ibrahim bersama bayinya Nabi Ismail alaihi salam.
Maka berkata Siti Hajar :
“Wahai Ibrahim, mau kemana kamu meninggalkan kami?”,
apakah kau akan tinggalkan kami di lembah ini?”,
maka Ibrahim alaihi salam tidak tega menjawab, diam saja dan terus melangkah lalu dikejar oleh Siti Hajar dan berkata :
“wahai Ibrahim kau tinggalkan kami, betul disini? tempat yang tidak ada tempat berteduh sekalipun, apalagi hewan, tumbuhan dan manusia?”
Nabi Ibrahim diam, Siti Hajar bertanya untuk kali yang terakhir,
Ia berkata
“ya Ibrahim, ‘Aaallahu Amaraka bihaadza?, wahai Ibrahim apakah Allah yang memerintahkanmu berbuat ini? meninggalkan kami? Allah yang perintahkan?”,
Nabi Ibrahim berkata “na’am” (betul)
Maka ucapan Siti Hajar ini menjadi cermin bagi semua pria dan wanita yang beriman hingga akhir zaman seraya berkata siti hajar : “idzan Laa yudhayyi’naa”, kalimat singkat ini membuka rahasia keluhuran hidup sepanjang zaman hingga akhir zaman berakhir hingga manusia menghadap Allah. Apa?
“Kalau sudah Allah yang perintah, tidak akan Dia mengecewakan kami”
Itu keyakinan bisa membuat kesuksesan berpuluh ribu tahun tidak akan pernah berakhir, karena kalimat itu membuat kita menjadi abadi di dalam keluhuran. Wafat, keluhurannya abadi dunia dan akhirat. Maka Siti Hajar pun tenang, kalau Allah yang perintah tenang, Subhanallah!!. Kalau kita ditinggal suami atau istri, ditinggal oleh istrinya atau ditinggal oleh suaminya nggak tenang. Ini malah tenang, Allah yang perintah. Seribu suami itu tidak ada artinya dibanding kalau perintah Allah, seribu istri pun tidak ada artinya kalau sudah perintah Allah, semestinya demikian, tapi kan kita tidak semuanya mampu.
Maka Siti Hajar melihat bocah yang masih kecil Nabi Ismail kehausan, naik ke bukit Shofa barangkali ada kafilah yang lewat, barangkali ada yang lewat kafilah bisa minta air, bisa minta makanan tapi tidak ada, masih penasaran naik ke bukit Marwah, lihat kiri kanan depan belakang nggak ada turun lagi, melihat bayinya mulai nangis kehausan, naik lagi ke bukit Shofa sampai tujuh kali, kali yang ke tujuh adalah di bukit Shofa, Shofa Marwah Shofa Marwah Shofa Marwah Shofa, di dekat bukit Shofa ia lihat Jibril alaihissalam, Malaikat Jibril alaihissalam turun dan berkata : 'Jangan kau takut dan jangan kau risau, anak ini dan ayahnya akan membangun Baitullah Ka’bah AlMusyarofah di tempat ini, jangan kau takut.'
Maka keluarlah air dari dekat kakinya Siti Hajar alaihassalam lalu Siti Hajar langsung mendekati air itu dan berkata “zam…. Zam…” yang artinya “berkumpul.. berkumpul..”, sampai sekarang disebut air zam zam. Air itu pun dikumpulkan karena kan tanah, tanah kan kalau kena air berlumpur, jadi dibikin semacam pagar jadi lumpurnya kering sendiri di pinggirnya jadi air itu tidak tumpah kemana – mana dan dibikinkan semacam bukit kecil oleh Siti Hajar alaiha salam. Itu awal nama kalimat zam zam, dari ucapan Siti Hajar “zam zam”, yang artinya “kumpul kumpul” agar airnya tidak tumpah mengalir kemana mana, maka ia pun minum ternyata rasanya lebih lezat dari semua air.
Kita lihat asal muasalnya air zam zam itu darimana. Air itu beda rasanya dengan semua air yang ada di dunia, asal muasalnya dari kalimat “idzan laa yudhayyi’naa” 'kalau Allah yang perintahkan, tidak akan Dia mengecewakan kami.'
Kesabaran dan keteguhan cahaya iman itulah yang membuat air zam zam itu membawa manfaat yang lebih dan juga membawa rasa yang lebih daripada semua air yang ada di muka bumi.
Sebab apa? sebab taqwanya Siti Hajar alaiha salam dan kesabarannya terhadap perintah Allah. Air zam zam jadi air yang paling mulia di dunia, demikian dijelaskan didalam kutubulfuqaha (kitab kitab pembahasan para ahli fiqih),
Namun ada air yang lebih mulia dari air zam zam, tapi kita tidak kebagian, yaitu air yang keluar dari jari – jari Sayyidina Muhammad sholallahu alihi salam, tidak ada bandingannya dengan air yang ada di surga pun, masih lebih mulia air yang keluar dari jari – jari Rasulullah sholallahu alihi salam, karena keluar dari belahan tubuh Sayyidina Muhammad sholallahu alihi salam. Sedangkan Siti Hajar, Nabi Ibrahim, Nabi Ismail dan semua manusia dibawah panji Muhammad Rasulullah sholallahu alihi salam.
Kembali kepada cerita air zam zam ini, sejarah air zam zam. Lalu hadirin – hadirat, kafilah lewat, melewati lembah Makkah, belum ada orang di Makkah belum jadi kampung, belum ada orang masih sepi, saat itu kafilah melihat ada burung, ini burung yang seperti ini menunjukkan ada air dekat sini, kita puluhan tahun lewat sini tidak pernah ada air, demikian riwayat Shahih Bukhari dengan hadits yang panjang.
Maka, ayo coba kita lihat kesebelah situ, dilihat ditemukanlah satu danau kecil yang airnya terus mengalir deras, dipinggirnya duduk seorang wanita bersama bayinya yaitu Siti Hajar dan Nabi Ismail alaihimasshalaat wa alayhimassalaam, maka berkatalah mereka: “wahai ibu, boleh kami minum dari air ini?”, menjawab siti Hajar : “boleh, tapi bukan milik kalian”. Karena di zaman itu kalau bukan miliknya nanti diusir Siti Hajar dari situ, cara mereka di zaman itu. “silahkan minum Tapi bukan milik kalian, minum boleh, ambil semua silahkan, air tidak ada habis – habisnya.
Mereka minum, diberikan minum pada hewan – hewan, mandi, semua mereka memakai air tidak habis – habis, terus keluar, keluar, keluar. Ini air ajaib, kalau begitu kita bikin kampung saja disini, kalau ada air ajaib ini semua orang butuh air, semua orang banyak lewat sini, kafilah, yang mau ke Irag yang mau ke wilayah mana yang lewat di situ banyak, pasti akan berhenti di sini, karna ada danau yang tidak ada habis habisnya dan rasanya berbeda, mulailah mereka membuat perkampungan, itulah sejarah kota Makkah. Jadi Sejarah Kota Makkah itu berasal dari wanita yang shalehah Siti Hajar alaiha salam.
Saudara saudariku yang kumuliakan,
Saya kembali kepada kalimat “idzan laa yudhayyi’naa” kalau Allah yang perintahkan, tidak akan Dia mengecewakan kami.”, jadilah kota Makkah, jadilah air Zam zam, jadilah Shofa dan Marwah itu harus di lewati dari rukun haji, bolak balik melewati langkah kaki kesabaran Siti Hajar alaihassalam, untuk menyelamatkan Nabi Ismail dari Shofa marwa Shofa Marwa bulak balik 7 kali itu menjadi rukun Haji.
Untuk mengambil keberkahan yang di perbuat Siti Hajar alaiha salam. Kemudian Siti Hajar makin lanjut usia dan Nabi Ismail juga semakin dewasa lalu menikah, setelah menikah maka Siti Hajar alaiha salam wafat, berkatalah Siti Hajar alaiha salam “hai anakku Ismail, nanti ayahmu akan datang, dulu saat kau masih bayi, aku di datangi Jibril saat mencari air sampai di bukit Shofa bertemu Jibril, kata Jibril engkau dan ayahmu akan membangun Baitullah di sini, kalau ayahmu datang nanti aku sudah wafat sampaikan salamku padanya dan engkau akan membangun Baitullah bersama ayahmu”.
Tidak lama datanglah Nabiyullah Ibrahim yang sudah lanjut usia, berjumpa dengan Nabi Ismail dan mereka saling berpelukan, kembali saling kenal karena keduanya adalah Rasul nya Allah subhanahu wata’ala.
Maka berkatalah Nabi Ibrahim :“kemana ibu?”, “ibu sudah wafat ayah”. “iya kita di perintah untuk membangun Baitullah di sini”
Merekapun membangun Baitullah.
Wallahu a'lam
Allahumma sholli 'ala Sayyidina Muhammad wa'ala alihi washobihi wasalim

Sabtu, 17 Oktober 2015

Tausiyah Didepan Rakyat Cechnya Dalam Demonstrasi Menentang Pelecehan kepada Rasulullah

Al-Habib Ali Al-Jufri :
-- Tausiyah Didepan Rakyat Cechnya Dalam Demonstrasi Menentang Pelecehan kepada Rasulullah --
Assolatu wassalamu alaika ya sayyidi ya Rosulullah..
Assolatu wassalamu alaika ya sayyidi ya Rosulullah..
Assolatu wassalamu alaika ya sayyidi ya Rosulullah..
Dari tanah yang hati-hati penduduknya merindu berada disampingmu
Assolatu wassalamu alaika ya sayyidi ya Rosulullah..
dari sisi kaum yang mereka beriman dan mencitai mu padahal mereka belum pernah melihatmu namun hati mereka, anak anak, serta jiwa mereka, nyawa dan juga harta mereka menjadi tebusan terhadap
jejakmu wahai Rasulullah..
Assolatu wassalamu alaika ya sayyidi ya Rosulullah...
Wahai yang mengikat perutnya dengan batu disebabkan rasa lapar, sehingga kami dilahirkan dengan lisan kami menyebut
"Tiada Tuhan selain Allah"
Assolatu wassalamu alaika ya sayyidi ya Rosulullah...
Wahai engkau yang dipukuli, engkau yang diperangi dan ditaruh kotoran di atas dua pundakmu, padahal engkau adalah makhluk yang paling suci di alam ini, engkau dilempari batu hingga darah bercucuran dari kedia tumitmu yang mulia itu, hanya agar kami dilahirkan dengan mengucapkan "Tiada Tuhan selain Allah"
Assolatu wassalamu alaika ya sayyidi ya Rosulullah...
Wahai engkau yang malaikat gunung meminta izin kepadamu untuk menimpakan dua buah gunung terhadap orang-orang yang menzolimi dan menyakitimu lalu engkau katakan : "Jangan, sesungghunya aku berharap daripada anak keturunan mereka nantinya muncul orang yang mengatakan "Tiada Tuhan selain Allah"
Assolatu wassalamu alaika ya sayyidi ya Rosulullah...
wahai nanti engkau yang nanti akan datang di hari kiamat, padahal para Rasul, para Nabi, dan umat umat seluruhnya setiap orang mengatakan (selamatkan) "diriku, diriku".
Lalu engkau bersujud di bawah Arsy Allah dan engkau pun mengatakan:
"Tuhanku aku tidak meminta untuk diriku, tidak pula Fatimah anakku, bukan pula 'Abbas pamanku , bukan pula Shofiyah bibiku, akan tetapi (aku meminta selamatkanlah) umatku, umatku.. !
Assolatu wassalamu alaika ya sayyidi ya Rosulullah...
inilah dia umatmu yang engkau cintai , inilah umatmu yang engkau rindukan, inilah umatmu yang mengikuti dengan perjuanganmu, diantara kami ada ahli maksiat diantara kami ada pendosa , diantara kami ada yang lalai, namun disaat seseorang menghina sandalmu yang engkau pakai, orang yang maksiat diantara kami bergegeas sebelum orang orang yang taat menyerahkan nyawanya sebagai tebusan.
Assolatu wassalamu alaika ya sayyidi ya Rosulullah...
sesungguhnya mereka (yang menghina Rasulullah) keluar dari dasar hati mereka yang gelap, mereka tidak mengenalmu mereka tidak mengetahui kemualiaanmu, mereka tidak mengetahui kedudukanmu gelapnya hati hati mereka menjadi penghalang antara mereka dan antara melihat terangnya cahayamu yang menyinari alam ini
Assolatu wassalamu alaika ya sayyidi ya Rosulullah...
setiap orang dari kami mengetahui kemuliaanmu disisi Allah, sedangkankan mereka tidak mengetahui kedudukanmu di hati hati kami, mereka tidak mengetahui apa makna cinta umat Sayyidina Muhammad kepada Sayyidina Muhammad.
Mereka belum mendengar kisah Samra' (binti Qais) yang terbunuh kedua orang anaknya saat berjihad bersamamu melawan musuh musuhmu lalu datang seorang yang menguatkannya dia mengatakan kepada Samra' binti Qois: "bersabar dan bertahanlah di sisi Allah, sungguh telah dibunuh dan telah syahid kedua anakmu", lalu samra' mengatakan: "apa yang dilakukan oleh Rasulullah?"
Para Sahabat mengatakan :"Rasulullah dalam keadaan baik baik saja seperti yang engkau harapkan", Samra' berkata: "perlihatkan kepadaku, sampai aku benar benar melihatnya"
Assolatu wassalamu alaika ya sayyidi ya Rosulullah...
dengan wajahmu yang bercahaya dan lebih terang dari matahari engkau mendatangi wanita itu (Samra' binti Qois) untuk menguatkannya, engkaupun mengatakan kepadanya:
"Bersabarlah wahai Samra', sesungghunya Allah telah memuliakan kedua anakmu dengan Syahid", Samra' pun melihatmu wahai Rasulullah dan diapun melihat debu perjalanan yang menempel di wajahmu yang mulia itu diapun berkata: " Ya Rasulullah... Demi Allah !!!, sungguh melihat debu debu di wajahmu, lebih berat bagiku, dari terbunuhnya dua orang anakku"
Assolatu wassalamu alaika ya sayyidi ya Rosulullah..
kami umatmu memohon maaf kepadamu, kami meminta maaf, kamilanh yang kurang dalam memenuhi hakmu kamilah yang tidak menghidupkan Sunnahmu, kamilah yang tidak menjaga Akhlakmu wahai Sayyidina Rasulullah, mereka tidak sedang menggambakanmu, engkau lebih terang cahayanya dari cahaya matahari. tetapi perbuatan kamilah yang mereka gambarkan !!!
Assolatu wassalamu alaika ya sayyidi ya Rosulullah...
kami disini bukan untuk meminta kemaafan bagi mereka, perbuatan mereka amat keji, tidak ada maaf terhadap hal itu, namun ini adalah permohonan maaf dari kekurangan kami wahai Rasulullah... dan merupakan janji kami wahai Rasulullah
Wahai Rasulullah.. kami semua dalah umatmu, kami mecintaimu sebelum kami melihatmu, hati kami terbakar terhadap perbuatan lancang terhadapmu dari orang yang tidak mengenal kemuliaanmu, hati kami terbakar dari beberapa kaum yang berbuat lancang terhadapmu sedangkan mereka tidak mengetahui kemuliaanmu.
Hati hati kami terbakar dari beberapa kaum dari umatmu, mereka membunuh dari beberapa kelompok orang dari umatmu yang membunuh wanita dan juga anak anak.
Wahai Rasulullah, kami berlepas diri dari mereka (yang pertama) dan juga dari mereka (yang kedua)
Dan kami membuat perjanjian kepadamu wahai Rasulullah untuk bertaubat,
kami bertaubat kepada Allah...
kami bertaubat kepada Allah...
kami bertaubat kepada Allah...
Wallahu a'lam
Allahumma sholli 'ala Sayyidina Muhammad wa'ala alihi washobihi wasalim

Kisah Kemurahan Hati Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani (tentang 40 kuda)

Kisah Kemurahan Hati Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani:
Sulton Aulia (Rajanya Para Aulia) Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani Selain Memiliki Ilmu Agama yang dalam, karomah dari Allah dan terutama Hati yang bersih bebas dari kebencian
Suatu waktu ada seorang yang ingin bertamu ke rumah Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani, saat mendekati kediaman Beliau, orang itu melihat 40 ekor kuda yang semuanya memiliki pelana terbuat dari emas dan memakai kelambu surta, karena melihat hal tersebut orang tersebut tidak jadi bertamu ke rumah Syeikh Abdul Qadir AlJailani karena dalam pikirannya menganggap Beliau cinta dunia, lalu pindah haluan kerumah tentangga Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani yang merupakan seorang Ulama.
Keesokan hari orang tersebut pulang ke rumahnya dan selang beberapa bulan orang tersebut menderita penyakit, setelah ke para tabib atau Ulama hikmah, obatnya adalah hati kuda yang ciri cirinya menunjukan kuda kepunyaan Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani yang dia lihat waktu lalu.
Orang tersebut malu untuk bertemu dengan Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani karena sempat berfikiran buruk keapda Beliau, para ulama yang lain mengetahui bahwa Syaikh Abdul Qadir Aljailani memiliki sifat dermawan dan penyayang. Atas saran tersebut maka para Tabib berserta orang tersebut menuju ke rumah Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani.
Saat sampai orang tersebut ke kediaman sebelum terucap satu patah katapun secara langsung Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani berkata: "Saya sengaja memelihara 40 kuda itu untuk obat mu dan pelana kuda yang terbuat dari emas tersebut untuk bayaran para tabib"
"Akhirnya setiap harinya disemblihlah kuda tersebut dan hatinya diambil sebagai obat bagi orang tersebut, dan terus berlanjut sampai 40 kudanya habis dan orang tersebut sembuh total."
Setelah itu Mursyid saya tersebut berkata:
Jangan suudzon kepada wali Allah dan karena para Wali Allah tersebut memiliki hati yang bersih dan rasa kasih sayang yang kuat (bebas dari semua prasangka buruk kita)
Wallahu a'lam
Allahumma sholli 'ala Sayyidina Muhammad wa'ala alihi washobihi wasalim

Perbedaan antara orang beriman dan tidak beriman

Guru Mulia Habib Umar bin Hafidz :
Perbedaan antara orang beriman dan tidak beriman
Orang yg tidak beriman, mungkin memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan non psikis anak. Mereka mementingkan kondisi ekonomi, pakaian, gedung, jalanan dan segala bentuk fisik. Tetapi perhatian mereka tidaklah mencapai jiwa, kecuali hanay tepinya saja, yang mereka dapati dalam kehidupan psikologi atau hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan bermasyarakat yang hanya bermanfaat bagi fisik. Terkadang mereka sadar memperhatikan jiwa seseorang, tetapi kesadaran itu sangat lemah sekali. karena itu Allah menyeru orang-orang beriman dalam firmannya
"
."Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri.” (Qs. al-Hasyr: 19 )
Jika manusia melupakan jiwa mereka sendiri, walaupun mereka memperbaiki faktor eksternal(segala sesuatu yg diluar), maka hal itu tidak akan memberi manfaat sebenarnya, karena mereka hanya perbaiki selain mereka(segala hal lahir itu bukanlah diri kita).
dalam hal ini kita juga dapat ambil isyarat dari firman Allah:
“Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya," (Al- Kahfi: 7)
Allah tidak katakan sebagai perhiasan untuk kalian, melainkan untuknya(orang2 yg tidak beriman). Dari ayat ini kita tahu bahwa segala sesuatu yang ada dibumi ini hanyalah perhiasa bagi orang yang tidak beriman, sedangkan kita akan meninggalkan bumi ini.
Jika kita akan meninggalkan bumi yang merupakan perhiasan, lalu setelah itu apakah perhiasan yang kita miliki dan pakai?
Segala sesuatu yang tidak abadi tidak dianggap sebagai perhiasan bagi orang2 yg beriman.
Pandangan orang beriman berpola sebagai berikut: segala sesuatu yg punah difungsikan untuk yang abadi, segala sesuatu yang akan punah difungsikan sebagai alat menuai hakikat kebahagiaan yang abadi dan kekal. Ini adalah perbedaan yang tipis sekali antara orang beriman dan tidak.....
Allahuma soli ala sayidina Muhammad nabiyil umiy wa alihi wa shobihi wa salim

Tentang adanya fitnah

Syekh Said Ramadlan al-Bouthy:
"Jika dalam keadaan aman dan sejahtera jauh dari fitnah, yang patut dikedepankan adalah meminta perlindungan dari Allah dari fitnah. Namun, ketika fitnah sudah menghampiri, seorang muslim pasti tahu bahwa dibalik itu ada hikmah. Nampak fitnah dan musibah , padahal sebenarnya itu anugerah yang tersembunyi."
Wallahu a'lam
Allahumma sholli 'ala Sayyidina Muhammad wa'ala alihi washobihi wasalim

Rindu Nabi Rindu Allah

Guru Mulia Habib Umar bin Hafidz
“Jika seseorang sudah bisa merindukan Rasulullah saw, bagaimana mungkin ia tidak merindukan Allah swt, sedangkan yang ia rindukan ialah manusia yang paling dirindukan Allah swt”
Kerinduan seseorang kepada sang Nabi saw telah di dahului oleh kerinduan beliau saw terhadapnya
Sebagaimana di riwayatkan di dalam riwayat yang tsiqah bahwa "Rasulullah s.a.w ketika sedang duduk bersama para sahabat berkata “Aku rindu… aku rindu…”,
para sahabat bertanya kepada beliau Saw,
“Siapakah gerangan yang engkau rindukan itu ya Rasulullah?”
“Aku rindu kepada saudara-saudaraku..”, jawab beliau Saw
“Bukankah kami ini saudara-mu ya Rasulullah?”, tanya para sahabat.
“Kalian sahabat-sahabatku dan aku mencintai kalian, namun aku sangat rindu kepada saudara-saudaraku”, jawab Rasulullah Saw.
Sahabat semakin penasaran dan sekali lagi bertanya kepada beliau Saw
“Ya Rasulullah, siapakah gerangan mereka yang engkau panggil dengan sebutan ‘saudaramu’ dan engkau sangat rindukan itu?”
Rasulullah Saww menjawab, “Mereka adalah umatku kelak, yang mana mereka belum pernah melihat wajahku, belum pernah bertemu denganku, belum pernah berbincang-bincang denganku, tetapi mereka sangat merindukanku dengan tulus, ikhlas dan penuh rasa hormat kepadaku, mereka adalah orang-orang yang melanjutkan perjuanganku dan tidak jarang pula mereka meneteskan air mata karena menahan rindu yang sangat kepadaku, aku rindu kepada mereka dan aku ingin bertemu dengan mereka…”
wallahualam
Allahuma soli ala sayidina muhammad nabiyil umiy wa alihi wa shobihi wa salim

jalannya Sayyidina Muhammad

Guru Mulia Habib Umar bin Hafidz:" Wahai Ummat..! Ketahuilah bahwa jalannya Sayyidina Muhammad, dan jalannya keluarga beliau, juga jalannya para Ahlul Bayt adalah jalan penuh kesucian, jalan penuh kelembutan, jalan penuh kecintaan, jalan penuh tangis dan Taqwa, jalan penuh tawadhu, maka barangsiapa yang mencoba memalingkan kepada jalan caci-maki dan kebencian, jalan dendam dan permusuhan maka mereka semua adalah para penipu dan pengkhianat Ummat..!"
Allahuma soli ala sayidina Muhammad nabiyil umiy wa alihi wa shobihi wa salim

Minggu, 20 September 2015

Jangan Mudah Memvonis Tapi Ketahui Ilmunya

Habibana Munzir bin Fuad Almusawa Alaihi Rahmatullah:
-- Jangan Mudah Memvonis Tapi Ketahui Ilmunya --
Para Ulama tidak terlalu suka membahas tauhid terlalu dalam mereka menyebut tauhid adalah ilmu sehari, dipahami sehari selesai
Kalau seandainya masing masing (ilmu) mempunyai derajadnya kalau yang paling singkat itu ilmu tauhid, paling gampang tapi ada awalnya tapi tidak pernah ada akhirnya
Syahadat itu kesaksian. kesaksian disini adalah bukan sembarang kesaksian jadi tidak diterima Islam seseorang
jika seorang itu Islam dan menjadi murtad kalau mengakui tiada Tuhan selain Allah, kalau seandainya dia mengakui ada tuhan selain Allah maka tentunya dia murtad.
Tapi (yang dimaksud) Tuhan yang disembah, jangan cepat seperti sekarang
tapi perlu kita bahas sedikit agar kita jangan sembarangan mengucapkan Syirik kepada orang yang berbuat suatu hal yang mungkin bertentangan dengan Syariat padahal kita mungkin tidak tau bahwa perbuatan itu justru Syariah, seperti mandi tujuh sumur , orang orang mandi tujuh sumur dibilang "ah Syirik", "kejawen syirik"
Ini Sunnah Sayyidina Muhammad Saw, riwayat Sahih Bukhari Rasul meminta air dari 7 girbah yang berbeda namun Imam Ibnu Hajar Asqolani di dalam fathul barri bisyarah Sahih Bukhari menjelaskan bahwa Rasulullah bukan meminta dari 7 girbah tapi minta dari 7 sumur riwayatnya tsiqah dan sahih dijelaskan oleh Imam Ibnu Hajar Asqolani.
Tidak akan datang hari kiamat sebelum Sunnah dikatakan bid'ah dan yang bid'ah dikatakan Sunnah, yang soleh dikatakan toleh yang toleh dikatakan soleh. yang kafir dikatakan sebagai siddiq dan yang siddiq Ahlu siddiq dikatakan sebagai jahil.
tidak akan datang hari kiamat sebelum orang orang mengatakan yang sunnah itu bid'ah, yang bid'ah itu justru sunnah terbalik kedudukannya , orang yang soleh dibilang tukang sihir "baca bacain air bla bla bla bla, mau ngapain?" Itu Sunnah Sayydina Muhammad.
Rasul Saw dan para Sahabat setiap subuh dalam riwayat sahih muslim penuh bejana bejana air di sebelum keluarnya Nabi dari pada melakukan sholat subuh , selesai sholat subuh Nabi Saw hanya melewatkan tangannya pada semua air itu dan mereka meminumnya, tabarukan keberkahan daripada Doa Sayyidina Muhammad Saw
'Itu kan Nabi" bukan hanya Nabi , para Sahabat obati kafir pada suatu perjalanan.
Seorang pimpinan kabilah non Muslim sakit, Riwayat Sahih Bukhari para Sahabat datang dan tidak disambut ditempat itu karena berbeda gerbang (beda keyakinan), tapi mereka merasa ini orang mukanya baik baik "hei terus terang saja kami tidak setuju dengan apa yang kalian bawa, tapi pimpinan kami, kepala suku kami lagi sakit kalian bisa ngobati gak?" .
Sahabat saling mandang emangnya kita dukun, dikira dukun kali ya udah kita coba aja , bukan coba jadi dukun, ya kita coba aja baca surah Alfatihah di bejana air ditiupkan dihembuskan lalu diberikan, sembuh dengan izin Allah SWT
Non Muslim sembuh dengan doa seorang mukmin, bukan Nabi.
Dikabarkan kepada Nabi (tentang hal tadi), Nabi Saw setuju dan gembira bahkan hadiah yang diberikan kepada mereka ini mereka masi segan, diberikan berapa ekor kambing mereka masi segan untuk memakannya "ini kambing jangan jangan bayaran untuk dukun, kita kan bukan dukun" akhirnya Nabi Saw (bersabda) "semblih dan bagikan aku bagian sedikit darinya" Salallau 'alaihi wasalam
Rasulullah Saw tidak butuh bagian tapi Beliau Saw ingin menenangkan perasaan, kerisauan dan keraguan dari para Sahabat.
Wallahu a'lam
Allahumma sholli 'ala Sayyidina Muhammad wa'ala alihi washobihi wasalim
sumber

Makna Perbuatan yang dilakukan adalah untuk diri sendiri

saidina Ali r.a. berkata, “Saya tidak pernah berbuat baik kepada siapa pun dan saya tidak pernah berbuat jahat terhadap siapa pun.
Karena Allah Swt. berfirman, ‘Siapa yang mengerjakan amal yang saleh maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan siapa yang berbuat jahat maka (dosanya) atas dirinya sendiri; dan sekali-kali tidaklah Tuhanmu menganiaya hamba-hamba-(Nya).’(Q.S. Fushshilat [41]: 46)
Artinya, jika saya berbuat baik kepada seseorang, berarti saya telah berbuat baik kepada diriku sendiri dan jika saya berbuat jahat kepada orang lain, berarti saya telah berbuat jahat kepada diriku sendiri.”
sumber

Salah Satu Sunnah Rasulullah Saw

Habib Idrus Bin Muhammad Alaydrus (Majelis Rasulullah Jawa Timur) :
-- Salah Satu Sunnah Rasulullah Saw --
Rasulullah saw bukan karakter pencaci, bukan mengadu domba :
“saya diutus oleh Allah swt bukan untuk pencaci”
Anda dicaci maki orang kemudian anda balas lagi, tidak, jangan dibalas lagi. Balas dengan lantunan yang baik, dengan kata-kata yang paling baik. Jangan anda mentang-mentang kita diomongin orang anda sudah menyerah “kan saya begini saya seperti itu”.
Rasulullah saw aja yang sedemikian mulianya dibenci oleh pamanya abu lahab, abu jahal, tetapi begitu mulianya dan akhlaknya Rasulullah saw itu setiap dibaca daripada surat ‘tabbat yada abi lahabiw watab’ (Surah Al-Lahab) itu Rasulullah marah.
“Hai kenapa engkau baca surat ini nggak ada surat yang lain, baca surat yang lain jangan dibaca surat itu, itu surat itu mencela pamanku saya nggak mau pamanku dicela apalagi engkau yang baca “
Padahal itu firmanNya Allah swt, karena terdapat di dalam hati Rasulullah saw begitu mulianya sehingga beliau tidak rela jikalau ada seseorang yang mengulang-ulang daripada bacaan surat Tabbat Yada, nggak boleh Rasulullah marah, baca yang lain, baca surat yang lain, karena kenapa?
Karena dimiliki oleh Rasulullah saw hati yang begitu mulia, tidak tercerminkan hati yang buruk. Kalau kita mungkin sebaliknya ada orang mencaci maki kita, kita balas lagi, ada orang mencaci kita, kita balas lagi, jangan seperti itu berikanlah akhlaknya nabi Muhammad saw.
Wallahu a'lam
Allahumma sholli 'ala Sayyidina Muhammad wa'ala alihi washobihi wasalim
sumber

Bagaimana Perhatian Kita Terhadap Rumah Allah ?

Al-Habib Ali Zaenal Abidin Al Hamid:
-- Bagaimana Perhatian Kita Terhadap Rumah Allah ? --
Keperluan asas terdiri daripada makanan dan minuman, pakaian, dan rumah kita. Ini keperluan asas yang diperlukan semua manusia. Manusia dalam memenuhi keperluan asasnya pelbagai cara untuk mendapatkanya.
Dalam mendapatkan keperluan asas Rumah, manusia kalau mencari rumah, akan mencari tempat stratergik, yang selesa dan aman. Bila sudah dapat rumah itu, maka akan membuat dekorasi yang cantik untuk menghiasi rumahnya. Meletakkan sesuatu yang sesuai sehingga sempurna.
Manusia perlu kepada rumah dan rumah itu akan dijaga oleh tuan punya rumah sendiri. Begitu juga dengan Allah, Allah juga punya rumah. Kita diperintahkan untuk menjaga rumah Allah lebih dari kita menjaga rumah kita sendiri.
Menjaga rumah Allah lebih utama dari menjaga rumah kita. Bukan beererti Allah memerlukan rumah seperti kita, Tuhan tak perlu kepada apa apa dari Makhluk. Allah Tuhan, tak sama dengan makhluknya. Rumah Allah dalam bentuk tempat ibadah. Seperi masjid, surau, musolla, atau apapun jua namanya.
Didalam Al Quran, Allah berfirman
وَإِذْ جَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَابَةً لِلنَّاسِ وَأَمْنًا وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى ۖ وَعَهِدْنَا إِلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ أَنْ طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْعَاكِفِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ
Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat solat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: "bersihkanlah rumahKu untuk orang-orang yang thawaf, yang i'tikaf, yang ruku' dan yang sujud".
Allah mengambil janji dari Nabi Ibrahim & Ismail untuk sucikan rumah Allah,( Baitullah ) yang dimaksudkan Kaabah, masjidil Haram. Untuk orang yang datang untuk thawaf,i'tikaf, ruku' dan sujud, untuk beribadah yang datang dari jauh, untuk disediakan keselesaan untuk mereka. Ini rumah Allah yang pertama dibina, Allah lantik AJKnya Nabi ibrahim dan Nabi Ismail untuk menjaga rumah Allah.
Madjidil aqsa, Allah lantik beberapa anbiya', Nabi Sulaiman, Nabi Zakaria, Nabi Yaakub Dan beberapa para Anbiya' dari Bani Israel. dan antara yang pernah menjadi Imam tetap disana termasuk Imran, ayah Siti Maryam.
Allah lantik Nabi Muhammad untuk menjadi bukan hanya menjadi Imam, tapi menjadi orang yang bertugas untuk membangunkan rumah Allah di Masjid Nabawi.
3 masjid diatas muka bumi yang dikatakan rumah Allah, dijaga oleh bukan sebarangan orang. Bukan calang² orang yang dilantik Allah untuk menjaga hak Allah. Bermakna, Rumah Allah lebih berhak untuk dijaga berbanding rumah sendiri.
Wallahu a'lam
Allahumma sholli 'ala Sayyidina Muhammad wa'ala alihi washobihi wasalim
sumber