AL HABIB UMAR BIN HAFIDZ :
============================
SEKARANG DIALAM BARZAKH SAJA, BANYAK SEKALI YANG SEDANG MENJERIT-JERIT MINTA KIAMAT DIPERCEPAT, KARENA MEREKA TIDAK SANGGUP DENGAN SIKSAANNYA...
Guru Mulia Al Habib Umar bin Hafidz berkata :
"Banyak orang yang meninggalkan shalat dan juga shalatnya
bolong-bolong...Tahukah engkau, bahwa satu kali meninggalkan shalat,
Malaikat pasti menyiksa ibu dan bapakmu dialam Barzakh dan jika engkau
tidak melakukan shalat lima waktu, maka Malaikat berkata kepada kedua
orang tuamu, "Inilah kiriman siksaan pedih dari anakmu yang meninggalkan
shalat!"
Lebih tegas lagi Habib Umar bin Hafidz bekata :
"Jangan pernah meninggalkan shalat...Masih banyak jutaan orang didalam
kubur ingin hidup kembali untuk bertaubat, apalagi kelak di
Neraka...Sekarang di alam Barzakh saja, banyak sekali yang sedang
menjerit-jerit minta kiamat dipercepat karena mereka tidak sanggup
dengan siksaannya diakhirat/Alam Barzakh...Peliharalah keluargamu dari
api Neraka".
Selama kita hidup didunia, wajib kita untuk memberi
contoh dan mengajari anak-anak kita untuk shalat...Awal mula yang akan
dihisab kepada seorang hamba dihari kiamat adalah shalatnya, apabila
baik shalatnya maka baiklah seluruh amal ibadahnya yang lain...Begitu
juga sebaliknya...
Allahumma Shalli 'Alaa Sayyidina Muhammad Wa 'Alaa Aali Sayyidina Muhammad.
sumber
Tampilkan postingan dengan label Pecinta Riyaadhul Jannah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pecinta Riyaadhul Jannah. Tampilkan semua postingan
Selasa, 17 Januari 2017
Senin, 26 Desember 2016
BERANGAN-ANGAN TENTANG KEMATIAN
Alloh SWT berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan kepada Alloh dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Alloh beserta orang-orang yang sabar."
(Q.S. Al-Baqarah: 153).
(Q.S. Al-Baqarah: 153).
Dari Anas bin Malik ra meriwayatkan bahwa Rosululloh SAW bersabda, “Janganlah salah seorang diantara kalian mengangan-angankan datangnya kematian karena musibah yang menimpanya. Dan sekiranya ia memang harus mengharapkannya, hendaklah ia berdoa, ‘Ya Alloh, teruskanlah hidupku ini sekiranya hidup itu lebih baik untukku. Dan wafatkanlah aku, sekiranya itu lebih baik bagiku.” (HR. Bukhari Muslim).
Maka kita jangan berputus asa! Harapan selalu ada hingga kematian tiba.
Kuatkan jiwa kita dengan sholat n do'a Karena doa adalah senjata paling dahsyat yang telah diwasiatkan Rosululloh bagi orang yang beriman.
Kuatkan jiwa kita dengan sholat n do'a Karena doa adalah senjata paling dahsyat yang telah diwasiatkan Rosululloh bagi orang yang beriman.
Wallohua'lam....
SATU AMALAN YANG PAHALANYA LUAR BIASA
(Guru Mulia Al Alim Al Allamah Al Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz Bin Syech Abu bakar bin Salim )
------------------------------
Kadang-kadang bangun malam(sholat tahajjud) dan puasa sunnah malas,
tapi derajat di surga ingin paling tinggi.
.
Namun, kita yang malas bangun malam dan puasa sunnah masih ada kesempatan untuk mendapatkan ridho Allah SWT dan menempati surga paling tinggi.
.
Caranya perbanyaklah membaca sholawat kepada Rasulullah SAW dan disertai juga berdoa untuk bisa mengerjakan bangun malam dan puasa sunnah.
.
Dengan memperbanyak bacaan sholawat inilah Allah akan menurunkan rohmatnya kepada pembaca sholawat.
.
Kalau orang mendapatkan rohmat Allah, maka ia akan mudah sekali bangun malam dan puasa sunnah.
.
Syaikh Ibnu 'Athoillah As-Sakandari berkata tentang keutamaan membaca sholawat:
.
من فاته كثرة الصيام والقيام
.
Barang siapa yang luput kepadanya banyak puasa sunnah dan bangun malam
.
فليشتغل بالصلاة على رسول الله صلى الله عليه وسلم
.
Maka hendaklah ia menyibukkan dengan membaca sholawat kepada Rasulullah SAW
.
فانك لو فعلت فى جميع عمرك كل طاعة ثم صلى الله عليك صلاة واحدة
.
Karena sesungguhnya kamu kalau mengerjakan semua ketaatan dalam semua usiamu, kemuadian Allah bersholawat(memberikan rohmat) kepadamu dengan satu kali bersholawat
.
رجحت تلك الصلاة الواحدة منه على كل ما عملته فى عمرك من جميع الطاعات
.
Maka lebih berat satu sholawat dari Allah di bandingkan setiap ketaatan yang engkau kerjakan dari semua ketaatan dalam usiamu
.
لأنك تصلى على قدر وسعك وهو يصلى عليك على حسب ربوبيته وكرمه
.
Karena sesungguhnya kamu bersholawat menurut kadar kekuatanmu sedangkan Allah bersholawat kepadamu(memberikan rohmat) menurut kadar ketuhanan dan kedermawanannya.
.
Satu kali sholawat(limpahan rohmat) saja dari Allah bisa mengungguli semua ketaatan kita, apalagi dua, tiga kali sholawat dari Allah kepada kita, sedangkan Rasulullah SAW bersabda:
.
من صلى على واحدة صلى الله عليه عشرا. رواه مسلم،ابو داود،النسائ وابن حبان
.
Artinya: “Barang siapa bersholawat kepadaku dengan satu kali sholawat, maka Allah bersholawat kepadanya(memberikan rohmat kepada pembaca sholawat) dengan sepuluh kali sholawat.” (HR. Muslim, Abu Daud, An-Nasai dan Ibnu Majah)
sumber
------------------------------
Kadang-kadang bangun malam(sholat tahajjud) dan puasa sunnah malas,
tapi derajat di surga ingin paling tinggi.
.
Namun, kita yang malas bangun malam dan puasa sunnah masih ada kesempatan untuk mendapatkan ridho Allah SWT dan menempati surga paling tinggi.
.
Caranya perbanyaklah membaca sholawat kepada Rasulullah SAW dan disertai juga berdoa untuk bisa mengerjakan bangun malam dan puasa sunnah.
.
Dengan memperbanyak bacaan sholawat inilah Allah akan menurunkan rohmatnya kepada pembaca sholawat.
.
Kalau orang mendapatkan rohmat Allah, maka ia akan mudah sekali bangun malam dan puasa sunnah.
.
Syaikh Ibnu 'Athoillah As-Sakandari berkata tentang keutamaan membaca sholawat:
.
من فاته كثرة الصيام والقيام
.
Barang siapa yang luput kepadanya banyak puasa sunnah dan bangun malam
.
فليشتغل بالصلاة على رسول الله صلى الله عليه وسلم
.
Maka hendaklah ia menyibukkan dengan membaca sholawat kepada Rasulullah SAW
.
فانك لو فعلت فى جميع عمرك كل طاعة ثم صلى الله عليك صلاة واحدة
.
Karena sesungguhnya kamu kalau mengerjakan semua ketaatan dalam semua usiamu, kemuadian Allah bersholawat(memberikan rohmat) kepadamu dengan satu kali bersholawat
.
رجحت تلك الصلاة الواحدة منه على كل ما عملته فى عمرك من جميع الطاعات
.
Maka lebih berat satu sholawat dari Allah di bandingkan setiap ketaatan yang engkau kerjakan dari semua ketaatan dalam usiamu
.
لأنك تصلى على قدر وسعك وهو يصلى عليك على حسب ربوبيته وكرمه
.
Karena sesungguhnya kamu bersholawat menurut kadar kekuatanmu sedangkan Allah bersholawat kepadamu(memberikan rohmat) menurut kadar ketuhanan dan kedermawanannya.
.
Satu kali sholawat(limpahan rohmat) saja dari Allah bisa mengungguli semua ketaatan kita, apalagi dua, tiga kali sholawat dari Allah kepada kita, sedangkan Rasulullah SAW bersabda:
.
من صلى على واحدة صلى الله عليه عشرا. رواه مسلم،ابو داود،النسائ وابن حبان
.
Artinya: “Barang siapa bersholawat kepadaku dengan satu kali sholawat, maka Allah bersholawat kepadanya(memberikan rohmat kepada pembaca sholawat) dengan sepuluh kali sholawat.” (HR. Muslim, Abu Daud, An-Nasai dan Ibnu Majah)
sumber
KHUTBAH JUM'AT AL HABIB UMAR BIN HAFIDZ ( YAMAN )
Kutipan Khutbah Jum'at al-'Allamah Habib Umar bin Hafidz di Masjid Raudhah 23Desember 2016 " Dahulu, saat Islam berada di puncak kejayaan, para pembesar Nasrani mengeluh dimimbar-mimbar mereka.
Mereka berteriak menyesali mengapa para pemuda dan pemudi Nasrani berbondong-bondong meniru serta menyerupai Ummat Islam, menjadikan ajaran Islam sebagai Trend center mereka, bahkan mereka ramai-ramai belajar bahasa Arab karena mereka bangga saat berbicara dengan bahasa arab yang menjadi bahasa peradaban saat itu.
Tidak sampai disitu, saat umat Islam menaklukan Persia, masyarakat Persia yang kulitnya putih menjemur diri mereka, agar kulit mereka kecoklat-coklatan sehingga sama seperti Umat Islam yg datangnya dari Arab dan menguasai Persia. Mengapa para pembesar Nasrani saat itu teriak begitu keras menyikapi hal tersebut ? Karena mereka tau, bahwa berkiblat dalam trend dan model lahir dari sebuah kekaguman, dan kekaguman adalah pintu untuk percaya dan berpindah keyakinan.
Namun, sayang seribu sayang, Saat ini KEADAAN SUDAH TERBALIK, para pemuda-pemudi MUSLIMIN berbondong-bondong mengikuti style orang-orang Kuffar, Mereka jadikan orang-orang kuffar sebagai IDOLA. Hati-Hati ! barang siapa yang menyerupai sebuah kaum, maka ia adalah bagian dari kaum tersebut Dan barang siapa yang mencintai sebuah kaum, akan dibangkitkan bersama Mereka "
Sayyid Muhammad Hanif Bin Abdurrahman Alathos.
Senin, 19 Desember 2016
Lisan-mu adalah gambaran dari ....
AlHabib umar bin Hafid berkata:
✨ لسانك يعبِّر عما في قلبك..
Lisan-mu adalah gambaran dari apa-apa yang tersimpan didalam hatimu
فكل كلمة سيئة دالة على سوء في قلبك ،
Maka setiap kalimat yang buruk,menunjukkan atas buruknya apa-apa didalam hatimu
كل غيبة دليل على ظلمة في قلبك ،
Setiap gosip menunjukkan atas gelapnya apa-apa didalam hatimu
كل كذبة دليل على سوء في قلبك ،
Setiap kebohongan menunjukkan atas jeleknya apa-apa didalam hatimu
كل يمين كاذبة دليل على كدرة ووسخ في قلبك ،
Setiap sumpah palsu menunjukkan atas keruh&kotornya apa-apa didalam hatimu
كل سبٍّ على صغير أو كبير بل على حيوان دليل على ظلمة في قلبك..
Setiap cacian baik atas anak kecil atau-pun orang dewasa bahkan cacian atas hewan sekali-pun menunjukkan atas gelapnya apa-apa didalam hatimu
اللسان ترجمان الجنان فكن صدوقَ اللسان طاهر الجنان.
✨
Lisan adalah merupakan gambaran hati,maka jadilah dirimu pribadi yang memiliki lisan yang jujur,suci hati...
Lisan-mu adalah gambaran dari apa-apa yang tersimpan didalam hatimu
فكل كلمة سيئة دالة على سوء في قلبك ،
Maka setiap kalimat yang buruk,menunjukkan atas buruknya apa-apa didalam hatimu
كل غيبة دليل على ظلمة في قلبك ،
Setiap gosip menunjukkan atas gelapnya apa-apa didalam hatimu
كل كذبة دليل على سوء في قلبك ،
Setiap kebohongan menunjukkan atas jeleknya apa-apa didalam hatimu
كل يمين كاذبة دليل على كدرة ووسخ في قلبك ،
Setiap sumpah palsu menunjukkan atas keruh&kotornya apa-apa didalam hatimu
كل سبٍّ على صغير أو كبير بل على حيوان دليل على ظلمة في قلبك..
Setiap cacian baik atas anak kecil atau-pun orang dewasa bahkan cacian atas hewan sekali-pun menunjukkan atas gelapnya apa-apa didalam hatimu
اللسان ترجمان الجنان فكن صدوقَ اللسان طاهر الجنان.
Lisan adalah merupakan gambaran hati,maka jadilah dirimu pribadi yang memiliki lisan yang jujur,suci hati...
PERUMPAMAAN KEHIDUPAN DUNIA
PERUMPAMAAN KEHIDUPAN DUNIA : >>>
لَوْ كَانَت الدُّنْيَا تَعْدِلُ عِنْدَ الله جَنَاحَ بَعُوضَةٍ ، مَا سَقَى كَافِراً مِنْهَا شَرْبَةَ مَاءٍ (رواه الترمذي)
“Andaikan dunia di sisi Allah senilai harganya dengan sayap seekor nyamuk niscaya Allah tidak akan memberi minum barang seteguk sekalipun kepada orang kafir” (HR. Tirmidzi)
“Andaikan dunia di sisi Allah senilai harganya dengan sayap seekor nyamuk niscaya Allah tidak akan memberi minum barang seteguk sekalipun kepada orang kafir” (HR. Tirmidzi)
Maksud dari hadist diatas adalah betapa kecilnya dunia ini, betapa tidak ada harganya dunia ini dihadapan ALLAH SWT. Hingga ALLAH mengibaratkan dunia senilai dengan sayap seekor nyamuk.
Sayap seekor nyamuk?? Siapa yang mau beli. bahkan di beri pun tidak akan ada yang mau.
Lalu apa DUNIA itu???
DUNIA adalah segala sesuatu yang tujuannya selain kepada ALLAH, atau segala sesuatu yang melalaikan pada ALLAH.
Sayap seekor nyamuk?? Siapa yang mau beli. bahkan di beri pun tidak akan ada yang mau.
Lalu apa DUNIA itu???
DUNIA adalah segala sesuatu yang tujuannya selain kepada ALLAH, atau segala sesuatu yang melalaikan pada ALLAH.
Dunia memang selalu menggoda. Dunia selalu tampak indah dan menawan. Ia cantik mempesona dan memikat hati. Namun dunia juga merupakan cobaan untuk menguji siapa di antara hamba ALLAH yang beriman dan siapa yang tidak.
Banyak orang yang telah memahami hakikat dunia namun masih banyak pula terjebak di dalamnya, bahkan tidak mengerti sama sekali hakikat dunia. Mereka adalah orang-orang yang terombang-ambing dalam gelomba hawa nafsu. mereka mati-matian mengejar dunia.
Banyak orang yang telah memahami hakikat dunia namun masih banyak pula terjebak di dalamnya, bahkan tidak mengerti sama sekali hakikat dunia. Mereka adalah orang-orang yang terombang-ambing dalam gelomba hawa nafsu. mereka mati-matian mengejar dunia.
Dunia boleh dimiliki jika dengan tujuan amar ma'ruf nahi mungkar, jika dengan tujuan untuk mempermudah dalam dakwah. Banyak ulama-ulama sholeh yg juga memiliki dunia. Namun mereka tidak bergantung kepadanya (dunia).
dalam suatu riwayat diceritakan
Nabi IBRAHIM AS adalah seorang nabi yang kaya raya. Beliau memiliki banyak peternakan kambing. Dimana setiap kandang nya berisi 30-40 ekor kambing yang dijaga oleh 4.000 ekor anjing. Dimana setiap anjing memakai kalung yang terbuat dari emas dan berlian. Maka suatu ketika datang salah seorang kepada beliau dan berkata "wahai nabi IBRAHIM, kau memberikan kalung emas disetiap anjingmu, maka apa kau tidak berlebih-lebihan dalam menggunakan dunia??" Maka beliau Nabi IBRAHIM menjawab : sengaja aku memakaikan emas dan berlian pada anjing-anjing itu karena aku ingin menunjukkan bahwa dunia ini hina dan tidak ada artinya bagi ku dan dihadapan ALLAH SWT.
dalam suatu riwayat diceritakan
Nabi IBRAHIM AS adalah seorang nabi yang kaya raya. Beliau memiliki banyak peternakan kambing. Dimana setiap kandang nya berisi 30-40 ekor kambing yang dijaga oleh 4.000 ekor anjing. Dimana setiap anjing memakai kalung yang terbuat dari emas dan berlian. Maka suatu ketika datang salah seorang kepada beliau dan berkata "wahai nabi IBRAHIM, kau memberikan kalung emas disetiap anjingmu, maka apa kau tidak berlebih-lebihan dalam menggunakan dunia??" Maka beliau Nabi IBRAHIM menjawab : sengaja aku memakaikan emas dan berlian pada anjing-anjing itu karena aku ingin menunjukkan bahwa dunia ini hina dan tidak ada artinya bagi ku dan dihadapan ALLAH SWT.
dalam suatu riwayat dijelaskan, Allah telah memerintahkan pada dunia
"Wahai dunia jika ada dari manusia yang berkhidmah kepada-KU maka jadilah engkau budaknya, dan jika ada manusia yang mentuhankanmu maka biarkanlah ia lelah mengejarmu.
"Wahai dunia jika ada dari manusia yang berkhidmah kepada-KU maka jadilah engkau budaknya, dan jika ada manusia yang mentuhankanmu maka biarkanlah ia lelah mengejarmu.
orang-orang sholeh mereka tidak pernah sibuk apa lagi mengejar-ngejar dunia. Namun tidak sedikit dari mereka yang kaya karena dunialah yang mengejar dan menjadi hamba mereka. Dan harta orang sholeh dapat menjadi suatu penyembuh atau obat.
مَالُ الصّالِح دَوَاء اَو شِفَاء
"Harta orang sholeh adalah penyembuh atau obat"
مَالُ الصّالِح دَوَاء اَو شِفَاء
"Harta orang sholeh adalah penyembuh atau obat"
Dalam suatu riwayat diceritakan
AlHabib Husein bin Syech Abu Bakar bin Salim merupakan ulama yang kaya raya dinegara yaman. Beliau memiliki banyak pohon kurma. Suatu hari beliau mengirim 1 karung kurma ke Basyroh (Iraq). blm sampai kiriman tersebut warga basyroh terkena wabah penyakit. Lalu salah seorang ingat bahwa sebentar lagi akan datang 1 karung kurma pemberian Habib Husein. Maka ketika kurma tersebut datang kurma tersebut dibagikan kepada seluruh penduduk yang terjangkit wabah penyakit. Maka berkah dari kurma pemberian Habib Husein yang mana beliau adalah orang sholeh yang taat beribadah dan tidak tergila-gila dengan dunia maka sembuhlah seluruh penduduk tersebut. maka dari situ muncullah ide-ide dari para pedagang yang memanfaatkan kondisi tersebut. Beliau meminta kepada Habib Husein untuk mengirimkan kurma yang lebih banyak lagi. Maka kurma tersebut dijual kepada masyarakat dengan harga 1 dirham per kurma. Ketika para pedagang hendak membayar kurma tersebut kepada Habib Husein maka beliau menolaknya sambil berkata "apa kau tidak percaya bahwa aku tidak mencintai dunia?? Dunia ini lah yang mencintai ku dan mengejarku."
Dalam kisah lain juga diceritakan beliau Habib Husein bin Abi Bakar bin Salim juga mengikuti kebiasaann ayah beliau.. yang mana ayah beliau juga seorang ulama yaang kaya yang setiap hari membuat 1000 roti dan menyembelih puluhan hewan ternak untuk dibagi-bagikan. Maka suatu ketika ada seseorang yang berkata dalam hatinya bahwa beliau Habib Husein berlebih-lebihan dengan dunia. Maka beliau langsung menoleh dan berkata "seandainya seluruh dunia ini hilang dari ku, maka tidak seujung rambut pun iman ini bergeser dari hati ku."
AlHabib Husein bin Syech Abu Bakar bin Salim merupakan ulama yang kaya raya dinegara yaman. Beliau memiliki banyak pohon kurma. Suatu hari beliau mengirim 1 karung kurma ke Basyroh (Iraq). blm sampai kiriman tersebut warga basyroh terkena wabah penyakit. Lalu salah seorang ingat bahwa sebentar lagi akan datang 1 karung kurma pemberian Habib Husein. Maka ketika kurma tersebut datang kurma tersebut dibagikan kepada seluruh penduduk yang terjangkit wabah penyakit. Maka berkah dari kurma pemberian Habib Husein yang mana beliau adalah orang sholeh yang taat beribadah dan tidak tergila-gila dengan dunia maka sembuhlah seluruh penduduk tersebut. maka dari situ muncullah ide-ide dari para pedagang yang memanfaatkan kondisi tersebut. Beliau meminta kepada Habib Husein untuk mengirimkan kurma yang lebih banyak lagi. Maka kurma tersebut dijual kepada masyarakat dengan harga 1 dirham per kurma. Ketika para pedagang hendak membayar kurma tersebut kepada Habib Husein maka beliau menolaknya sambil berkata "apa kau tidak percaya bahwa aku tidak mencintai dunia?? Dunia ini lah yang mencintai ku dan mengejarku."
Dalam kisah lain juga diceritakan beliau Habib Husein bin Abi Bakar bin Salim juga mengikuti kebiasaann ayah beliau.. yang mana ayah beliau juga seorang ulama yaang kaya yang setiap hari membuat 1000 roti dan menyembelih puluhan hewan ternak untuk dibagi-bagikan. Maka suatu ketika ada seseorang yang berkata dalam hatinya bahwa beliau Habib Husein berlebih-lebihan dengan dunia. Maka beliau langsung menoleh dan berkata "seandainya seluruh dunia ini hilang dari ku, maka tidak seujung rambut pun iman ini bergeser dari hati ku."
Dan banyak lagi kisah-kisah orang sholeh. Yang mana beliau-beliau tidak tergila-gila dengan dunia, tidak mengejar dunia, namun dunia yang mengejar mereka.
Betapa hina nya dunia ini, dan betapa mulia nya akhirat. Gunakan dunia ini sebagai perantara mendekatkan kita kepada ALLAH SWT.
Betapa hina nya dunia ini, dan betapa mulia nya akhirat. Gunakan dunia ini sebagai perantara mendekatkan kita kepada ALLAH SWT.
HADIAH DI BULAN MULIA UNTUK MU YA SAYYIDI YA RASULULLAH SAW
Apa hadiah yang paling indah untuk Rasulullah ﷺ yang bisa kita berikan dibulan Rabi ul-Awwal?
Dijawab oleh Sayyidi Alhabib Umar bin Hafidz:
"Pada kenyataannya kita tidak dapat memberikan faedah pada Rasulullah ﷺ dengan cara apapun, tapi apa yang menyenangkan bagi beliau ﷺ adalah jika kita dapat memahami kata-kata dan ajaran-ajarannya dan kemudian beramal sesuai tuntunannya untuk bisa mengangkat derajat kita ke maqam yg lebih tinggi.
Rasulullah ﷺ sangat ridho dengan apa saja yang bisa menguntungkan kita.
Rasulullah ﷺ sangat ridho dengan apa saja yang bisa menguntungkan kita.
Salah satu Hal yang terbesar (seperti yang kita pahami dari KitabAllah dan Sunnah) adalah jika kita bisa menjadi sarana untuk membina orang lain, Orang itu mungkin non-Muslim yang mau menerima Islam atau menuntun Muslim yang tak taat atau lalai agar bertobat dan kembali ke jalan lurus.
Hal lain adalah menghidupkan Sunnah dan beramal dengannya. Jika kita berhasil menghidupkan Sunnah di dalam rumah kita dan mengajarkannya kepada anak-anak kita, tentunya ini akan membuat beliau ﷺ senang dan ridho, karena kita jelas akan memperoleh manfaat besar dari hal ini.
Nabi ﷺ bersabda: "Barangsiapa menghidupkan Sunnahku pada saat kerusakan hadir dalam umatku akan memiliki pahala seorang syahid" (atau dalam riwayat lain : "seratus syuhadah").
Nabi ﷺ bersabda: "Barangsiapa menghidupkan Sunnahku pada saat kerusakan hadir dalam umatku akan memiliki pahala seorang syahid" (atau dalam riwayat lain : "seratus syuhadah").
Selain itu kita juga dianjurkan untuk melakukan kebaikan terhadap sesama manusia pada umumnya, dan pada orang-orang beriman secara khususnya serta lebih khusus lagi terhadap para sholehiin.
Lalu selanjutnya agar kita memperkuat cinta kita pada orang beriman, untuk orang-orang dari keluarga Nabi dan untuk para sahabat sahabat beliau ﷺ.
Dan pada Akhirnya, marilah kita membuat niat besar dalam Rabi 'al-Awwal ini, seperti berkumpul bersama untuk merayakan kegembiraan atas maulid Nabi ﷺ dan menyebarkan pengetahuan serta akhlak baik".
*اللَّهُمَّ صَلِّ وسَلِّم وبَارِك عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، الفاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ، والخاتِم لِمَا سَبَقَ، نَاصِرِ الحقِّ بَالحَقِّ، والهادي إلى صِرَاطِكَ المُسْتَقِيمِ، صلَّى اللهُ علَيهِ وعَلَى آلِهِ وصحبِهِ، حَقَّ قَدْرِهِ ومِقْدَارِهِ العَظِيم.*
_Ya Allah, limpahkan sholawat dan salam serta barokah kepada junjungan kami Sayyidina Muhammad, pembuka bagi segala yang terkunci, khatam (segel) bagi segala hal yang terjadi sebelumnya, penolong Kebenaran dengan kebenaran, penuntun untuk jalan yang lurus (yg telah ditetapkan-Mu).
Semoga Sholawat Allah atas dirinya dan keluarganya dan sahabat-sahabatnya, demi hak kedudukannya yg istimewa disamping-Mu..dan kebesarannya.
Sabtu, 09 April 2016
MENGENAL RASULULLAH SAW MELALUI CINTA KEPADA AHLUL BAITNYA
Segala puji bagi Allah SWT Pencipta manusia yang bersuku-suku dan berkelompok-kelompok. Shalawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, seorang yang paling dimuliakan kelompok dan golongannya, leluhurnya dan keturunan setelahnya. Semoga tercurahkan juga kepada keluarganya, para sahabatnya, dan pengikutnya hingga kelak nanti.
Allah SWT menciptakan manusia beraneka ragam, dan menjadikannya bergolongan-golongan dan berkabilah-kabilah, tidak lain tujuannya agar saling mengenal satu dengan yang lainnya. Diantara golongan tersebut ada yang dijadikan oleh Allah lebih mulia daripada golongan yang lain. Dan hal itu merupakan fadl ikhtisos (keistimewaan khusus) yang Allah anugerahkan kepada hamba yang dipilih-Nya.
Sebagaimana Allah telah menjadikan semua masjid di dunia ini sama di dalam keutamaan dan kemuliaannya, akan tetapi Allah memberi keutamaan lebih kepada Masjidil Haram, Masjid Al-Aqsa dan Masjid Nabawi. Begitu pula Allah menjadikan semua nasab dan keturunan manusia di dunia ini sama di dalam derajatnya, akan tetapi Allah melebihkan derajat dan keutamaan kepada nasab Ahlul Bait yang bersambung kepada Baginda Muhammad SAW. Hal ini bukan menunjukkan ketidak adilan Allah dengan membedakan satu golongan terhadap golongan yang lain, namun inilah letak keadilan Allah yang telah menempatkan sesuatu sesuai dengan tempatnya.
Dan sesuatu yang bergandeng namanya dengan sesuatu yang mulia pasti akan menjadi mulia. Bukankah Masjid Nabawi yang bergandeng namanya dengan Nabi Muhammad SAW menjadi mulia karena Nabi? Begitu pula nasab keturunan beliau menjadi mulia sebab beliau SAW. Allah SWT berfirman :
Allah SWT menciptakan manusia beraneka ragam, dan menjadikannya bergolongan-golongan dan berkabilah-kabilah, tidak lain tujuannya agar saling mengenal satu dengan yang lainnya. Diantara golongan tersebut ada yang dijadikan oleh Allah lebih mulia daripada golongan yang lain. Dan hal itu merupakan fadl ikhtisos (keistimewaan khusus) yang Allah anugerahkan kepada hamba yang dipilih-Nya.
Sebagaimana Allah telah menjadikan semua masjid di dunia ini sama di dalam keutamaan dan kemuliaannya, akan tetapi Allah memberi keutamaan lebih kepada Masjidil Haram, Masjid Al-Aqsa dan Masjid Nabawi. Begitu pula Allah menjadikan semua nasab dan keturunan manusia di dunia ini sama di dalam derajatnya, akan tetapi Allah melebihkan derajat dan keutamaan kepada nasab Ahlul Bait yang bersambung kepada Baginda Muhammad SAW. Hal ini bukan menunjukkan ketidak adilan Allah dengan membedakan satu golongan terhadap golongan yang lain, namun inilah letak keadilan Allah yang telah menempatkan sesuatu sesuai dengan tempatnya.
Dan sesuatu yang bergandeng namanya dengan sesuatu yang mulia pasti akan menjadi mulia. Bukankah Masjid Nabawi yang bergandeng namanya dengan Nabi Muhammad SAW menjadi mulia karena Nabi? Begitu pula nasab keturunan beliau menjadi mulia sebab beliau SAW. Allah SWT berfirman :
إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى آدَمَ وَنُوحًا وَآلَ إِبْرَاهِيمَ وَآلَ عِمْرَانَ عَلَى الْعَالَمِين
“Sesungguhnya Allah telah memilih Adam dan Nuh dan keluarga Ibrahim dan keluarga Imran dari segenap umat manusia”[1]
Jika Allah telah memilih keluarga Ibrahim dan keluarga Imran diantara segenap manusia apakah Allah tidak akan memilih keluarga Nabi Muhammad SAW sedangkan beliau adalah sebaik-baik Nabi dan Rasul ?[2]
Para ulama telah sepakat bahwa Ahlul Bait Rasulullah adalah mereka keturunan dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA, keturunan Sayyidina Abbas bin Abdul Mutthalib, keturunan Sayyidina 'Aqil bin Abi Thalib dan keturunan Sayyidina Jakfar bin Abi Thalib. Merekalah yang dimaksud oleh Allah SWT dalam Al-Quran[3] :
“Sesungguhnya Allah telah memilih Adam dan Nuh dan keluarga Ibrahim dan keluarga Imran dari segenap umat manusia”[1]
Jika Allah telah memilih keluarga Ibrahim dan keluarga Imran diantara segenap manusia apakah Allah tidak akan memilih keluarga Nabi Muhammad SAW sedangkan beliau adalah sebaik-baik Nabi dan Rasul ?[2]
Para ulama telah sepakat bahwa Ahlul Bait Rasulullah adalah mereka keturunan dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA, keturunan Sayyidina Abbas bin Abdul Mutthalib, keturunan Sayyidina 'Aqil bin Abi Thalib dan keturunan Sayyidina Jakfar bin Abi Thalib. Merekalah yang dimaksud oleh Allah SWT dalam Al-Quran[3] :
إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا
“Sesungguhnya Allah ingin menghilangkan kotoran (kotoran yang bersifat maknawi seperti syirik dan kejekan) dari kalian wahai para Ahlul Bait dan mensucikan kalian sesuci-sucinya”[4]
“Sesungguhnya Allah ingin menghilangkan kotoran (kotoran yang bersifat maknawi seperti syirik dan kejekan) dari kalian wahai para Ahlul Bait dan mensucikan kalian sesuci-sucinya”[4]
Rasul SAW telah mewasiatkan kepada umatnya perihal Ahlul Bait. Beliau tinggalkan 2 perkara yang dengan keduanya Umat Muhammad tidak akan tersesat selama-lamanya, beliau SAW bersabda :
أَمَّا بَعْدُ أَلاَ أَيُّـهَا النَّاسُ فَإِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ يُوْشِكُ أَنْ يَأْتِيَ رَسُوْلَ رَبِّيْ فَأَجِيْبُ وَأَنَا تَارِكٌ فِيْكُمْ ثَقَلَيْنِ أَوَّلُهُمَا كِتَاُب اللهِ فِيْهِ الْهُدَى وَالنُّوْرُ فَخُذُوْا بِكِتَابِ اللهِ وَاسْتَمْسَكُوْا بِهِ فَحَثَّ عَلَى كِتَابَ اللهِ وَرَغِّبْ فِيْهِ ثُمَّ قَالَ وَأَهْلُ بَيْتِيْ أُذَكِّرُكُمُ اللهَ فِي أَهْلِ بَيْتِيْ أُذَكِّرُكُمُ اللهَ فِي أَهْلِ بَيْتِيْ أُذَكِّرُكُمُ اللهَ فِي أَهْلِ بَيْتِيْ
“Adapun setelahnya.., ketahuilah wahai manusia sesungguhnya aku hanya seorang manusia yang diberi risalah oleh Tuhanku kemudian aku menyampaikannya. Dan aku tinggalkan untuk kalian 2 perkara yang agung : yang pertama adalah Kitab Allah yang di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya, maka ambillah Kitab Allah (Al-Quran) dan berpegang teguhlah kalian dengannya; dan (yang kedua) Ahlul Baitku, Aku ingatkan kalian kepada Allah terhadap Ahlul Baitku, Aku ingatkan kalian kepada Allah terhadap Ahlul Baitku, Aku ingatkan kalian kepada Allah terhadap Ahlul Baitku”[5]
Beliau SAW menjadikan kecintaan terhadap Ahlul Bait sebagai tangga mencapai kecintaan kepada beliau. Banyak hadist-hadits yang menganjurkan agar Umat Muhammad mencintai Ahlul Bait, hal ini tidak lain karena mulianya Baginda Muhammad SAW dan keturunannya, beliau bersabda :
أَحِبُّوْا للهَ لمِاَ يَغْدُوْكُمْ بِهِ مِنْ نِعَمِهِ وَ أَحِبُّوْانِيْ بِحُبِّ اللهِ وَ أَحِبُّوْا أَهْلَ بَيْتِيْ بِحُبِّيْ
“Cintailah Allah sebagaimana ia telah memberikan nikmat kepada kalian, dan cintailah aku (Rasulullah) karena kecintaan kalian kepada Allah, dan cintailah Ahlul Baitku karena kecintaan kalian kepadaku”[6]
“Cintailah Allah sebagaimana ia telah memberikan nikmat kepada kalian, dan cintailah aku (Rasulullah) karena kecintaan kalian kepada Allah, dan cintailah Ahlul Baitku karena kecintaan kalian kepadaku”[6]
Apabila seseorang cinta kepada orang lain, pasti sesuatu yg dicintai orang tersebut akan mencintainya juga. Seperti para sahabat baginda Muhammad, mereka menggapai kecintaan Nabi dengan teguhnya keimanan dan besarnya kecintaan mereka kepada keluarga Nabi. Coba lihat bagaimana Sayyidina Abu bakar As-Shiddiq menyeru kepada umat ini :
ارْقُبُوا مُحَمَّدًا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي أَهْلِ بَيْتِه
“Jagalah, hormatilah dan muliakanlah Ahlul Bait (keluarga) Rasulullah SAW” [7]
“Jagalah, hormatilah dan muliakanlah Ahlul Bait (keluarga) Rasulullah SAW” [7]
Maka lihatlah bagaimana orang-orang dahulu cinta kepada Ahlul Bait. Mereka mengorbankan semuanya untuk meraih kecintaan kepada para keturunan Rasulullah SAW, hingga mereka mendapatkan anugerah dari Allah sebagaimana yang dijanjikan oleh Rasul-Nya. Cukuplah perkataan seorang ulama yang berkata :
فَازَ كَــلْبٌ بِحُبِّ أَصْحَابِ كَهْفٍ # فَكَيْفَ أَشْقَى بِحُبِّ آلِ مُحَــمَّدِ
“Seekor Anjing menjadi beruntung karena cinta kepada Ashabul Kahfi #
Bagaimana mungkin seseorang akan celaka dengan mencintai keluarga Muhammad SAW”
“Seekor Anjing menjadi beruntung karena cinta kepada Ashabul Kahfi #
Bagaimana mungkin seseorang akan celaka dengan mencintai keluarga Muhammad SAW”
Dikisahkan bahwa dahulu seorang ulama yang bernama Syekh Muhammad bin Abu Bakar Abbad ketika ada seorang keturunan Rasul yang masuk ke Kota Syibam di Negeri Yaman, meski beliau tidak mengetahui kedatangannya dan tidak mendengar kedatangannya, beliau berkata kepada pembantunya : “Lihatlah kalian di Kota ini, apakah ada seorang dari Bani 'Alawi (Keturunan Rasulullah yang lebih dikenal dengan sebutan Sayid atau Habib) yang masuk ke dalam Kota ini beberapa hari kemarin?”. Apabila ada, maka beliau akan membantunya dan memenuhi kebutuhannya. Ketika beliau ditanya : “Dari mana engkau mengetahui hal itu wahai syekh?” Beliau menjawab : “Sungguh aku mencium bau harum Rasulullah SAW masuk ke dalam kota ini”.[8]
Itulah keutamaan yang Allah berikan kepada orang yang bersungguh-sungguh mencintai keluarga Nabi. Tidak akan pernah celaka orang yang mencintai keturunan beliau. Sebab hakekat cinta tersebut untuk meraih cinta Rasul SAW. Dan dengan kecintaan kepada beliau akan mendatangkan cinta dari Allah SWT
Semoga Allah SWT menganugerahkan kepada kita kecintaan hakiki kepada keluarga Nabi hingga membuahkan cinta dari Nabi Muhammad kepada kita. Amin..
Itulah keutamaan yang Allah berikan kepada orang yang bersungguh-sungguh mencintai keluarga Nabi. Tidak akan pernah celaka orang yang mencintai keturunan beliau. Sebab hakekat cinta tersebut untuk meraih cinta Rasul SAW. Dan dengan kecintaan kepada beliau akan mendatangkan cinta dari Allah SWT
Semoga Allah SWT menganugerahkan kepada kita kecintaan hakiki kepada keluarga Nabi hingga membuahkan cinta dari Nabi Muhammad kepada kita. Amin..
[1] Q.S. Al-Baqarah : 33
[2] Az-Zahrah Al-Athirah fi Hadits Al-‘Ithrah, hal : 82
[3] Sirah Alu Bait An-Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam Ahbab Ar-Rasul, hal : 12
[4] Q.S. Al-Ahzab : 33
[5] Shahih Muslim, hadits : 2408, hal : 1312
[6] Tuhfah Al-Ahwadzi bisyarh Jami’ At-Tirmidzi, Juz 1, hal : 198
[7] Shahih Al-Bukhari, Juz 3, Hadits : 3713, hal : 579
[8] Dhuhur Al-Haqaiq, hal : 171
[2] Az-Zahrah Al-Athirah fi Hadits Al-‘Ithrah, hal : 82
[3] Sirah Alu Bait An-Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam Ahbab Ar-Rasul, hal : 12
[4] Q.S. Al-Ahzab : 33
[5] Shahih Muslim, hadits : 2408, hal : 1312
[6] Tuhfah Al-Ahwadzi bisyarh Jami’ At-Tirmidzi, Juz 1, hal : 198
[7] Shahih Al-Bukhari, Juz 3, Hadits : 3713, hal : 579
[8] Dhuhur Al-Haqaiq, hal : 171
====Alwafa biahdillah====
©Pecinta Riyaadhul Jannah •5B240254
"CARA UNTUKMENDEKATI ALLAH SWT IALAH DENGAN MEMANDANG ORANG-ORANG SHOLEH DAN KITA DIPANDANG OLEH MEREKA" (AL HABIB ABDULLAH BIN ALWI AL HADDAD)
©Pecinta Riyaadhul Jannah •5B240254
"CARA UNTUKMENDEKATI ALLAH SWT IALAH DENGAN MEMANDANG ORANG-ORANG SHOLEH DAN KITA DIPANDANG OLEH MEREKA" (AL HABIB ABDULLAH BIN ALWI AL HADDAD)
Jumat, 08 April 2016
Bau Busuk di Kuburan Sang Penegak Hukum
Dalam kitab Nashâihul ‘Ibâd, Syaikh Nawawi al-Bantani mengungkap kisah seorang pencuri kain kafan dan seorang hakim dalam sebuah negara.
Drama keduanya bermula ketika hakim yang dikenal sangat saleh itu merasakan detik-detik akhir usianya.
Sang hakim gundah, terutama soal nasibnya nanti selepas prosesi pemakaman dirinya.
akankah kain kafannya selamat dari tindak pencurian sebagaimana banyak kasus yang menimpa tetangganya saat itu? Ia tahu siapa yang biasa melakukannya. Maka dipangillah tukang nyolong kain mayat tersebut.
“Aku telah menyiapkan sejumlah uang seharga kain kafanku. Ambilah, tapi tolong jangan koyak kuburanku.”
Si pencuri kain kafan mendengarkan dengan baik pesan sang hakim. Ia menyanggupi permintaannya.
Si pencuri kain kafan mendengarkan dengan baik pesan sang hakim. Ia menyanggupi permintaannya.
Si pencuri ternyata tak sungguh-sungguh memegang janjinya setelah hakim itu meninggal dunia. Di benaknya terlintas godaan mencuri kain kafan sang hakim.
Istrinya sempat meredam niat buruknya ini, tapi gagal. Proses penggalian kubur pun berlangsung.
Dalam aksi nekatnya inilah tukang curi kain kafan mendapatkan pengalaman ajaib.
Telinganya seperti mendengar suara dua malaikat. Ia seolah dibimbing merekam peristiwa yang tak lazim dapat ditangkap indra itu.
“Ciumlah bau kakinya (hakim),” ujar malaikat satu kepada yang lain.
“Tidak ada yang aneh. Dia tidak menggunakan kedua kakinya untuk maksiat.”
Penciuman terus berlanjut pada kedua tangan dan mata. Hasilnya sama. Tak ditemukan kejanggalan karena si hakim mampu menjaga tangan dan penglihatannya dari perbuatan haram.
Malaikat lalu mulai memeriksa kedua telinga si hakim. Satu telinga masih luput dari masalah, tapi tidak untuk telinga bagian lain.
“Apa yang kau temukan?” tanya mailakat satu kepada yang lain.
“Sebuah bau busuk.”
“Kau tahu bau apa ini? Ini bau perbuatan si hakim yang cenderung mendengarkan satu pihak ketimbang yang lain dalam penyelesaian kasus sengketa dua pihak. Tiup!”
Begitu tiupan diembuskan, api tiba-tiba memenuhi kuburan. Dan sejak peristiwa itulah pencuri kain kafan mengalami kebutaan.
Syaikh Nawawi tak mencantumkan riwayat secara rinci perihal kisah dramatis ini.
Beliau hanya menyebutnya berasal dari cerita sebagian ulama terdahulu. Syaikh Nawawi mengulasnya ketika menjelaskan balasan kehidupan setelah mati.
Cerita di atas setidaknya berpesan bahwa kerugian yang ditimbulkan oleh sikap tidak adil dalam penegakan hukum tak hanya menimpa pada orang lain tapi juga diri sendiri.
Citra positif di mata orang lain sebagai orang saleh tak akan mampu mengapus risiko dan tanggung jawab akibat kebusukan perilaku yang disembunyikan.
Bukankah pengadilan sebenarnya justru terjadi setelah kehidupan di dunia ini?
Wallahu`alam
Kebesaran Hati As-Sayyid Al-Habib Muhammad Alawi al-Maliki
Majalah Aljami’ah Almadinah Almunawwaroh, pernah memuat sebuah artikel dari seorang pakar, yaitu Dr. Abdul Qodir Assindi (Madinah) yang berisi kecaman, hinaan, dan penghakiman terhadap pemikiran dan pribadi Sayyid Muhammad Alawi Almaliki, sebagai propaganda yang mengarah pada perbuatan bid’ah. Tentu saja artikel itu mendapat banyak perhatian publik sekaligus mengundang keresahan umat. Sehingga beberapa ulama’ dan tokoh-tokoh pembesar menelpon seraya menghibur Sayyid Muhammad “jangan risau dan tidak usah menghiraukan tulisan Assindi”, tidak ketinggalan beberapa santri beliau juga merasa geram dengan ulah Assindi.
Namun Syaikh Muhammad hanya menanggapi dengan senyum. Selang satu bulan berikutnya, Sayyid Muhammad mengajak beberapa santri pergi ke Madinah, sebelum berangkat beliau mmerintahkan agar memasukkan lembaran-lembaran uang kertas ke dalam tas. Sesampainya di jalanan kota Madinah, beliau berhenti di sebuah rumah. Para santri tidak ada yang tahu rumah siapa itu. Setelah disambut oleh tuan rumah, terlihat adanya perbincangan yang cukup akrab antara Sayyid Muhammad dan tuan rumah, sehingga terkesan keduanya sudah kenal lama dan akrab.
Maaf, Apakah benar ini rumah tuan Dr. Abdul Qodir Assindi?. Tanya Sayyid Muhammad.
Iya betul. Saya sendiri. Jawab tuan rumah.
Kalau begitu, mohon terimalah ini. Kata Sayyid Muhammad sambil menyerahkan satu tas uang yang sudah dipersiapkan dari rumah.
Rupanya keduanya belum saling mengenal, dan ternyata rumah itu adalah rumah Dr. Abdul Qodir Assindi yang beberapa waktu lalu telah mengecam habis-habisan Sayyid Muhammad lewat tulisannya di Majalah Aljami’ah Almadinah Almunawwaroh.
Setelah memberikan tas yang berisi uang tersebut, Sayyid Muhammad langsung berpamitan, Sehingga Dr. Abdul Qodir Assindi belum berkesempatan menanyakan nama tamunya. Ia juga sama sekali tidak menyangka bahwa tamu yang datang memberinya uang dalam jumlah yang cukup banyak itu adalah Sayyid Muhammad, orang yang telah ia cabik-cabik nama baik dan harga dirinya di media.
Tidak lama kemudian, terlihat Assindi lari mengejar dan menghampiri Sayyid Muhammad yang saat itu masih ada di jalan depan, lalu ia merangkul Sayyid Muhammad dan memeluknya erat, sambil sesunggukan ia berkata, “Anda tentu Sayyid Muhammad Almaliki, kini saya yakin sepenuh hati, bahwa anda adalah keturunan Rasulullah, sebab tidak ada yang membalas cacian dan hinaan dengan hadiah, kecuali ia adalah keturunan Rasulullah. Saya tidak meragukan lagi keagungan pribadi Anda wahai Sayyidi.
Assindi larut dalam haru, ada rasa tak percaya, ada kekesalan, ada rasa malu, ada kekaguman yang besar, semua berpadu dalam satu nuansa yang membawa jiwa dan hatinya menjadi yakin bahwa orang yang dihadapannya adalah benar-benar orang pilihan, berhati mulia dan mempunyai pribadi yang mengagumkan. Sayyid Muhammad bagi Assindi adalah orang yang memiliki kebesaran hati yang sepadan dengan ketinggian ilmunya, begitu legowo memaafkan dirinya yang jelas-jelas telah mempermalukannya melalui media. Anggapan dan tuduhan sebagai penyebar bid’ah hanyalah kebohongan semata. Sungguh luar biasa.
Para santri yang saat itu diajak Sayyid Muhammad ke Madinah yang ternyata untuk menemui Dr. Abdul Qodir Assindi merasa kagum dan bangga atas apa yang mereka saksikan. Sang guru telah mempertontonkan sesuatu yang luar biasa, sebuah keteladanan di hadapan mereka. Lisanul hal afshohu min lisanil maqol.
Waallohu a’lam....
PESAN SAYYIDIL HABIB UMAR BIN HAFIDZ DI BULAN RAJAB
11. AMAL
hendaknya diraih di bulan Rajab ini :
يغتنم المسلم فضيلة هذا الشهر الكريم بعدة أمور، من أهمها:
Hendaknya bagi setiap kaum Muslimin untuk tidak menyia nyiakan keutamaan bulan yang sangat mulia ini dengan beberapa perkara, diantaranya:
1- كثرة الاستغفار وتحقيق التوبة النصوح
1.Perbanyak membaca Istighfar dan bertaubat dengan sebenar benarnya taubah.
2- العزم الصادق في الإقبال على الله بفعل الطاعات، وترك المعاصي والمخالفات.
2.Kesungguhan didalam mengejar ridho ALLAH Subhanahu wa Ta'ala dengan melaksanakan keta'atan, dan meninggalkan kemaksiatan yang dilarang ALLAH.
3- النظر في أحواله وإصلاحها وإقامتها على منهج المتابعة للنبي محمد صلى الله عليه وآله وصحبه وسلم
3.Menginterospeksi keadaan dirinya kemudian memperbaikinya serta membangun kehidupannya di atas peneladanan Nabi Muhammad Shallahu alaihi wa ala alihi wa sohbihi wa sallam.
4- تفقُّد شأنه في الفرائض وكيفية أدائها وسننها ورواتبها وحضور القلب فيها.
4.Memperhatikan keadaan dirinya dalam menjalankan kewajiban yang ALLAH wajibkan kepadanya secara detail dan di dalam menjalankan sunnah-sunnah serta rawatib, dan memperhatikan kehadiran hatinya didalam menjalankan semua itu.
5- الحرص على الصف الأول في الجماعة، والحرص على التكبيرة الأولى مع الإمام فلا تفوته.
5.Berusaha untuk selalu sholat berjamaah di shaf pertama. dan berusaha untuk selalu mendapatkan takbiratul ihram setelah imam.
6- أن يتفقد نفسه في القرآن ونصيبه من تلاوته وتدبره، والحرص على العمل بما فيه.
6.Hendaknya memiliki saham yang besar didalam membaca Al Qur'an, mentadabburi ayat-ayatnya, serta dalam mengamalkan tuntunannya.
7- المحافظة على الأذكار في الصباح والمساء وبعد الصلوات، وفي الأحوال المختلفة.
7.Merutinkan pembacaan dzikir di pagi dan sore hari dan dzikir seusai sholat lima waku.
8- أن يتفقَّد نفسه في المعاملة مع الأهل والأصحاب والأصدقاء والأقارب والجيران، ومع عامة الخلق وخاصتهم.
8.Memperhatikan dirinya dalam bergaul yang baik dengan rumah tangga, sahabat, teman, keluarga, tetanggga dan kepada seluruh mahluk.
9- صيام ما تيسر من أيام الشهر، وخصوصا الاثنين والخميس والأيام البيض.
9.Berpuasalah di bulan ini, khususnya dihari Senin dan Kamis, dan juga di AYYAMUL BHIDH (13, 14, 15 di bulan Hijriah).
10- أن يكون له نصيب من الصدقات والتفقُّد للفقراء والمساكين، والإحسان إليهم.
10. Hendaknya memiliki saham besar dalam bersedekah dan memenuhi hajat orang-orang faqir dan miskin, dan berbuat paik kepada mereka.
11- اغتنام هذه الليالي في العبادة، خصوصا وقت السحر، فينبغي في مثل هذا الشهر أن يكون له حال حسن في المعاملة مع السحر، ليدخل في دائرة من أثنى عليهم الرب الأكبر في القرآن بالاستغفار في الأسحار، قال تعالى ( وبالأسحار هم يستغفرون) وقال سبحانه وتعالى: ( والمنفقين والمستغفرين بالأسحار ) وقال تعالى ( إنهم كانوا قبل ذلك محسنين كانوا قليلا من الليل ما يهجعون وبالأسحار هم يستغفرون ).
11.Hendaknya mengambil kesempatan emas dimalam malam bulan rajab ini untuk beribadah, khususnya di waktu akhir malam, maka alangkah baiknya jika di bulan ini kita berada di dalam keadaan yang mulia disaat akhir malam, dimana ALLAH berfirman: -(dan di saat sahar (akhir malam) mereka meminta pengampunan)- dan ALLAH juga berfirman: -(orang yang selalu menginfakkan hartanya dan yang meminta pengampunan di malam hari)-, dan ALLAH juga berfirman -(Sesungguhnya mereka sebelumnya adalah orang orang yang baik, yang sedikit dari malam-malamnya tertidur dan di malam hari selalu beristgfar meminta pengampunan ALLAH)-.
نسأل الله أن يوفر حظنا من هذه الليالي وهذا الشهر، وأن يجعلنا من المقبولين المسعودين في الدنيا والآخرة.
Kami memohon kepada ALLAH untuk memberikan bagian besar dari kemuliaan malam-malam bulan yang mulia ini, dan menjadikan kita dari hamba-hamba yang diterima ibadahnya dan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat.
اللهم بارك لنا في رجب وشعبان وبلغنا رمضان وأعِنا على الصيام والقيام.
sumber
hendaknya diraih di bulan Rajab ini :
يغتنم المسلم فضيلة هذا الشهر الكريم بعدة أمور، من أهمها:
Hendaknya bagi setiap kaum Muslimin untuk tidak menyia nyiakan keutamaan bulan yang sangat mulia ini dengan beberapa perkara, diantaranya:
1- كثرة الاستغفار وتحقيق التوبة النصوح
1.Perbanyak membaca Istighfar dan bertaubat dengan sebenar benarnya taubah.
2- العزم الصادق في الإقبال على الله بفعل الطاعات، وترك المعاصي والمخالفات.
2.Kesungguhan didalam mengejar ridho ALLAH Subhanahu wa Ta'ala dengan melaksanakan keta'atan, dan meninggalkan kemaksiatan yang dilarang ALLAH.
3- النظر في أحواله وإصلاحها وإقامتها على منهج المتابعة للنبي محمد صلى الله عليه وآله وصحبه وسلم
3.Menginterospeksi keadaan dirinya kemudian memperbaikinya serta membangun kehidupannya di atas peneladanan Nabi Muhammad Shallahu alaihi wa ala alihi wa sohbihi wa sallam.
4- تفقُّد شأنه في الفرائض وكيفية أدائها وسننها ورواتبها وحضور القلب فيها.
4.Memperhatikan keadaan dirinya dalam menjalankan kewajiban yang ALLAH wajibkan kepadanya secara detail dan di dalam menjalankan sunnah-sunnah serta rawatib, dan memperhatikan kehadiran hatinya didalam menjalankan semua itu.
5- الحرص على الصف الأول في الجماعة، والحرص على التكبيرة الأولى مع الإمام فلا تفوته.
5.Berusaha untuk selalu sholat berjamaah di shaf pertama. dan berusaha untuk selalu mendapatkan takbiratul ihram setelah imam.
6- أن يتفقد نفسه في القرآن ونصيبه من تلاوته وتدبره، والحرص على العمل بما فيه.
6.Hendaknya memiliki saham yang besar didalam membaca Al Qur'an, mentadabburi ayat-ayatnya, serta dalam mengamalkan tuntunannya.
7- المحافظة على الأذكار في الصباح والمساء وبعد الصلوات، وفي الأحوال المختلفة.
7.Merutinkan pembacaan dzikir di pagi dan sore hari dan dzikir seusai sholat lima waku.
8- أن يتفقَّد نفسه في المعاملة مع الأهل والأصحاب والأصدقاء والأقارب والجيران، ومع عامة الخلق وخاصتهم.
8.Memperhatikan dirinya dalam bergaul yang baik dengan rumah tangga, sahabat, teman, keluarga, tetanggga dan kepada seluruh mahluk.
9- صيام ما تيسر من أيام الشهر، وخصوصا الاثنين والخميس والأيام البيض.
9.Berpuasalah di bulan ini, khususnya dihari Senin dan Kamis, dan juga di AYYAMUL BHIDH (13, 14, 15 di bulan Hijriah).
10- أن يكون له نصيب من الصدقات والتفقُّد للفقراء والمساكين، والإحسان إليهم.
10. Hendaknya memiliki saham besar dalam bersedekah dan memenuhi hajat orang-orang faqir dan miskin, dan berbuat paik kepada mereka.
11- اغتنام هذه الليالي في العبادة، خصوصا وقت السحر، فينبغي في مثل هذا الشهر أن يكون له حال حسن في المعاملة مع السحر، ليدخل في دائرة من أثنى عليهم الرب الأكبر في القرآن بالاستغفار في الأسحار، قال تعالى ( وبالأسحار هم يستغفرون) وقال سبحانه وتعالى: ( والمنفقين والمستغفرين بالأسحار ) وقال تعالى ( إنهم كانوا قبل ذلك محسنين كانوا قليلا من الليل ما يهجعون وبالأسحار هم يستغفرون ).
11.Hendaknya mengambil kesempatan emas dimalam malam bulan rajab ini untuk beribadah, khususnya di waktu akhir malam, maka alangkah baiknya jika di bulan ini kita berada di dalam keadaan yang mulia disaat akhir malam, dimana ALLAH berfirman: -(dan di saat sahar (akhir malam) mereka meminta pengampunan)- dan ALLAH juga berfirman: -(orang yang selalu menginfakkan hartanya dan yang meminta pengampunan di malam hari)-, dan ALLAH juga berfirman -(Sesungguhnya mereka sebelumnya adalah orang orang yang baik, yang sedikit dari malam-malamnya tertidur dan di malam hari selalu beristgfar meminta pengampunan ALLAH)-.
نسأل الله أن يوفر حظنا من هذه الليالي وهذا الشهر، وأن يجعلنا من المقبولين المسعودين في الدنيا والآخرة.
Kami memohon kepada ALLAH untuk memberikan bagian besar dari kemuliaan malam-malam bulan yang mulia ini, dan menjadikan kita dari hamba-hamba yang diterima ibadahnya dan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat.
اللهم بارك لنا في رجب وشعبان وبلغنا رمضان وأعِنا على الصيام والقيام.
sumber
Jumat, 01 April 2016
SEMUT YANG DIBERI TUGAS MEMBAWAKAN RIZKI SI ULAT
Tatkala Rasulullah SAW menikah dan membawa istrinya ke rumah, beliau mengadakan suatu
walimah yang di hadiri oleh beberapa sahabat. Dalam walimah itu sambil
menikmati hidangan yang terbatas, para sahabat berbincang-bincang,
sementara Rasulullah SAW sedang sholat.
Setelah selesai dari sholatnya, Rasulullah SAW bertanya kepada para
sahabatnya, "Tentang apa yang kalian bicarakan?" Para sahabat pun
menjawab, "Soal rizki Ya Rasulullah." Lalu, Rasulullah SAW menceritakan
kepada para sahabatnya, suatu cerita yang di ceritakan Malaikat Jibril
AS kepadnya, yaitu :
Pada suatu ketika, Nabi Sulaiman AS sedang melaksanakan sholat di tepi laut, setelah selesai sholat, beliau melihat seekor semut melata yang menggigit di mulutnya selembar daun hijau. Di lihatnya semut itu berteriak, sewaktu sudah sampai di tepi air keluarlah seekor katak, kemudian membawanya menyelam ke dasar laut.
Setelah satu jam lewat, keluarlah si semut terapung di atas air, kemudian, dengan rasa penasaran, Nabi Sulaiman AS pun bertanya kepada semut kecil itu, "Apa yang kamu lakukan di dasar laut?"
"Di bawah dasar laut terdapat sebuah batu besar yang di tengah-tengahnya hidup seekor ulat yang aku di perintahkan untuk memberikannya makan. Pada tiap hari aku membawa makanannya dua kali, di antar oleh Malaikat yang menjelma sebagai katak yang membawa aku ke dasar laut, kemudian setelah aku memberi makan ulat tersebut, di bawanya aku kembali ke permukaan laut. Dan tiap kali sehabis makan rizki yang kubawakan, si ulat bersyukur kepada Allah SWT dan berkata, "Maha Besar Allah yang telah menciptakan aku serta mentakdirkan aku hidup di dasar laut ini, tetapi tidaklah melupakan rizkiku." jawab si semut.
Adakah Allah SWT akan melupakan umat Nabi Muhammad SAW dari pemberian rizki dan Rahmat Nya ??
Semoga bermanfaat...
sumber
Pada suatu ketika, Nabi Sulaiman AS sedang melaksanakan sholat di tepi laut, setelah selesai sholat, beliau melihat seekor semut melata yang menggigit di mulutnya selembar daun hijau. Di lihatnya semut itu berteriak, sewaktu sudah sampai di tepi air keluarlah seekor katak, kemudian membawanya menyelam ke dasar laut.
Setelah satu jam lewat, keluarlah si semut terapung di atas air, kemudian, dengan rasa penasaran, Nabi Sulaiman AS pun bertanya kepada semut kecil itu, "Apa yang kamu lakukan di dasar laut?"
"Di bawah dasar laut terdapat sebuah batu besar yang di tengah-tengahnya hidup seekor ulat yang aku di perintahkan untuk memberikannya makan. Pada tiap hari aku membawa makanannya dua kali, di antar oleh Malaikat yang menjelma sebagai katak yang membawa aku ke dasar laut, kemudian setelah aku memberi makan ulat tersebut, di bawanya aku kembali ke permukaan laut. Dan tiap kali sehabis makan rizki yang kubawakan, si ulat bersyukur kepada Allah SWT dan berkata, "Maha Besar Allah yang telah menciptakan aku serta mentakdirkan aku hidup di dasar laut ini, tetapi tidaklah melupakan rizkiku." jawab si semut.
Adakah Allah SWT akan melupakan umat Nabi Muhammad SAW dari pemberian rizki dan Rahmat Nya ??
Semoga bermanfaat...
sumber
teman manusia
IBNU ATHO'ILLAH BERKATA : >>>
(Kajian kitab al-Hikam).
“Jika engkau berteman dengan para pecinta dunia, mereka akan menyeretmu untuk mencintai dunia. Jika engkau berteman dengan para pecinta Akhirat, maka mereka akan membawamu untuk mencintai Allah swt.
Rasulullah saw bersabda :
يحشر المرء على دين خليله, فلينظر أحد كم من يخالل
Seseorang akan dikumpulkan sesuai dengan agama temannya, oleh karena itu, setiap orang dari kalian hendaknya memperhatikan siapa yang ia jadikan sebagai teman.
( HR. tirmidzi, Abu Daud dan Ahmad dengan matan berbeda ).
(Kajian kitab al-Hikam).
“Jika engkau berteman dengan para pecinta dunia, mereka akan menyeretmu untuk mencintai dunia. Jika engkau berteman dengan para pecinta Akhirat, maka mereka akan membawamu untuk mencintai Allah swt.
Rasulullah saw bersabda :
يحشر المرء على دين خليله, فلينظر أحد كم من يخالل
Seseorang akan dikumpulkan sesuai dengan agama temannya, oleh karena itu, setiap orang dari kalian hendaknya memperhatikan siapa yang ia jadikan sebagai teman.
( HR. tirmidzi, Abu Daud dan Ahmad dengan matan berbeda ).
Sebagaimana ketika akan makan engkau memilih makanan yang enak dan
tidak berbahaya dan juga ketika akan menikah kau pilih wanita cantik,
maka ketika akan berteman pilihlah orang yang dapat menunjukkan kepadamu
jalan menuju keridhaan Allah swt.
Ketahuilah, sesungguhnya kamu memiliki tiga teman :
1. Harta, ia akan meninggalkanmu saat kau mati.
2. Keluarga, mereka akan meninggalkanmu sendirian di dalam kubur.
3. Amal, ia tidak akan pernah meninggalkanmu.
Oleh karena itu, pilihlah teman yang tidak akan meninggalkanmu sendirian di dalam kubur dan akan akan selalu menghiburmu ( yaitu amal shaleh ).”
Semoga Bermanfaat...
sumber
Ketahuilah, sesungguhnya kamu memiliki tiga teman :
1. Harta, ia akan meninggalkanmu saat kau mati.
2. Keluarga, mereka akan meninggalkanmu sendirian di dalam kubur.
3. Amal, ia tidak akan pernah meninggalkanmu.
Oleh karena itu, pilihlah teman yang tidak akan meninggalkanmu sendirian di dalam kubur dan akan akan selalu menghiburmu ( yaitu amal shaleh ).”
Semoga Bermanfaat...
sumber
Sabtu, 19 Maret 2016
BUKAN BERARTI AKU ORANG YANG TERBAIK DIANTARA KALIAN
Al-Imam Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata :
“Wahai manusia, sesungguhnya aku tengah menasehati kalian, dan Bukan berarti aku orang yang terbaik di antara kalian, bukan pula orang yang paling sholeh di antara kalian. Sungguh, akupun telah banyak melampaui batas terhadap diriku.
Aku tidak sanggup mengekangnya dengan sempurna, tidak pula membawanya sesuai dengan kewajiban dalam menaati Rabb-nya. Andaikata seorang muslim tidak memberi nasehat kepada saudaranya kecuali setelah dirinya menjadi orang yang sempurna, niscaya tidak akan ada para pemberi nasehat. Akan menjadi sedikit jumlah orang yang mau memberi peringatan dan tidak akan ada orang-orang yang berdakwah di jalan Allah ‘Azza wa Jalla, tidak ada yang mengajak untuk taat kepada-Nya, tidak pula melarang dari memaksiati-Nya. Namun dengan berkumpulnya ulama dan kaum mukminin, sebagian memperingatkan kepada sebagian yang lain, niscaya hati-hati orang-orang yang bertakwa akan hidup dan mendapat peringatan dari kelalaian serta aman dari lupa dan kekhilafan. Maka terus meneruslah berada pada majelis-majelis dzikir (majelis ilmu), semoga Allah ‘Azza wa Jalla mengampuni kalian. Bisa jadi ada satu kata yang terdengar dan kata itu merendahkan diri kita namun sangat bermanfaat bagi kita. Bertaqwalah kalian semua kepada Allah ‘Azza wa Jalla dengan sebenar-benarnya taqwa dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan muslim.”
“Wahai manusia, sesungguhnya aku tengah menasehati kalian, dan Bukan berarti aku orang yang terbaik di antara kalian, bukan pula orang yang paling sholeh di antara kalian. Sungguh, akupun telah banyak melampaui batas terhadap diriku.
Aku tidak sanggup mengekangnya dengan sempurna, tidak pula membawanya sesuai dengan kewajiban dalam menaati Rabb-nya. Andaikata seorang muslim tidak memberi nasehat kepada saudaranya kecuali setelah dirinya menjadi orang yang sempurna, niscaya tidak akan ada para pemberi nasehat. Akan menjadi sedikit jumlah orang yang mau memberi peringatan dan tidak akan ada orang-orang yang berdakwah di jalan Allah ‘Azza wa Jalla, tidak ada yang mengajak untuk taat kepada-Nya, tidak pula melarang dari memaksiati-Nya. Namun dengan berkumpulnya ulama dan kaum mukminin, sebagian memperingatkan kepada sebagian yang lain, niscaya hati-hati orang-orang yang bertakwa akan hidup dan mendapat peringatan dari kelalaian serta aman dari lupa dan kekhilafan. Maka terus meneruslah berada pada majelis-majelis dzikir (majelis ilmu), semoga Allah ‘Azza wa Jalla mengampuni kalian. Bisa jadi ada satu kata yang terdengar dan kata itu merendahkan diri kita namun sangat bermanfaat bagi kita. Bertaqwalah kalian semua kepada Allah ‘Azza wa Jalla dengan sebenar-benarnya taqwa dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan muslim.”
Pada suatu hari beliau rahimahullah pergi menemui murid-muridnya dan mereka tengah berkumpul, maka beliau rahimahullah berkata:
“Demi Allah ‘Azza wa Jalla, sungguh! Andai saja salah seorang dari kalian mendapati salah seorang dari generasi pertama umat ini sebagaimana yang telah aku dapati, serta melihat salah seorang dari Salafus Sholeh sebagaimana yang telah aku lihat, niscaya di pagi hari dia dalam keadaan bersedih hati dan pada sore harinya dalam keadaan berduka. Dia pasti mengetahui bahwa orang yang bersungguh-sungguh dari kalangan kalian hanya serupa dengan orang yang bermain-main di antara mereka. Dan seseorang yang rajin dari kalangan kalian hanya serupa dengan orang yang suka meninggalkan di antara mereka. Seandainya aku ridha terhadap diriku sendiri pastilah aku akan memperingatkan kalian dengannya, akan tetapi Allah ‘Azza wa Jalla Maha Tahu bahwa aku tidak senang terhadapnya, oleh karena itu aku membencinya.”
(Mawai’zh lilImam Al-Hasan Al-Bashri, hal.185-187).
sumber
“Demi Allah ‘Azza wa Jalla, sungguh! Andai saja salah seorang dari kalian mendapati salah seorang dari generasi pertama umat ini sebagaimana yang telah aku dapati, serta melihat salah seorang dari Salafus Sholeh sebagaimana yang telah aku lihat, niscaya di pagi hari dia dalam keadaan bersedih hati dan pada sore harinya dalam keadaan berduka. Dia pasti mengetahui bahwa orang yang bersungguh-sungguh dari kalangan kalian hanya serupa dengan orang yang bermain-main di antara mereka. Dan seseorang yang rajin dari kalangan kalian hanya serupa dengan orang yang suka meninggalkan di antara mereka. Seandainya aku ridha terhadap diriku sendiri pastilah aku akan memperingatkan kalian dengannya, akan tetapi Allah ‘Azza wa Jalla Maha Tahu bahwa aku tidak senang terhadapnya, oleh karena itu aku membencinya.”
(Mawai’zh lilImam Al-Hasan Al-Bashri, hal.185-187).
sumber
Ternyata Hidupku Cerminan dari Shalatku..
Barangsiapa terbiasa menunda sholat, maka ia harus siap tertunda dalam segala urusan kehidupannya: nikah, pekerjaan, keturunan, kesehatan, kemapanan, petunjuk dan lain-lain.
Hasan al-Bashri berkata:
أَيُّ شَيْءٍ يَعِزُّ عَلَيْكَ مِنْ دِينِكَ إِذَا هَانَتْ عَلَيْكَ صَلَاتُكَ وَأَنت أول مَا تسْأَل عَنْهَا يَوْم الْقِيَامَة
"Apa yang berharga dari agamamu jika sholatmu saja tidak berharga bagimu? Padahal pertanyaan pertama yang akan ditanyakan kepadamu pada hari kiamat adalah tentang sholat."
Seperti apa kamu mampu memperbaiki sholatmu, seperti itulah kamu akan mampu memperbaiki hidupmu.
Tidakkah kamu tahu bahwa sholat itu bergandengan dengan kesuksesan?
"Hayya 'alas sholah... hayya 'alal falaah..." artinya "Marilah melakukan sholat, marilah meraih kesuksesan"
Bagaimana mungkin kamu minta kesuksesan kepada Allah, sedangkan kamu tidak menunaikan hakNya?
استغفرالله العظيم
Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang yang mendirikan sholat tepat pada waktunya.
Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang yang mendirikan sholat tepat pada waktunya.
Semoga kita selalu mendapat Ridho & Pertolongan-Nya..
Aamiin Aamiin Ya Robbal Aalamiin..
Jumat, 04 Maret 2016
Mengenang Sang Raja hati , Al Habib Mundzir al Musawwa
Saya tidak banyak mengenal sosok beliau dengan seksama , selain saya mendapati beliau adalah termasuk
kalangan Habaib yang banyak dicintai oleh banyak pemuda – pemudi negeri
ini . Itu bagi saya cukup menarik jika melihat fakta , bahwa betapa
banyak Habaib yang lebih alim dari beliau , betapa banyak Habaib yang
trah keluarganya lebih terkenal dari keluarga beliau , namun para pemuda
– pemudi itu hati mereka lebih condong kepada diri beliau dibanding
yang lainnya .
.
.
Saya kira hal itu terjadi karena setidaknya ada beberapa alasan pokok . Pertama , karena hakekat kemaqbulan yang beliau miliki selama hidupnya adalah Tauriyyah dari keagungan Guru Fath beliau , Sayyidinal Habib Umar bin Hafidz .
.
.
Kemaqbulan dan kemasyhuran yang beliau miliki adalah keagungan Gurunya yang di letakkan “ dengan sengaja “ oleh Sang Guru keatas pundaknya karena sesungguhnya keagungan semacam itu tidak pas /tidak tepat jika di letakkan di tanah Hadromaut yang mulia .
.
.
Tanah Hadromut adalah tanah yang di ciptakan Tuhan untuk rumah-rumah kekhumulan , ketasatturan , dan tidak akan kuat menerima hal-hal yang berlawanan dengan itu semua . Sebagaimana pernah terjadi saat kemasyhuran Al Quthub Ali Bin Muhammad Al Habsyi begitu memmpesona mata , para Auliya “ berbisik “ bahwa keagungan semacam ini tidak akan pernah Hadromut mampu kuat menahannya lama-lama.
.
.
Maka kemudian terjadi sebuah peristiwa-peristiwa di kota Sewun yang membuat Al Habib Ali memutuskan untuk mengekspor Majlis – Majlis agungnya yang selalu di datangi puluhan ribu orang itu ke Tanah Jawa melalui salah satu murid beliau , Al arif billah Al Habib Alwi bin Muhammad al Habasyi . Kepada muridnya ini , beliau mengirim sebuah surat perintah untuk :
.
.
Saya kira hal itu terjadi karena setidaknya ada beberapa alasan pokok . Pertama , karena hakekat kemaqbulan yang beliau miliki selama hidupnya adalah Tauriyyah dari keagungan Guru Fath beliau , Sayyidinal Habib Umar bin Hafidz .
.
.
Kemaqbulan dan kemasyhuran yang beliau miliki adalah keagungan Gurunya yang di letakkan “ dengan sengaja “ oleh Sang Guru keatas pundaknya karena sesungguhnya keagungan semacam itu tidak pas /tidak tepat jika di letakkan di tanah Hadromaut yang mulia .
.
.
Tanah Hadromut adalah tanah yang di ciptakan Tuhan untuk rumah-rumah kekhumulan , ketasatturan , dan tidak akan kuat menerima hal-hal yang berlawanan dengan itu semua . Sebagaimana pernah terjadi saat kemasyhuran Al Quthub Ali Bin Muhammad Al Habsyi begitu memmpesona mata , para Auliya “ berbisik “ bahwa keagungan semacam ini tidak akan pernah Hadromut mampu kuat menahannya lama-lama.
.
.
Maka kemudian terjadi sebuah peristiwa-peristiwa di kota Sewun yang membuat Al Habib Ali memutuskan untuk mengekspor Majlis – Majlis agungnya yang selalu di datangi puluhan ribu orang itu ke Tanah Jawa melalui salah satu murid beliau , Al arif billah Al Habib Alwi bin Muhammad al Habasyi . Kepada muridnya ini , beliau mengirim sebuah surat perintah untuk :
“ Buatlah Majlis Maulid Tahunandi Jawa , dimana engkau kumpulkan banyak
orang dari penjuru daerah untuk membaca untaian kisah Maulid ( simthud
Durar ) ku ini dan engkau jamu mereka semua … “
.
.
Jadilah kemudian Majlis Maulid Habibana Ali Al Habasyi tersebar kepenjuru negeri ini dengan pesatnya , karena kemasyhuran dan kemegahan-kemegahan semacam ini Tanah Jawa adalah tempatnya .
.
.
Senada dengan itu , keagungan Habiban Umar bin Hafidz serta kemasyhurannya Tanah Hadromut tidak pas untuk mengayominya . Maka beliau “ titipkan” keagungannya itu kepada para murid beliau di luar Hadromut , dan salah satunya melalui Al Habib Mundzir al Musawa dengan Majlis Rasulullahnya .
.
Atau yang kedua , mungkin alasannya memang muncul dari pancaran rahasia spiritual Habib Mundzir sendiri . Dimana selama berdakwah , beliau selalu menyampaikannya dengan hati sanubari , bukan sekedar kemahiran mengumbar narasi di atas mimbar atau kelihaian dalam mengalahkan hujjah musuh-musih dakwahnya .
.
.
Sesungguhnya dakwah ( kalimat-kalimat ) yang meluncur dari ruang-ruang hati , akan menumbuhkan buah – buah kemaqbulannya .
.
.
Al Habib Mundzir tampaknya memang sudah terpilih untuk mengambil peran itu . Dirinya “ terpilih “ bahkan dimulai saat sepertinya keadaan tidak memungkinkannya.
Saat Al Habib Umar berkeliling Indonesia di awal tahun 90-an , untuk mencari calon murid yang akan beliau bawa ke Hadromut dan akan di didik disana , saat itu Habib Mundzir yang masih belajar di Madrasah Al Khairat sangat kepincut untuk dapat turut terpilih . Sayang sekali kuota calon santri itu sudah terpenuhi . Tidak ada lagi jatah tambahan .
.
.
Namun saat Al abib Umar berkunjung ke Al Khairat , dan itu kunjungan beliau yang terahir di saat itu , Allah Ta’ala “ memilih “ untuk turut menyertakan Habib Mundzir dalam rombongan calon-calon santri yang akan mendapat bea siswa ke Hadromut sana .
.
.
A Habib Ali Zainal Abidin Al Jufriy berkata :
“ Kami mengunjungi ma’had Al Khairat yang dipimpin oleh Al Habib Muhammad Naqib bin Syech Abi Bakar , dan jumlah pelajar yang akan dibawa oleh Sayyidi Al Habib Umar ke Tarim sudah terpenuhi .
.
.
Disaat aku duduk bersama para pelajar ma’had , seketika pandanganku tertuju kepada seorang pemuda yang sangat menarik perhatianku , sebab pancaran wajah dan ketawadhuannya . Maka aku berkata di dalam hati :
“ akan aku sampaikan kepada Sayyidi Umar tentang pemuda ini “
Ketika kami berdiri , pemuda itu datang menghampiri untuk menyalamiku . Aku bertanya kepadanya :
“ Siapa namamu ? “
Ia menjawab dengan sangat sopan dan penuh ketawadhuan :
“ Khadim ( pelayan)mu , Mundzir “
.
Kemudian Sayyidi Umar datang dan akupun mengabarinya tentang pemuda itu, lalu beliau bertanya :
“ mana pemuda yang engkau ceritakan itu ? “
Aku menjawab : “ Itu dia , pemuda yang memakai peci warna hijau … “
Maka Al habib Umar berkata :
“ Annak ini harus ada diantara mereka ( para calon santri ) dan dia tidak boleh di undur sampai angkatan kedua . “
.
.
Mendengar perintah itu , al Habib Umar bin Muhammad Maulakhela berinisiatif untuk menjadi penanggung biaya perjalanan Pemuda Mundzir itu ke kota Tarim , dan ini dihitung sebagai sebuah jasa besar habib Umar mulakhella yang selalu diceritakan dan di ingat Habib Mundzir di dalam majlis-majlisnya .
.
.
Al Habib Mundzir selama beberapa tahun memikul tanggung jawab besar amanah kemuliaan dakwah Gurunya . Sampai kemudian betul-betul secara fisik dan rukhani beliau sudah tidak kuat lagi menanggungnya , jika saj tidak ada perhatian ruhaniyyah dari para aslaf dan guru-gurunya .
.
.
Saat genap usianya 40 tahun , di suatu pagi beliau berkata kepada istrinya ;
“ Alhamdulillah , aku bermimpi bertemu dengan Rasulullah SAW dan aku mengadukan keadaanku kepada beliau , betapa beratnya beban dakwah dan telah lemah kekuatanku sehingga aku tidak mampu memikul beban ini .
Maka beliau memberiku kabar gembira , Rasulullah SAW berkata ;
“ MUROKH KHOSUN , WAL AMRU INDA UMAR … Aku beri ijin kemurahan kepadamu , dan dalam hal ini terserah Umar “
.
.
Maksud bagind nabi SAW dengan Umar adalah habib Umar bin Hafidz guru beliau . Dan benar juga akhirnya , di sore hari itu juga , beliau wafat meninggalkan dunia yang penuh kepayahan ini , menuju belaian kasih aslaf-aslafnya , wabil khusus baginda nabi Muhammad SAW al Mushthofa .
.
.
Habib salim , putra Habibana Umar bin Hafidz berkata :
“ Dari perkataan Habib Mundzir yang pernah aku dengar , dia berkata :
“ Wahai Salim , sungguh aku berharap ketika aku diletakkan kedalam kuburku , aku berharap Sayyidiy Umar mengangkat kedua tangannya dan berdoa kepada Allah ta’ala , YA ROBB …SUNGGUH AKU TELAH MERIDHOINYA ..
Ketika habib Mundzir wafat , perkataanku itu aku sampaikan kepada ayahku , dan beliau mengangkat kedua tangannya seraya berkata :
“ YA ROBB …ANNI ANHU RODHIN …wahai Tuhan kami , sungguh aku telah meridhoinya “
.
.
Sungguh mulia keadaan seorang murid yang meninggalkan dunia , sementara Gurunya yang Paripurna itu telah jatuh hati untuk meridhoinya .
“ Ya bahtak , Ya Mundzir “
Beruntung sekali dirimu , wahai Habib Mundhir . Maha Guru tuan pun memuji :
“ Anta mundzir , wa anta mubasyir …Enkau ini Mundzir , di dalam dirimu ada kabar gembira “
.
.
Pesona dan cahaya dalam diri Habib Mundzir begitu memppesona anak-anak negeri ini , Sebagaiman persaksian ba’dhus Shalihin dari Kota Tarim :
“ Wajhuka Nawwir ,,, anta Musy Mundzir , anta Muhammad Maula Jawa , war Royah Batakunu fi yadika …. Wajahmu bersinar bercahaya , ( laksana ) engkau ini bukan Mundzir , tetapi engkau adalah Seorang yang akan dipuji-puji ( Muhammad ) sang pemmilik Tanah Jawa . Dan bendera dakwah aka nada ditanganmu …”
.
.
Sesudah habib Mundzir tiada , anak-anak negeri ini hanya tinggal mendapatkan kemudahannya saja . Bendera dakwah Majlis rasulullah semakin hari berkibar dimana-mana . semakin hari semakin banyak anak-anak negeri yang ikut bersama mengibarkannya .
.
.
Alhamdulillah , menjadi mudah karena bagihan tersulitnya , beban – beban itu sudah terlebih dahulu Habib Mundzir al Musawwa yang memikulnya .
Jazallah anna Habiban Mundzir khoira . Jazalloh anna Habibana Mundzir ma huwa ahluh .
Semoga Allah membalas jasa habib Mundzir kepada kita dengan sebaik – baik balasan . semoga Allah membalas sesuai dengan apa yang beliau berhak mendapatkannya . Amin.
Ditulis oleh Muhajir Madad Salim
sumber
.
.
Jadilah kemudian Majlis Maulid Habibana Ali Al Habasyi tersebar kepenjuru negeri ini dengan pesatnya , karena kemasyhuran dan kemegahan-kemegahan semacam ini Tanah Jawa adalah tempatnya .
.
.
Senada dengan itu , keagungan Habiban Umar bin Hafidz serta kemasyhurannya Tanah Hadromut tidak pas untuk mengayominya . Maka beliau “ titipkan” keagungannya itu kepada para murid beliau di luar Hadromut , dan salah satunya melalui Al Habib Mundzir al Musawa dengan Majlis Rasulullahnya .
.
Atau yang kedua , mungkin alasannya memang muncul dari pancaran rahasia spiritual Habib Mundzir sendiri . Dimana selama berdakwah , beliau selalu menyampaikannya dengan hati sanubari , bukan sekedar kemahiran mengumbar narasi di atas mimbar atau kelihaian dalam mengalahkan hujjah musuh-musih dakwahnya .
.
.
Sesungguhnya dakwah ( kalimat-kalimat ) yang meluncur dari ruang-ruang hati , akan menumbuhkan buah – buah kemaqbulannya .
.
.
Al Habib Mundzir tampaknya memang sudah terpilih untuk mengambil peran itu . Dirinya “ terpilih “ bahkan dimulai saat sepertinya keadaan tidak memungkinkannya.
Saat Al Habib Umar berkeliling Indonesia di awal tahun 90-an , untuk mencari calon murid yang akan beliau bawa ke Hadromut dan akan di didik disana , saat itu Habib Mundzir yang masih belajar di Madrasah Al Khairat sangat kepincut untuk dapat turut terpilih . Sayang sekali kuota calon santri itu sudah terpenuhi . Tidak ada lagi jatah tambahan .
.
.
Namun saat Al abib Umar berkunjung ke Al Khairat , dan itu kunjungan beliau yang terahir di saat itu , Allah Ta’ala “ memilih “ untuk turut menyertakan Habib Mundzir dalam rombongan calon-calon santri yang akan mendapat bea siswa ke Hadromut sana .
.
.
A Habib Ali Zainal Abidin Al Jufriy berkata :
“ Kami mengunjungi ma’had Al Khairat yang dipimpin oleh Al Habib Muhammad Naqib bin Syech Abi Bakar , dan jumlah pelajar yang akan dibawa oleh Sayyidi Al Habib Umar ke Tarim sudah terpenuhi .
.
.
Disaat aku duduk bersama para pelajar ma’had , seketika pandanganku tertuju kepada seorang pemuda yang sangat menarik perhatianku , sebab pancaran wajah dan ketawadhuannya . Maka aku berkata di dalam hati :
“ akan aku sampaikan kepada Sayyidi Umar tentang pemuda ini “
Ketika kami berdiri , pemuda itu datang menghampiri untuk menyalamiku . Aku bertanya kepadanya :
“ Siapa namamu ? “
Ia menjawab dengan sangat sopan dan penuh ketawadhuan :
“ Khadim ( pelayan)mu , Mundzir “
.
Kemudian Sayyidi Umar datang dan akupun mengabarinya tentang pemuda itu, lalu beliau bertanya :
“ mana pemuda yang engkau ceritakan itu ? “
Aku menjawab : “ Itu dia , pemuda yang memakai peci warna hijau … “
Maka Al habib Umar berkata :
“ Annak ini harus ada diantara mereka ( para calon santri ) dan dia tidak boleh di undur sampai angkatan kedua . “
.
.
Mendengar perintah itu , al Habib Umar bin Muhammad Maulakhela berinisiatif untuk menjadi penanggung biaya perjalanan Pemuda Mundzir itu ke kota Tarim , dan ini dihitung sebagai sebuah jasa besar habib Umar mulakhella yang selalu diceritakan dan di ingat Habib Mundzir di dalam majlis-majlisnya .
.
.
Al Habib Mundzir selama beberapa tahun memikul tanggung jawab besar amanah kemuliaan dakwah Gurunya . Sampai kemudian betul-betul secara fisik dan rukhani beliau sudah tidak kuat lagi menanggungnya , jika saj tidak ada perhatian ruhaniyyah dari para aslaf dan guru-gurunya .
.
.
Saat genap usianya 40 tahun , di suatu pagi beliau berkata kepada istrinya ;
“ Alhamdulillah , aku bermimpi bertemu dengan Rasulullah SAW dan aku mengadukan keadaanku kepada beliau , betapa beratnya beban dakwah dan telah lemah kekuatanku sehingga aku tidak mampu memikul beban ini .
Maka beliau memberiku kabar gembira , Rasulullah SAW berkata ;
“ MUROKH KHOSUN , WAL AMRU INDA UMAR … Aku beri ijin kemurahan kepadamu , dan dalam hal ini terserah Umar “
.
.
Maksud bagind nabi SAW dengan Umar adalah habib Umar bin Hafidz guru beliau . Dan benar juga akhirnya , di sore hari itu juga , beliau wafat meninggalkan dunia yang penuh kepayahan ini , menuju belaian kasih aslaf-aslafnya , wabil khusus baginda nabi Muhammad SAW al Mushthofa .
.
.
Habib salim , putra Habibana Umar bin Hafidz berkata :
“ Dari perkataan Habib Mundzir yang pernah aku dengar , dia berkata :
“ Wahai Salim , sungguh aku berharap ketika aku diletakkan kedalam kuburku , aku berharap Sayyidiy Umar mengangkat kedua tangannya dan berdoa kepada Allah ta’ala , YA ROBB …SUNGGUH AKU TELAH MERIDHOINYA ..
Ketika habib Mundzir wafat , perkataanku itu aku sampaikan kepada ayahku , dan beliau mengangkat kedua tangannya seraya berkata :
“ YA ROBB …ANNI ANHU RODHIN …wahai Tuhan kami , sungguh aku telah meridhoinya “
.
.
Sungguh mulia keadaan seorang murid yang meninggalkan dunia , sementara Gurunya yang Paripurna itu telah jatuh hati untuk meridhoinya .
“ Ya bahtak , Ya Mundzir “
Beruntung sekali dirimu , wahai Habib Mundhir . Maha Guru tuan pun memuji :
“ Anta mundzir , wa anta mubasyir …Enkau ini Mundzir , di dalam dirimu ada kabar gembira “
.
.
Pesona dan cahaya dalam diri Habib Mundzir begitu memppesona anak-anak negeri ini , Sebagaiman persaksian ba’dhus Shalihin dari Kota Tarim :
“ Wajhuka Nawwir ,,, anta Musy Mundzir , anta Muhammad Maula Jawa , war Royah Batakunu fi yadika …. Wajahmu bersinar bercahaya , ( laksana ) engkau ini bukan Mundzir , tetapi engkau adalah Seorang yang akan dipuji-puji ( Muhammad ) sang pemmilik Tanah Jawa . Dan bendera dakwah aka nada ditanganmu …”
.
.
Sesudah habib Mundzir tiada , anak-anak negeri ini hanya tinggal mendapatkan kemudahannya saja . Bendera dakwah Majlis rasulullah semakin hari berkibar dimana-mana . semakin hari semakin banyak anak-anak negeri yang ikut bersama mengibarkannya .
.
.
Alhamdulillah , menjadi mudah karena bagihan tersulitnya , beban – beban itu sudah terlebih dahulu Habib Mundzir al Musawwa yang memikulnya .
Jazallah anna Habiban Mundzir khoira . Jazalloh anna Habibana Mundzir ma huwa ahluh .
Semoga Allah membalas jasa habib Mundzir kepada kita dengan sebaik – baik balasan . semoga Allah membalas sesuai dengan apa yang beliau berhak mendapatkannya . Amin.
Ditulis oleh Muhajir Madad Salim
sumber
Kisah tentang Habib Munzir Almusawa
MENGENANG SANG RAJA SANUBARI
(Al-Habib Munzir Almusawa)
=====================
Tausyiah Al Habib Umar bin Idrus Bin Shahab ketika Menceritakan Kisah tentang Habib Munzir Almusawa
(Al-Habib Munzir Almusawa)
=====================
Tausyiah Al Habib Umar bin Idrus Bin Shahab ketika Menceritakan Kisah tentang Habib Munzir Almusawa
Terjemah Oleh Syeikh Ridwan Al Amri :
Beliau ini (Habib Umar bin Idrus) salah satu dari sahabat dekat Habibana Munzir, dahulu Habib Umar (bin hafidh) mempunyai kebiasaan, biasanya musim dingin, musim panas, supaya anak-anak ada refreshing sedikit, santri-santri itu dibawa, bukan di tarim aja tapi ke syhir yang ada di kota syihr, beliau bilang (Al Habib Umar bin Idrus) pernah satu hari, pada suatu malam saya cari Akhina Habib Munzir, saya cari ko gak ada, saya cari ke kamar gak ketemu, maka saya naik ke atas, ke lantai atas, saya dapati beliau ada di pojok lagi sendirian, padahal malam itu betul-betul dingin sekali, dan campur ada rintikan hujan grimis, beliau duduk sambil pegang tasbih, saya bertanya "Ya Habib, ini sekarang, malem kaya begini dingin-dingin kaya begini, bukan waktunya untuk tasibihan, bukan waktunya untuk tadzakir,udah masuk ke kamar istirahat, ternyata saya lihat beliau (Habib Munzir) menangis, kenapa ko ente nangis disini ? Ada apa masalahnya ?, beliau (Habib Munzir) bilang "ini rahasia, jangan cerita ke orang lain, saya sudah tiga malam ini tidak bermimpi ketemu Rasulullah SAW,"
Beliau (Habib umar bin idrus) tersenyum dan bilang "Ya Habib Munzir, banyak orang bukan tiga malem aje, berbulan bulan gak mimpi Rasulullah SAW, walaupun dia tholib 'ilm, walaupun mungkin dia orang alim, gak nangis seperti ente begini, baru tiga malem gak mimpi ente udah nangis"
Beliau (Habib Munzir) bilang "ana takut, ada dosa apa yang ana perbuat, sehingga memutuskan ana, mengihajabkan ana untuk bertemu dengan Rosulullah SAW"
Beliau ini (Habib Umar bin Idrus) salah satu dari sahabat dekat Habibana Munzir, dahulu Habib Umar (bin hafidh) mempunyai kebiasaan, biasanya musim dingin, musim panas, supaya anak-anak ada refreshing sedikit, santri-santri itu dibawa, bukan di tarim aja tapi ke syhir yang ada di kota syihr, beliau bilang (Al Habib Umar bin Idrus) pernah satu hari, pada suatu malam saya cari Akhina Habib Munzir, saya cari ko gak ada, saya cari ke kamar gak ketemu, maka saya naik ke atas, ke lantai atas, saya dapati beliau ada di pojok lagi sendirian, padahal malam itu betul-betul dingin sekali, dan campur ada rintikan hujan grimis, beliau duduk sambil pegang tasbih, saya bertanya "Ya Habib, ini sekarang, malem kaya begini dingin-dingin kaya begini, bukan waktunya untuk tasibihan, bukan waktunya untuk tadzakir,udah masuk ke kamar istirahat, ternyata saya lihat beliau (Habib Munzir) menangis, kenapa ko ente nangis disini ? Ada apa masalahnya ?, beliau (Habib Munzir) bilang "ini rahasia, jangan cerita ke orang lain, saya sudah tiga malam ini tidak bermimpi ketemu Rasulullah SAW,"
Beliau (Habib umar bin idrus) tersenyum dan bilang "Ya Habib Munzir, banyak orang bukan tiga malem aje, berbulan bulan gak mimpi Rasulullah SAW, walaupun dia tholib 'ilm, walaupun mungkin dia orang alim, gak nangis seperti ente begini, baru tiga malem gak mimpi ente udah nangis"
Beliau (Habib Munzir) bilang "ana takut, ada dosa apa yang ana perbuat, sehingga memutuskan ana, mengihajabkan ana untuk bertemu dengan Rosulullah SAW"
MANUSIA ITU TERBAGI EMPAT (4) GOLONGAN
Menurut Imam al-Ghazali bahwa manusia itu terbagi menjadi empat (4) golongan:
PERTAMA: رجل يدري ويدري أنه يدري
Rajulun Yadri wa Yadri Annahu Yadri
(Seseorang yang Tahu (berilmu), dan dia Tahu kalau dirinya Tahu).
Rajulun Yadri wa Yadri Annahu Yadri
(Seseorang yang Tahu (berilmu), dan dia Tahu kalau dirinya Tahu).
Orang ini bisa disebut ‘Alim (Orang yang mengetahui). Kepada orang ini yang harus kita lakukan adalah mengikutinya. Apalagi kalau kita masih termasuk dalam golongan orang yang awam, yang masih butuh banyak diajari, maka sudah seharusnya kita mencari orang yang seperti ini, duduk bersama dengannya akan menjadi pengobat hati.
Mereka ada para pewaris Nabi dan Jenis manusia yang paling baik. Jenis manusia yang memiliki kemapanan ilmu, dan dia tahu kalau dirinya itu berilmu, maka ia menggunakan ilmunya. Ia berusaha semaksimal mungkin agar ilmunya benar-benar bermanfaat bagi dirinya, orang sekitarnya, dan bahkan bagi seluruh umat manusia.
KEDUA: ورجل يدري ولا يدري أنه يدري
Rajulun Yadri wa Laa Yadri Annahu Yadri
(Seseorang yang Tahu (berilmu), tapi dia Tidak Tahu kalau dirinya Tahu).
Rajulun Yadri wa Laa Yadri Annahu Yadri
(Seseorang yang Tahu (berilmu), tapi dia Tidak Tahu kalau dirinya Tahu).
Untuk model ini, bolehlah kita sebut dia seumpama orang yang tengah tertidur. Sikap kita kepadanya membangunkan dia. Manusia yang memiliki ilmu dan kecakapan, tapi dia tidak pernah menyadari kalau dirinya memiliki ilmu dan kecakapan. Manusia jenis ini sering kita jumpai di sekeliling kita. Terkadang kita menemukan orang yang sebenarnya memiliki potensi yang luar biasa, tapi ia tidak tahu kalau memiliki potensi. Karena keberadaan dia seakan Tidak berguna atau tidak diberdayakan.
Tipe seperti ini jika tidak di support dikhawatirkan merugi di akhirat.
Tipe seperti ini jika tidak di support dikhawatirkan merugi di akhirat.
KETIGA: ورجل لا يدري ويدري أنه لا يدري
Rajulun Laa Yadri wa Yadri Annahu Laa Yadri (Seseorang yang tidak tahu (tidak atau belum berilmu), tapi dia tahu alias sadar diri kalau dia tidak tahu).
Rajulun Laa Yadri wa Yadri Annahu Laa Yadri (Seseorang yang tidak tahu (tidak atau belum berilmu), tapi dia tahu alias sadar diri kalau dia tidak tahu).
Jenis manusia ini masih tergolong baik. Sebab, ini jenis manusia yang bisa menyadari kekurangannnya. Ia bisa mengintropeksi dirinya dan bisa menempatkan dirinya di tempat yang sepantasnya. Karena dia tahu dirinya tidak berilmu, maka dia belajar.
Dengan belajar itu, sangat diharapkan suatu saat dia bisa berilmu dan tahu kalau dirinya berilmu. Manusia seperti ini sengsara di dunia tapi bahagia di akhirat.
KEEMPAT: ورجل لا يدري أنه لا يدري
Rajulun Laa Yadri wa Laa Yadri Annahu Laa Yadri
(Seseorang yang Tidak Tahu (tidak berilmu), dan dia Tidak Tahu kalau dirinya Tidak Tahu).
Rajulun Laa Yadri wa Laa Yadri Annahu Laa Yadri
(Seseorang yang Tidak Tahu (tidak berilmu), dan dia Tidak Tahu kalau dirinya Tidak Tahu).
Inilah adalah jenis manusia yang paling buruk dan berbahaya. Ini jenis manusia yang selalu merasa mengerti, selalu merasa tahu, selalu merasa memiliki ilmu, padahal ia tidak tahu apa-apa.
Dalam pergaulan sebagian orang tipe seperti ini sering mereka sebut "ngeyel ndamblek".
Cenderung manusia jenis seperti ini susah disadarkan, kalau diingatkan ia akan membantah sebab ia merasa tahu atau merasa lebih tahu. Jenis manusia seperti ini, paling susah dicari kebaikannya. Manusia seperti ini dinilai tidak sukses di dunia, juga merugi di akhirat.
Cenderung manusia jenis seperti ini susah disadarkan, kalau diingatkan ia akan membantah sebab ia merasa tahu atau merasa lebih tahu. Jenis manusia seperti ini, paling susah dicari kebaikannya. Manusia seperti ini dinilai tidak sukses di dunia, juga merugi di akhirat.
Semoga bisa menjadi bahan renungan dan introspeksi bersama, di posisi golongan manakah kita berada ?
**
(Kitab ihya 'Ulumuddin)
**
(Kitab ihya 'Ulumuddin)
Hati Yang Bersih
Guru Mulia Al habib Umar Bin Hafidz mengatakan: "Zaman salafunas sholeh (orang tua kita yang sholeh) terdahulu, sekali ucapan takbir saja, mampu memecahkan dinding-dinding beton, namun dizaman kita ini jangankan dinding, selembar kertas pun tidak bisa melayang."
Bisa kita ambil pelajaran,Kenapa orang-orang dulu mereka banyak berhasil meningkatkan kualitas imannya?
Doa mereka seperti busur panah yang selalu mengenai sasarannya, seakan-akan jika berdoa tiada hijab baginya.
Alasannya, Karena mereka berhasil MEMBERSIHKAN
HATI, mereka tidak menyimpan dendam kepada siapapun,
Jika ada yang membenci mereka hanya mendo’akan kebaikan
untuknya.”
Doa mereka seperti busur panah yang selalu mengenai sasarannya, seakan-akan jika berdoa tiada hijab baginya.
Alasannya, Karena mereka berhasil MEMBERSIHKAN
HATI, mereka tidak menyimpan dendam kepada siapapun,
Jika ada yang membenci mereka hanya mendo’akan kebaikan
untuknya.”
Itulah yang disebut "Shafa'ul Qalb" mereka giat membersihkan hati bukan hanya membersihkan penampilan luar saja.
Bathin adalah sebuah prioritas dibanding zhohir.
Mungkin hal ini kebalikan dizaman kita, Kita lebih berburu pada kecantikan luar sehingga tidak peduli pada kebersihan hati.
Bathin adalah sebuah prioritas dibanding zhohir.
Mungkin hal ini kebalikan dizaman kita, Kita lebih berburu pada kecantikan luar sehingga tidak peduli pada kebersihan hati.
Mereka memperhatikan Hati yang biasa disifati dengan hidup dan mati, artinya ada hati yang hidup dan ada hati yang mati. Di antara maksud hati yang hidup, adalah hati yang sehat itulah hati yang bersih (selamat). Seseorang akan selamat di hari kiamat kelak jika menghadap Allah dengan hati yang bersih.
seperti firman Allah Ta’ala:
seperti firman Allah Ta’ala:
يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ (88) إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ (89)
“(Yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih” (QS. Asy Syu’aro’: 88).
Para ulama ada yang berbeda pandangan dalam mengungkapkan makna hati yang bersih (selamat). Definisi yang menyeluruh dalam memahami hal ini, hati yang bersih adalah hati yang selamat dari segala macam bentuk syahwat yang menyalahi perintah Allah atau menerjang larangan-Nya, hati itu pun selamat dari berbagai syubhat yang menyimpang di mana hati yang selamat akan berpaling dari peribadahan kepada selain Allah, selamat dari Ittiba' dengan selain ajaran Rasul-Nya, selamat dengan mencintai Allah dan Rasulullah lalu memiliki rasa takut, harap, tawakkal, inabah (taubat/ kembali) kepada Allah, hati yang bersih akan selalu mengharap ridho Allah dalam segala keadaan dan menjauhi murka-Nya dengan segala cara. Inilah hakekat peribahan kepada Allah yang tidak boleh dipalingkan kepada selain Allah.
Semoga kita bisa terus belajar bagaimana cara meningkat keimanan dan ketakwaan dengan senantiasa membersihkan hati dari segala kotoran dan penyakit hati, Aamiin....
Selasa, 01 Maret 2016
balas budi
al-Habib Ali al-Jufri berkata :
.
"Jikalau tanganmu pendek untuk membalas kebaikan Seseorang, maka panjangkan lisanmu untuk selalu mendoakannya".
.
Ketika diri kita dibantu, ditolong, atau diperjuangkan dalam kebaikan oleh seseorang, maka pastinya pun kita ingin membalas kebaikan seseorang tersebut.
.
Namun apa daya kalau kita tidak bisa atau tidak mampu membalas kebaikan orang tersebut dengan tangan (harta, tenaga, kemampuan) kita, maka salah satu cara yang paling baik adalah dengan banyak mendoakan kebaikan orang tersebut yang telah membantu diri kita.
sumber
.
"Jikalau tanganmu pendek untuk membalas kebaikan Seseorang, maka panjangkan lisanmu untuk selalu mendoakannya".
.
Ketika diri kita dibantu, ditolong, atau diperjuangkan dalam kebaikan oleh seseorang, maka pastinya pun kita ingin membalas kebaikan seseorang tersebut.
.
Namun apa daya kalau kita tidak bisa atau tidak mampu membalas kebaikan orang tersebut dengan tangan (harta, tenaga, kemampuan) kita, maka salah satu cara yang paling baik adalah dengan banyak mendoakan kebaikan orang tersebut yang telah membantu diri kita.
sumber
Langganan:
Postingan (Atom)