HOME | CARI ARTIKEL DI SINI

Sabtu, 17 Oktober 2015

RISALAH TENTANG MUHARRAM

Assalamu’alaikum.. Wr. Wb..
Sahabat, mari ikut serta dalam program – program dakwah Al-Bahjah khususnya dalam penyebaran artikel – artikel dakwah. Menyambut bulan Muharram, kami hadirkan risalah “Amalan Puasa Bulan Muharram” dalam bentuk PDF yang bisa dicetak dan disebarluaskan kepada kaum Muslimin Muslimat khususnya di wilayah masing – masing. Silahkan bsa disimak dan didownload di link berikut :
http://bit.ly/1VKiw9H
Baca juga Hujjah – hujjah tentang Puasa Bulan Muharram di link berikut :http://bit.ly/1NwskVC
Silahkan diperbanyak dan disebarkan agar semakin tersiar luas dakwah Islam Ahlusunnah Wal jama’ah. Aamiin

Perjuangan Sayyidah khodijah

أمّهات المؤمنين سيّدتنا خديجة الكبرا رضى اللّٰه عنها
Diriwayatkan ketika Rasulullah saw pulang ke rumah dan melihat istri nya Sayyidatuna Khadijah sedang sibuk menyusui Putri nya, Sayyidatuna Fatimah ..
Betapa terkejut nya Rasulullah ketika mendapati bukan air susu yang keluar dari istri nya melainkan Darah ....!!
Setelah menenangkan dan menidurkan putri nya,
Sayyidah khodijah pun mendatangi suami tercinta dan Rasulullah meletakan kepala beliau yang mulia kepangkuan istri nya, seraya berkata ;
"Wahai istri ku tidak kah kau merasa menyesal karena memiliki suami seperti ku ...???
Dulu sebelum kau ku nikahi kau adalah janda terkaya di sini, kekayaan mu melimpah ruah, ..
Namamu terpandang ...
Tetapi kini bahkan untuk menyusui putri mu saja kau harus mengeluarkan darah karena tidak ada apa2 lagi yang kau miliki saat ini ....!!
"Dengan lembut nya sayyidah khodijah menjawab :
"Wahai kekasihku dan kekasih Nya Allah ... jika aku nanti mati dan tidak ada lagi harta kekayaan sepeninggal ku, sedangkan kau ingin menyebarkan ilmu dan agama untuk menyebrangi lautan , maka galilah kuburku , gunakan tulang tulangku untuk menjadi perahu mu !"
"Subhanallah "
اللّٰهم صلى على سيدنا محمد وعلى اهل بيته الطاهرين

Bib, tolong urusi NU

Ust. Hijrah Yanuar Iskhaq, santri Habib Luthfi, menceritakan: "Kiai Ahmad Syafiq Pekalongan, seminggu sebelum Maulid Akbar berlangsung, sekitar jam 1 dinihari pernah didawuhi Abah Habib Luthfi bin Yahya:“Gus, aku iki hampir 70 tahun, wis pingin liren, pengin mulang ning pondok, ndandani sholat sing iseh okeh salahe ning masyarakat. Tetapi mben wengi kok Kanjeng Nabi Saw. hadir nepuk-nepuk pundakku serto dawuh: “Bib, tolong urusi NU, urusi NU.”(Gus, saya sudah hampir 70 tahun, sudah ingin istirahat, ingin mengajar di pesantren, memperbaiki shalat yang masih banyak salahnya di masyarakat. Tetapi setiap malam Nabi Muhammad Saw. selalu hadir seraya menepuk-nepuk pundakku dan berkata: “Bib, tolong urusi NU, urusi NU.”
sumber

Waspada dalam bergaul

Mutiara kalam Al-Imam Abdullah bin Alwi Alhaddad : >>>
=========================
Hendaklah kamu menghindari persahabatan dengan orang yang dapat membuatmu menjauh
dari Allah SWT dan dari perbuatan taat kepada-
Nya, atau yang membuat kamu lupa berdzikir
kepada-Nya, baik yang ia lakukan dengan ungkapan terang-terangan ataupun yang
tersembunyi.
Menghindar dari ajakan yang melalui ucapan
yang terang-terangan tentunya sudah jelas
bagimu. Sedangkan menghindar dari ajakan
yang tersembunyi adalah dengan menyadari
bahwa untuk tidak sekalipun kamu duduk-duduk
bersama seseorang yang menyembunyikan di
dalam hatinya niatan untuk meninggalkan
berbagai ketaatan kepada Allah, atau yang
terus-menerus melakukan berbagai
pelanggaran terhadap perintah-perintah-Nya.
Tidaklah duduk-duduk dengan mereka kecuali
akan mengalir pula dari hatinya ke hatimu suatu perasaan persetujuan, walaupun hanya
sedikit, atas sikap mereka.
Maka hendaklah kamu pada jaman seperti
sekarang ini, tidak memilih duduk berbincang-bincang bersama seseorang, kecuali jika kamu
merasa yakin dapat memperoleh manfaat darinya dalam agamamu. Misalnya dengan duduk bersamanya, kamu bertambah kesadaran akan
pentingnya jalan beragama yang kamu tempuh.
Atau kamu bertambah semangat dalam upaya
meraih apa yang kamu cita-citakan. Atau kamu
sendiri yang justru dapat memberinya manfaat
dalam agamanya. Namun semua itu tidak boleh
dilakukan kecuali setelah kamu benar-benar yakin akan keselamatan diri sendiri.
Camkanlah hal ini baik-baik!!!
(al Habib Umar Alaydrus).

Perbedaan antara orang beriman dan tidak beriman

Guru Mulia Habib Umar bin Hafidz :
Perbedaan antara orang beriman dan tidak beriman
Orang yg tidak beriman, mungkin memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan non psikis anak. Mereka mementingkan kondisi ekonomi, pakaian, gedung, jalanan dan segala bentuk fisik. Tetapi perhatian mereka tidaklah mencapai jiwa, kecuali hanay tepinya saja, yang mereka dapati dalam kehidupan psikologi atau hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan bermasyarakat yang hanya bermanfaat bagi fisik. Terkadang mereka sadar memperhatikan jiwa seseorang, tetapi kesadaran itu sangat lemah sekali. karena itu Allah menyeru orang-orang beriman dalam firmannya
"
."Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri.” (Qs. al-Hasyr: 19 )
Jika manusia melupakan jiwa mereka sendiri, walaupun mereka memperbaiki faktor eksternal(segala sesuatu yg diluar), maka hal itu tidak akan memberi manfaat sebenarnya, karena mereka hanya perbaiki selain mereka(segala hal lahir itu bukanlah diri kita).
dalam hal ini kita juga dapat ambil isyarat dari firman Allah:
“Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya," (Al- Kahfi: 7)
Allah tidak katakan sebagai perhiasan untuk kalian, melainkan untuknya(orang2 yg tidak beriman). Dari ayat ini kita tahu bahwa segala sesuatu yang ada dibumi ini hanyalah perhiasa bagi orang yang tidak beriman, sedangkan kita akan meninggalkan bumi ini.
Jika kita akan meninggalkan bumi yang merupakan perhiasan, lalu setelah itu apakah perhiasan yang kita miliki dan pakai?
Segala sesuatu yang tidak abadi tidak dianggap sebagai perhiasan bagi orang2 yg beriman.
Pandangan orang beriman berpola sebagai berikut: segala sesuatu yg punah difungsikan untuk yang abadi, segala sesuatu yang akan punah difungsikan sebagai alat menuai hakikat kebahagiaan yang abadi dan kekal. Ini adalah perbedaan yang tipis sekali antara orang beriman dan tidak.....
Allahuma soli ala sayidina Muhammad nabiyil umiy wa alihi wa shobihi wa salim

DO'A AWAL DAN AKHIR TAHUN

Kaum Muslimin Dan Muslima Para Perindu Kemuliaan, berikut teks Do’a Awal dan Akhir Tahun yang dianjurkan untuk kita baca ketika pergantian tahun baru Hijriyah :
a. Do’a Akhir Tahun
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ, اَللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ فِيْ هَذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِيْ عَنْهُ فَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ وَلَمْ تَنْسَهُ وَحَلُمْتَ عَلَيَّ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ. وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ مِنْهُ بَعْدَ جَرَاءَتِيْ عَلَى مَعْصِيَتِكَ ,
اَللَّهُمَّ إِنِّي اَسْتَغْفِرُكَ فَاغْفِرْلِيْ, وَمَا عَمِلْتُهُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِيْ عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْأَلُكَ اللَّهُمَّ يَا كَرِيْمُ. يَا ذَا اْلجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ أَنْ تَتَقَبَّلَهُ مِنِّيْ وَلاَ تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ, وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.
b. Do’a Awal Tahun
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ, اَللَّهُمَّ أَنْتَ اْلأَبَدِيُّ الْقَدِيْمُ الأَوَّلُ, وَعَلَى فَضْلِكَ اْلعَظِيْمِ وَجُوْدِكَ الْمُعَوَّلِ, وَهَذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ, نَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ وَجُنُوْدِهِ, وَاْلعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ, وَاْلاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا اْلجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ, وَصَلىَ اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

ahli kubur jika hidup kembali ingin hadir majelis dzikir

Al Habib 'Umar bin Hafidz : >>>
=====================
"Sesungguhnya didalam majelis-majelis dimuka bumi Allah yang dibanggakan didepan para malaaikat-malaaikatnya, sampai dikatakan oleh 'ulaama (para shoolihiin) ahli ma'rifat : bahwa seandainya ahli qubuur itu dihidupkan kembali (kedunya) maka mereka akan datang (walau dengan merangkak), dan tidak akan datang ketempat lain kecuali untuk duduk di majelis dzikir dan majelis ta'liim (karena kemulia'annya majelis dzikir dan ta'liim)."
sumber