HOME | CARI ARTIKEL DI SINI

Senin, 19 Desember 2016

BAGAIMANA ENGKAU MEMANDANG GURUMU?

Al Imam Ali bin Hasan al Aththas mngatakan :

ﺍﻥ ﺍﻟﻤﺤﺼﻮﻝ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻭﺍﻟﻔﺘﺢ ﻭﺍﻟﻨﻮﺭ ﺍﻋﻨﻲ ﺍﻟﻜﺸﻒ ﻟﻠﺤﺠﺐ، ﻋﻠﻰ ﻗﺪﺭ ﺍﻻﺩﺏ ﻣﻊ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻭﻋﻠﻰ ﻗﺪﺭ ﻣﺎ ﻳﻜﻮﻥ ﻛﺒﺮ ﻣﻘﺪﺍﺭﻩ ﻋﻨﺪﻙ ﻳﻜﻮﻥ ﻟﻚ ﺫﺍﻟﻚ ﺍﻟﻤﻘﺪﺍﺭ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﺷﻚ
 
"Memperoleh ilmu, futuh dan cahaya (maksudnya terbukanya hijab2 batinnya), adalah sesuai kadar adabmu bersama gurumu. Kadar besarnya gurumu di hatimu, maka demikian pula kadar besarnya dirimu di sisi Allah tanpa ragu ".
(al Manhaj as Sawiy : 217)

Imam Nawawi ketika hendak belajar kepada gurunya, beliau selalu bersedekah di perjalanan dan berdoa, 
"Ya Allah, tutuplah dariku kekurangan guruku, hingga mataku tidak melihat kekurangannya dan tidak seorangpun yg menyampaikan kekurangan guruku kepadaku ". 
(Lawaqih al Anwaar al Qudsiyyah : 155)

Beliau pernah mengatakan dalam kitab At Tahdzibnya :

ﻋﻘﻮﻕ ﺍﻟﻮﺍﻟﺪﻳﻦ ﺗﻤﺤﻮﻩ ﺍﻟﺘﻮﺑﺔ ﻭﻋﻘﻮﻕ ﺍﻻﺳﺘﺎﺫﻳﻦ ﻻ ﻳﻤﺤﻮﻩ ﺷﻲﺀ ﺍﻟﺒﺘﺔ
 
" Durhaka kepada orang tua dosanya bisa hapus oleh taubat, tapi durhaka kepada ustadzmu tidak ada satupun yg dapat menghapusnya ".

Habib Abdullah al Haddad mengatakan 
"Paling bahayanya bagi seorang murid, adalah berubahnya hati gurunya kepadanya. Seandainya seluruh wali dari timur dan barat ingin memperbaiki keadaan si murid itu, niscaya tidak akan mampu kecuali gurunya telah ridha kembali ". 
(Adaab Suluk al Murid : 54)


Seorang murid sedang menyapu madrasah gurunya, tiba2 Nabi Khidir mendatanginya. Murid itu tidak sedikitpun menoleh dan mengajak bicara nabi Khidhir. Maka nabi Khidhir berkata, " Tidakkah kau mengenalku ?. Murid itu menjawab, " ya aku mengenalmu, engkau adalah Abul Abbas al Khidhir ".
Nabi Khidhir, "kenapa kamu tidak meminta sesuatu dariku ?".
Murid itu menjawab, "Guruku sudah cukup bagiku, tidak tersisa satupun hajat kepadamu". 
(Kalam al Habib Idrus al Habsyi : 78)

 
Al Habib Abdullah al Haddad berkata, 
"Tidak sepatutnya bagi penuntut ilmu mengatakan pada gurunya, " perintahkan aku ini, berikan aku ini !", karena itu sama saja menuntut untuk dirinya. Tapi sebaiknya dia seperti mayat di hadapan orang yg memandikannya".
(Ghoyah al Qashd wa al Murad : 2/177)


Para ulama ahli hikmah mengatakan, 
"Barangsiapa yang mengatakan " kenapa ?" Kepada gurunya, maka dia tidak akan bahagia selamanya"
(Al Fataawa al Hadiitsiyyah : 56)


Para ulama hakikat mengatakan, 
"70% ilmu itu diperoleh sebab kuatnya hubungan (batin,adab dan baik sangka) antara murid dengan gurunya ".

Semoga kita semua termasuk murid yang baik dan mendapat berkah dari guru kita.

اللهم آمين

SYAIKH MUHAMMAD YASIN AL PADANGI

Syekh Yasin Al-Fadani Ulama Mekkah Keturunan Indonesia
Ulama Mekkah yang nenek moyangnya berasal dari Padang Sumatra Barat, adalah sosok ulama Indonesia yang namanya Terukir dengan Tinta Emas karena keluasan ilmu yang dimilikinya. Beliau bergelar  “Almusnid Dunya”

(ulama ahli sanad dunia), keahlian dalam hal ilmu periwayatan hadist ini, maka banyak para ulama-ulama dunia berbondong-bondong untuk mendapat Ijazah Sanad hadist dari beliau. Bahkan Al-‘Allamah Habib Segaf bin Muhammad Assegaf salah seorang ulama dan waliyulloh dari Tarim Hadromaut  sangat mengagumi keilmuan Syekh Yasin Al-Padani hingga menyebut Syekh Yasin dengan ”Sayuthiyyu Zamanihi”(imam Al Hafid Assayuthy pada zamannya)


Nama lengkapnya Abu Al-Faidh’ Alam Ad Diin Muhammad Yasin  bin Isa Al-Padani, lahir di Mekkah tahun 1916. Sejak kecil Syekh Yasin sudah menunjukan kecerdasan yang luar biasa, Bahkan menginjak usia remaja Syekh Yasin mampu mengungguli rekan-rekannya dalam hal penguasaan ilmu hadist, fiqih bahkan para gurunya pun sangat mengaguminya. Syekh Yasin mulai belajar dengan ayahnya  Syekh Muhammad Isa, dilanjutkan ke Ash-Shautiyyah guru-gurunya antara lain Syekh Muhktar Usman, Syekh Hasan Al-Masysath, Habib  Muhsin bin Ali Al-Musawa.

Sekitar tahun 1934 terjadi konflik yang menyangkut nasionalisme, direktur Ash-Shautiyyah telah menyinggung beberapa pelajar asal Asia Tenggara terutama dari Indonesia,  maka Syekh Yasin mengemukakan ide untuk mendirikan Madrasah Darul Ulum di Mekkah, banyak dari pelajar Ash-Shautiyyah yang berbondong-bondong pindah ke Madrasah Darul Ulum, padahal madrasah tersebut belum lama didirikan. Syekh yasin menjabat sebagai wakil direktur Madrasah Darul Ulum Mekkah, disamping itu Syekh Yasin mengajar di berbagai tempat terutama di Masjidil haram . Materi materi yang disampaikan Oleh Syekh Yasin mendapat sambutan yang luar biasa terutama dari para pelajar asal Asia Tenggara. Syekh Yasin juga dikenal sebagai sosok ulama yang sering minta Ijazah dari para ulama-ulama terkemuka sehingga Beliau memilki sanad yang luar biasa banyaknya.

Dan yang sangat menarik adalah sosok Syekh Yasin Al-Padani adalah kesederhanaannya, walaupun beliau seorang ulama besar namun beliau tidak segan-segan untuk keluar masuk pasar memikul, dan menenteng sayur mayur untuk memenuhi kebutuhan sehari hari. Dengan memakai kaos oblong dan sarung, Syekh Yasin juga sering nongkrong di warung teh sambil menghisap Shisah ( rokok arab). tak ada seorang pun yang berani mencelanya karena ketinggian ilmu yang dimiliki Syekh Yasin.  Dan jika musim haji tiba Syekh Yasin mengundang ulama-ulama dunia dan pelajar  untuk berkunjung kerumahnya  untuk berdiskusi dan tak sedikit dari para ulama yang meminta Ijazah Sanad hadist dari Syekh Yasin. Namun biarpun lewat dari musim haji rumah Syekh Yasin pun selalu ramai dikunjungi para ulama dan pelajar.

Ulama kelahiran abad 20 ini menghasilkan karya-karya yang tak kurang dari 100 judul, yang semuanya tersebar dan menjadi rujukan lembaga-lembaga Islam, pondok pesantren, baik itu di Mekkah maupun di Asia Tenggara. Susunan bahasa yang tinggi dan sistematis serta isinya yang padat menjadikan karya Syekh Yasin banyak digunakan oleh para ulama dan pelajar sebagai sumber  referensi. Diantaranya:

Pertama, Fathul ‘allam  Syarah dari kitab Hadist Bulughul Maram

Kedua, Ad Durr Al-Madhud fi Syarah Sunan Abu Dawud 20 jilid

Ketiga, Nail Al-Ma’mul Hasyiah ‘Ala Lubb Al-Ushul Fiqh

Keempat, Al Fawaid Al-Janiyah ‘Ala Qawaidhul fiqihiyyah, dan masih banyak karya beliau lainnya.

Beliau banyak dipuji oleh para Ulama dan para gurunya, seperti seorang ulama Hadist bernama Sayyid Abdul Aziz Al-Ghumari menjuluki Syekh Yasin sebagai ulama kebanggaan Haromain ( Mekkah dan Madinah).

Prof.Dr. Ali Jum’ah salah satu Mufti Mesir dalam kitab Hasyiyah Al -mam Baijuri A’la Jawahir al  Tauhid  yang di tahqiqnya mengatakan bahwa dia mendapat Ijazah sanad dari Syekh Yasin Al Fadani.

Syekh M Zainuddin sewaktu mengajar di madrasah Ash-Shaulatiyyah mengalami kesulitan dan memaksa dirinya membolak balik berbagai kitab-kitab yang relevan, namun setelah terbitnya Kitab Qowaidhul Fiqih karya Syekh Yasin Al-Fadani menjadi ringanlah segala bentuk kesulitan-kesulitan yang biasa ia alami waktu mengajar.

Syekh Yasin juga sering mengadakan kunjungan-kunjungan keberbagai negara terutama di Indonesia yang merupakan asal dari nenek moyangnya, tak  sedikit dari para ulama-ulama yang bertemu Syekh Yasin ingin dianggap murid oleh beliau dan minta ijazah sanad hadist. Dan kejadian yang menarik adalah sewaktu Syekh Yasin berkunjung keIndonesia banyak dari para ulama dari berbagai daerah di Indonesai berbondong-bondong menemui Syekh Yasin untuk dianggap murid salah satunya adalah KH Syafi’i Hadzmi. KH. Syafii datang menemui Syekh Yasin Al-Fadani untuk diangkat sebagai murid namun Syekh Yasin menolaknya, bukan karena tidak suka atau ada hal lain. Namun Syekh Yasin Menganggap bahwa dirinya tidak pantas menjadi guru dan beliau mengatakan bahwa dirinyalah yang pantas menjadi Murid KH Syafi”i Hadzami. Syekh yasin menilai bahwa kedalaman ilmu yang dimiliki KH Syafi’i Hadzami tak diragukan lagi. KH Syafi’i Hadzami begitu terkenal namanya di Mekkah sebagai sosok ulama Indonesai yang memiliki keluasan ilmu.

Begitulah sosok Syekh Yasin Al-Padani yang sangat menghargai para ahli ilmu. Dan pernah salah seorang murid Syekh Yasin Al-Fadani, KH Abdul Hamid dari Jakarta, sewaktu beliau dihadapi kesulitan dalam mengajar beliau mendapat sepucuk surat dari Syekh Yasin Al-Fadani, begitu membuka isi surat tersebut ternyata adalah jawaban dari kesulitan yang dihadapinya. KH Abdul hamid pun heran bagaimana Syekh Yasin bisa tahu kesulitan yang sedang beliau hadapi?

Pernah juga salah seorang Murid Syekh Yasin  di mekkah menceritakan bahwa dirinya diperintahkan Syekh Yasin untuk dibuatkan teh, setelah teh tersebut diminum dirinya pergi ke Masjidil Haram dan terasa tidak percaya bahwa dirinya melihat Syekh Yasin sedang membawa kitab sehabis  mengajar dari masjidil haram padahal baru tadi Syekh Yasin minum teh dirumahnya.

Syekh Yasin Al-Fadani  tampil sebagai sosok ulama yang mampu mencetak murid-murid yang sangat mencintai ilmu diantara murid Beliau adalah Syekh Muhammad Ismail Zaini  Al-Yamani, Syekh Muhammad Muhktaruddin, Habib Hamid Al-Kaff, KH. Ahmad Damhuri ( Banten), KH Abdul Hamid ( Jakarta),KH Maimun Zubair(Rembang),KH Sahal Mahfudz (Pati jateng), KH Ahmad Muhajirin ( Bekasi), KH Zayadi Muhajir, Kh Syafi’i  Hadzami, dan di antara murid-murid yang pernah berguru dan mengambil Ijazah sanad-sanad Hadits dari beliau adalah Al-Habib Umar bin Muhammad (Yaman), Prof Dr.Syekh . Ali Asshabuni (ulama ahli tafsir, Syam), Doctor M. Hasan Addimasyqi, Syekh Isma’il Zain Alyamani, Prof.DR. Ali Jum’ah (Mufti Mesir), Syekh Hasan Qathirji, Tuan Guru H. M. Zaini Abdul-Ghani (Kalimantan) dll…
masih banyak murid beliau yang tersebar di pelosok penjuru dunia yang meneruskan perjuangan Syekh Yasin Al-Fadani. Bangsa Indonesia pun boleh berbangga bahwa bangsa kita memilki Ulama-ulama yang sangat terkenal dan diakui ketinggian ilmunya di Mekkah maupun di dunia Sebut saja Syekh Muhammad  Nawawi Al Bantani,Syekh Mahfudz Termas,Syekh Baqir bin Nur Al Jogjawi, Syekh Yasin Al-Fadani ( Padang), Syekh Ahmad Khatib Sambas ( Kalimantan), Syekh Muhammad Zainuddin Al-Fanshuri ( Lombok) dan  lain-lain.

Tahun 1990 Syekh Yasin Al-Fadani  dipanggil menghadap Allah SWT, seluruh dunia merasa kehilangan sosok ulama hadist yang mumpuni dan menjadi sumber rujukan ilmu. Dan  kebesaran Allah ditampakan oleh para hadirin yang hadir dalam prosesi penguburan ulama besar tersebut. Begitu Jenazah dimasukkan ke liang lahat  bukan liang yang sempit dan lembab yang tampak tapi liang tersebut berubah menjadi lapangan yang luas membentang disertai dengan semerbak wewangian  yang harum dan menyegarkan. Subhanalloh Ya Allah jadikan para ulama-ulama Indonesia saat ini menjadi ulama-ulama yang istiqomah, yang berjuang mensyiarkan agama Allah dengan penuh keikhlasan seperti ulama-ulama terdahulu yang telah Engkau Rahmati Amiiiiin.



Mengenang Syekh Yasin al-Fadani


Syekh Muhammad Yasin Bin Muhammad Isa Al-Fadani lahir di kota Mekah pada tahun 1915 dan wafat pada tahun 1990. beliau adalah ulama besar yang pernah sekolah di Madrasah Shaulatiyyah. Beliau adalah pencetus ide berdirinya Madrasah Darul-Ulũm sekaligus menjadi murid pertama madrasah itu.

Konon sebab tercetusnya ide membangun Madrasah tersebut disebabkan karena tindakan dan perlakuan direktur Madrasah Shaulatiyyah yang sangat menyinggung (hususnya) pelajar yang kebanyakan dari Asia Tenggara saat itu. Hal ini terbukti dengan berpindahnya 120 orang pelajar dari Shaulatiyyah ke Madrasah Darul-Ulum yang baru didirikan. Ini hampir tidak pernah dialami oleh Madrasah-madrasah yang baru dibuka mendapat murid yang begitu banyak sebagaimana Darul-Ulũm.
Dalam sebuah situs(1) dinyatakan bahwa pada tahun 1934, karena suatu konflik yang menyangkut kebanggaan nasional orang Indonesia, guru dan murid ‘Jawah’ telah keluar dari Shaulatiyah dan mendirikan madrasah Darul Ulum di Makkah.
Mengenai kesehari-harian beliau, dari cerita yang saya dengar dari ayah saya, yaitu Ustaz Sukarnawadi H. Husnuddu’at: “Syekh Yasin orangnya santai, sederhana, tidak menampakkan diri, sering muncul menggunakan kaos biasa, sarung, dan sering nongkrong di “Gahwaji” untuk Nyisyah (menghisap rokok arab)… tak seorangpun yang berani mencela beliau karena kekayaan ilmu yang beliau miliki… Yang ingkar kepada beliau hanyalah orang-orang yang lebih mengutamakan tampang dhahir daripada yang bathin…

PUJIAN PARA ULAMA:

Syekh Zakaria Abdullah Bila teman dekat pendiri Nahdlatul Wathan yaitu Syekh M. Zainuddin pernah berkata, “waktu saya mengajar Qawa’idul-Fiqhi di Shaulatiyyah, seringkali mendapat kesulitan yang memaksa saya membolak balik kitab-kitab yang besar untuk memecahkan kesulitan tersebut. Namun setelah terbit kitab Al-Fawa’idul-Janiah karangan Syekh Yasin… menjadi mudahlah semua itu, dan ringanlah beban dalam mengajar.
Seorang ahli Hadits dari Maroko yang terkenal bernama AsSayyid Abdul Aziz Al-ghumari Al Hasani pernah memuji dan menjuluki beliau sebagai kebanggaan Ulama Haramain dan sebagai Muhaddits.
Prof .Doctor Abdul Wahhab bin Abi Sulaiman (Dosen Dirasatul ‘Ulya Universitas Ummul Qura) di dalam kitab: الجواهر الثمينة في بيان أدلة عالم المدينة berkata: Syekh Yasin adalah Muhaddits, Faqih, Mudir Madrasah Darul-Ulum, pengarang banyak kitab dan salah satu Ulama Masjid Al-Haram…

Syekh Umar Abdul-Jabbar berkata didalam surat kabar Al-Bilad (jumat 24 Dzulqaidah 1379H/ 1960M): “…bahkan yang terbesar dari amal bakti Syekh Yasin adalah membuka madrasah putri pada tahun 1362H. Dimana dalam perjalanannya selalu ada rintangan, namun beliau dapat mengatasinya dengan penuh kesabaran dan ketabahan…
Assayyid Abdurrahman bin Muhammad bin Abdurrahman Al-Ahdal sebagai Mufti negeri Murawah Yaman saat itu, mengarang sebuah syiir yang panjang husus untuk memuji Syekh Yasin Al-Fadani Berikut saya nukilkan satu bait saja yang berbunyi:
أنت في العلم والمعاني فريد…… وبعقد الفخار أنت الوحيد
“Engkau tak ada taranya dalam ilmu dan hakekat, Dibangun orang kejayaan kaulah satu-satunya yang jaya”
Doctor Yusuf Abdurrazzaq sebagai dosen kuliah Ushuluddin Universitas Al-Azhar cairo juga memuji beliau dengan perkataan dan syiir yang panjang, saya nukilkan satu bait saja yang bunyinya:
أنت فينا بقية من كرام……لا ترى العين مثلهم إنسانا
“Engkau di tengah kami orang terpilih dari orang terhormat, tak pernah mata melihat manusia seumpama mereka.”
Ustaz Fadhal bin M. bin Iwadh Attarimi-pun berkata:
فيا طالب العلم لب نداء……ياسين وافرح بهذا القرى
“Wahai pencari ilmu sambutlah panggilan Yasin, bergembiralah dengan sajian yang ia sajikan,”
Doctor Ali Jum’ah yang menjabat sebagai Mufti Mesir dalam kitab Hasyiah Al-Imam Al-Baijuri Ala Jauharatittauhid yang ditahqiqnya, pada halaman 8 mengaku pernah menerima Ijazah Sanad Hadits Hasyiah tersebut dari Syekh Yasin yang digelarinya sebagai مسند الدنيا Musnid Addunia…
Al-Habib Assayyid Seggaf bin Muhammad Assagaf seorang tokoh pendidik di Hadramaut (pada tahun 1373H) menceritakan kekaguman beliau terhadap Syekh Yasin, dan menjulukinya sabagai “Sayuthiyyu Zamanihi”. Beliau juga mengarang sebuah syiir untuk memuji beliau, berikut saya nukilkan dua bait saja yang bunyinya sebagai berikut:

لله درك يا ياسين من رجل……أم القرى أنت قاضيها ومفتيها

في كل فن وموضوع لقد كتبا ……يداك ما أثلج الألباب يحديها
“Bagus perbuatanmu hai Yasin engkau seorang tokoh,

dari Ummul Qura engkau Qhadi dan Muftinya.”

“Setiap pandan judul ilmu tertulis dengan dua tanganmu,

Alangkah sejuknya akal pikiran rasa terhibur olehnya.”

Assayyid Alawi bin Abbas Al-Maliki sebagai guru Madrasah Al-Falah dan Masjid Al-Haram, Syekh M. Mamduh Al-Mishri dan Al-Habib Ali bin Syekh Bilfaqih Siun Hadramaut dan Ulama lainnya, pernah memuji karangan-karangan beliau…
Doctor Yahya Al-Gautsani bercerita, pernah ia menghadiri majlis Syekh Yasin untuk mengkhatam Sunan Abu Daud. Ketika itu hadir pula Muhaddits Al-Magrib Syekh Sayyid Abdullah bin Asshiddiq Al-Gumari dan Syekh Abdussubhan Al-Barmawi dan Syekh Abdul-Fattah Rawah.

Seorang tokoh agama Najd dari Ibukota Riyadh (Pusat Paham Wahabi) yaitu Jasim bin Sulaiman Addausari pada tahun 1406H pernah berkata:
أبلغوا مني سلاما من صبا نجد……ذكيالأبي الفيض فداني

مسند الوقت بعيد عن نزول……هابط أما لما يعلو فداني

فدى أسر الروايات فلوتنطق……لقالت: علم الدين فداني

KARYA TULIS & MURID-MURID BELIAU:

Jumlah karya beliau mencapai lebih dari 97 Kitab, di antaranya 9 kitab tentang Ilmu Hadits, 25 kitab tentang Ilmu dan Ushul fiqih, 36 buku tentang ilmu Falak, dan sisanya tentang Ilmu-ilmu yang lain…
Di antara murid-murid yang pernah berguru dan mengambil Ijazah sanad-sanad Hadits dari beliau adalah Al-Habib Umar bin Muhammad (Yaman), Syekh M. Ali Asshabuni (Syam), Doctor M. Hasan Addimasyqi, Syekh Isma’il Zain Alyamani, Doctor Ali Jum’ah (Mesir), Syekh Hasan Qathirji, Tuan Guru H. M. Zaini Abdul-Ghani (Kalimantan) dll…

Dan di antara murid-murid beliau yang di samping mengambil Sanad Hadits, mendapatkan Ijazah ‘Ammah dan Khasshah, juga diberi izin untuk mengajar di Madrasah Darul-Ulum adalah: H. Sayyid Hamid Al-Kaff, Dr. Muslim Nasution, H.Ahmad Damanhuri, H.M.Yusuf Hasyim, H.M. Abrar Dahlan, Dr. Sayyid Aqil Husain Al Munawwar dll.
KEKERAMATAN BELIAU:

Seseorang bernama Zakariyya Thalib asal Syiria pernah mendatangi rumah Syekh Yasin Pada hari jumat. Ketika Azan jumat dikumandangkan, Syekh Yasin masih saja di rumah, ahirnya Zakariyya keluar dan solat di masjid terdekat. Seusai solat jum’at, ia menemui seorang kawan, Zakariya pun bercerita pada temannya bahwa Syekh Yasin ra. tidak solat Jum’at. Namun dibantah oleh temannya karena kata temannya, “kami sama-sama Syekh solat di Nuzhah, yaitu di Masjid Syekh Hasan Massyat ra. yang jaraknya jauh sekali dari rumah beliau”…
H.M.Abrar Dahlan bercerita, suatu hari Syekh Yasin pernah menyuruh saya membikin Syai (teh) dan Syesah (yang biasa diisap dengan tembakaudari buah-buahan/rokok teradisi bangsa arab). Setalah saya bikinkan dan syekh mulai meminum teh, saya keluar menuju Masjidil-Haram. Ketika kembali, saya melihat Syekh Yasin baru pulang mengajar dari Masjid Al-Haram dengan membawa beberapa kitab… saya menjadi heran, anehnya tadi di rumah menyuruh saya bikin teh, sekarang beliau baru pulang dari masjid.
Dikisahkan ketika K.H.Abdul Hamid di Jakarta sedang mengajar dalam ilmu fiqih “bab diyat”, beliau menemukan kesulitan dalam suatu hal sehingga pengajian terhenti karenanya… malam hari itu juga, beliau menerima sepucuk surat dari Syekh Yasin, ternyata isi surat itu adalah jawaban kesulitan yang dihadapinya. Iapun merasa heran, dari mana Syekh Yasin tahu…? Sedangkan K.H.Abdul Hamid sendiri tidak pernah menanyakan kepada siapapun tentang kesulitan ini..!

Syekh.Mukhtaruddin asal Palembang bercerita, pernah ketika pak Soeharto sedang sakit mata, beliau mengirim satu pesawat khusus untuk menjemput Syekh Yasin. Ahirnya pak Soehartopun sembuh berkat do’a beliau. .
Semoga Allah swt. merahmati beliau, amin ya Rabbal-Alamin….
Al Fatihah….
dari berbagai sumber….

Kisah Abdullah bin Mubarrok dan Seorang Budak

Ketika abdullah almubarak telah menyelesaikan hajinya,bliaupun ikut berjihad dgn org2 yg berjihad di jalan Allah.stlh itu beliau kmbli pulang kenegrinya.ktka ada org2 yg sdg shlt istisqo,bliaupun turut bergabung dgn mrka.kbetulan dsamping bliau ada seorg budak yg turut berdoa dgn suara pelan..”ya Allah..dmi kcinta’anmu kpd driku,melainkan kau trunkan hujan sekarang juga..sekarang juga..sekarang juga..”.tiba2 petirpun menggelegar lalu turun hujan..Abdullah sgt ta’jub dgn budak ini,bgtu cepat doanya diterima.kmdian Abdullahpun mengikutinya.hingga sampailah ia dtempat penampungan budak belian pada waktu itu.abdullah kmudian pulang ktmpat istrhatnya.esok harinya,bliau kmbli mendatangi penampungan itu,lalu menemui pemiliknya.Abdullah menyatakan ingin membeli seorang budak.sang pemilikpun mempersilakan untuk memilih.smua budak miliknya diperlihatkan, namun tak satupun yg Abdullah suka.berkata pmilik budak itu..”semua budak2 milikku tlh aku perlihatkan.yg mana yg kau suka?”.Abdullah menjawab,,”bukan..bukan mereka yg aku cari.coba kau ingat2 masih adakah yg tertinggal diantara mereka?”.pemilik budak berpikir sejenak.kmdian ia ingat 1 org budaknya yg lemah.”ada..ya ada,tapi budak ini lemah,kau pasti tak suka.”bgtu kata pemiliknya.
Ketika budak yg lemah itu dikeluarkan,Abdullah mengenalinya.itu adalah budak yg kemarin ia perhatikan gerak-geriknya.kmudian beliaupun membeli budak tsbt.setelah selesai,bliau membawa pulang budak lemah itu.”tuanku..kenapa engkau memilih aku,budak yg lemah ini?”.tanya budak itu kpda abdullah.”tidak..aku bkn tuanmu..kaulah tuanku.bukankah engkau budak yg kemarin ikut berdoa stlh shalat istisqo?dan doamu langsung dikabul oleh Allah swt.?”.jawab Abdullah.budak itu terdiam..ketika mereka berjalan melewati masjid.budak lemah tsb minta izin untuk shalat sunnah 2 raka’at.Abdullah mengizinkan.kembli ia perhatikan budak itu sampai ia selesai shalat lalu berdoa kpda Allah.”ya Allah rahasia antara engkau dan Aku tlh terbongkar..kini cabutlah nyawaku ya rabb”.kmdian budak itu berbaring menghadap kiblat,seraya mengucap dua kalimat syahadat..”ASYHADU ALLA ILAHA ILLALLAAH..WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAN RASULULLAAH..”.Selesai ia bersahadat,nyawanya pun ikut keluar dari raganya.budak tsb menemui kekasihnya Allah jalla jalaluh.Abdullah kembali dibuat ta’jub dgn kejadian itu.budak itu telah meninggalkan dunia yg fana ini.menuju negeri yg abadi.Abdullah kemudian mengurusinya sampai selesai.lalu kembali pulang kenegrinya.
(((Alhabib Al allamah al ustadz ahmad bin muhammad Assyathiri dlm ktb beliau SYARAH YAQUTUN NAFIS FI MADZHAB IBN IDRIS.bitasharrufin yasir.cet darul minhaj jeddah.)))

Orang yang celaka adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya

Nasehat Al Imam Al Quthb Al Fakhrul Wujud Syech Abubakar bin Salim(Wali Besar Hadramaut Sepanjang Masa)
Beliau berkata:
Orang yang celaka adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya. Sedangkan orang yang bahagia ialah yang mampu melawan hasratnya, pergi meninggalkan kegemerlapan dunia menuju Allah SWT, serta senantiasa mengikuti Sunnah Nabi-Nya di sepanjang waktu.
Waktu-waktumu yang paling beruntung adalah waktu di mana nafsumu sirna di dalamnya. Dan waktu-waktumu yang paling rugi adalah waktu di mana nafsumu ada di dalamnya.
Menjaga Sunnah Nabi Muhammad SAW merupakan sumber keselamatan dunia dan akhirat. Sedangkan meremehkannya adalah sumber kerugian dan malapetaka. Seorang hamba tidak akan mendapatkan keimanan yang hakiki kecuali dengan menjaga Sunnahnya Nabi Muhammad SAW...

sumber

Lisan-mu adalah gambaran dari ....

AlHabib umar bin Hafid berkata:
 لسانك يعبِّر عما في قلبك..
Lisan-mu adalah gambaran dari apa-apa yang tersimpan didalam hatimu
فكل كلمة سيئة دالة على سوء في قلبك ،
Maka setiap kalimat yang buruk,menunjukkan atas buruknya apa-apa didalam hatimu
كل غيبة دليل على ظلمة في قلبك ،
Setiap gosip menunjukkan atas gelapnya apa-apa didalam hatimu
كل كذبة دليل على سوء في قلبك ،
Setiap kebohongan menunjukkan atas jeleknya apa-apa didalam hatimu
كل يمين كاذبة دليل على كدرة ووسخ في قلبك ،
Setiap sumpah palsu menunjukkan atas keruh&kotornya apa-apa didalam hatimu
كل سبٍّ على صغير أو كبير بل على حيوان دليل على ظلمة في قلبك..
Setiap cacian baik atas anak kecil atau-pun orang dewasa bahkan cacian atas hewan sekali-pun menunjukkan atas gelapnya apa-apa didalam hatimu
اللسان ترجمان الجنان فكن صدوقَ اللسان طاهر الجنان. 
Lisan adalah merupakan gambaran hati,maka jadilah dirimu pribadi yang memiliki lisan yang jujur,suci hati...
اللهم صلِ وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله و ذريته وصحبه أجمعين

PERUMPAMAAN KEHIDUPAN DUNIA

PERUMPAMAAN KEHIDUPAN DUNIA : >>>
لَوْ كَانَت الدُّنْيَا تَعْدِلُ عِنْدَ الله جَنَاحَ بَعُوضَةٍ ، مَا سَقَى كَافِراً مِنْهَا شَرْبَةَ مَاءٍ (رواه الترمذي)
“Andaikan dunia di sisi Allah senilai harganya dengan sayap seekor nyamuk niscaya Allah tidak akan memberi minum barang seteguk sekalipun kepada orang kafir” (HR. Tirmidzi)
Maksud dari hadist diatas adalah betapa kecilnya dunia ini, betapa tidak ada harganya dunia ini dihadapan ALLAH SWT. Hingga ALLAH mengibaratkan dunia senilai dengan sayap seekor nyamuk.
Sayap seekor nyamuk?? Siapa yang mau beli. bahkan di beri pun tidak akan ada yang mau.
Lalu apa DUNIA itu???
DUNIA adalah segala sesuatu yang tujuannya selain kepada ALLAH, atau segala sesuatu yang melalaikan pada ALLAH.
Dunia memang selalu menggoda. Dunia selalu tampak indah dan menawan. Ia cantik mempesona dan memikat hati. Namun dunia juga merupakan cobaan untuk menguji siapa di antara hamba ALLAH yang beriman dan siapa yang tidak.
Banyak orang yang telah memahami hakikat dunia namun masih banyak pula terjebak di dalamnya, bahkan tidak mengerti sama sekali hakikat dunia. Mereka adalah orang-orang yang terombang-ambing dalam gelomba hawa nafsu. mereka mati-matian mengejar dunia.
Dunia boleh dimiliki jika dengan tujuan amar ma'ruf nahi mungkar, jika dengan tujuan untuk mempermudah dalam dakwah. Banyak ulama-ulama sholeh yg juga memiliki dunia. Namun mereka tidak bergantung kepadanya (dunia).
dalam suatu riwayat diceritakan
Nabi IBRAHIM AS adalah seorang nabi yang kaya raya. Beliau memiliki banyak peternakan kambing. Dimana setiap kandang nya berisi 30-40 ekor kambing yang dijaga oleh 4.000 ekor anjing. Dimana setiap anjing memakai kalung yang terbuat dari emas dan berlian. Maka suatu ketika datang salah seorang kepada beliau dan berkata "wahai nabi IBRAHIM, kau memberikan kalung emas disetiap anjingmu, maka apa kau tidak berlebih-lebihan dalam menggunakan dunia??" Maka beliau Nabi IBRAHIM menjawab : sengaja aku memakaikan emas dan berlian pada anjing-anjing itu karena aku ingin menunjukkan bahwa dunia ini hina dan tidak ada artinya bagi ku dan dihadapan ALLAH SWT.
dalam suatu riwayat dijelaskan, Allah telah memerintahkan pada dunia
"Wahai dunia jika ada dari manusia yang berkhidmah kepada-KU maka jadilah engkau budaknya, dan jika ada manusia yang mentuhankanmu maka biarkanlah ia lelah mengejarmu.
orang-orang sholeh mereka tidak pernah sibuk apa lagi mengejar-ngejar dunia. Namun tidak sedikit dari mereka yang kaya karena dunialah yang mengejar dan menjadi hamba mereka. Dan harta orang sholeh dapat menjadi suatu penyembuh atau obat.
مَالُ الصّالِح دَوَاء اَو شِفَاء
"Harta orang sholeh adalah penyembuh atau obat"
Dalam suatu riwayat diceritakan
AlHabib Husein bin Syech Abu Bakar bin Salim merupakan ulama yang kaya raya dinegara yaman. Beliau memiliki banyak pohon kurma. Suatu hari beliau mengirim 1 karung kurma ke Basyroh (Iraq). blm sampai kiriman tersebut warga basyroh terkena wabah penyakit. Lalu salah seorang ingat bahwa sebentar lagi akan datang 1 karung kurma pemberian Habib Husein. Maka ketika kurma tersebut datang kurma tersebut dibagikan kepada seluruh penduduk yang terjangkit wabah penyakit. Maka berkah dari kurma pemberian Habib Husein yang mana beliau adalah orang sholeh yang taat beribadah dan tidak tergila-gila dengan dunia maka sembuhlah seluruh penduduk tersebut. maka dari situ muncullah ide-ide dari para pedagang yang memanfaatkan kondisi tersebut. Beliau meminta kepada Habib Husein untuk mengirimkan kurma yang lebih banyak lagi. Maka kurma tersebut dijual kepada masyarakat dengan harga 1 dirham per kurma. Ketika para pedagang hendak membayar kurma tersebut kepada Habib Husein maka beliau menolaknya sambil berkata "apa kau tidak percaya bahwa aku tidak mencintai dunia?? Dunia ini lah yang mencintai ku dan mengejarku."
Dalam kisah lain juga diceritakan beliau Habib Husein bin Abi Bakar bin Salim juga mengikuti kebiasaann ayah beliau.. yang mana ayah beliau juga seorang ulama yaang kaya yang setiap hari membuat 1000 roti dan menyembelih puluhan hewan ternak untuk dibagi-bagikan. Maka suatu ketika ada seseorang yang berkata dalam hatinya bahwa beliau Habib Husein berlebih-lebihan dengan dunia. Maka beliau langsung menoleh dan berkata "seandainya seluruh dunia ini hilang dari ku, maka tidak seujung rambut pun iman ini bergeser dari hati ku."
Dan banyak lagi kisah-kisah orang sholeh. Yang mana beliau-beliau tidak tergila-gila dengan dunia, tidak mengejar dunia, namun dunia yang mengejar mereka.
Betapa hina nya dunia ini, dan betapa mulia nya akhirat. Gunakan dunia ini sebagai perantara mendekatkan kita kepada ALLAH SWT.

10 kekhususan pada Baginda Yang Mulia Rasulullah Saw

Inilah diantara 10 kekhususan pada Baginda Yang Mulia Rasulullah Saw.
1. Tidak pernah bermimpi jelek (ataupun mimpi basah)
2. Tidak pernah pula menguap
3. Semua binatang tunduk patuh pada Nabi SAW(termasuk binatang buas bahkan menyampaikan salam kepada Baginda SAW)
4. Tidak pernah dihinggapi lalat
5. Nabi Saw. melihat belakang sama seperti melihat depan
6. Tidak berbekas tatkala buang hajat
7. Hatinya tidak pernah tertidur, walau mata terpejam
8. Tak ada bayangan meskipun berjalan di bawah terik matahari karena cahaya matahari kalah dengan Nur Baginda SAW
9. Dua pundak beliau selalu lebih tinggi dari para sahabat (walaupun dengan sahabat yang dikenal tinggi)
10. Sudah terkhitan tatkala dilahirkan ke dunia.

sumber