HOME | CARI ARTIKEL DI SINI

Senin, 19 Desember 2016

Adh-Dhiyaul Lami’ artinya cahaya yang terang-benderang

Adh-Dhiyaul Lami’ artinya cahaya yang terang-benderang, merupakan kitab Maulid yang dikarang oleh al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz pada tahun 1994 di Kota Syihr dekat Mukalla, Yaman. Habib Umar bin Hafidz malam itu memanggil seorang muridnya yang penulis lalu berkata: “Bawakan kertas, tulislah”. Kemudian beliau berucap, melantunkan Maulid adh-Dhiyaul Lami’ ini mulai tengah malam. Dan sekitar sepertiga malam terakir seluruh kitab Maulid adh-Dhiyaul Lami’ sudah selesai.
Habib Umar bin Hafidz (Guru Mulia) punya keahlian bahasa yang dipadu dengan kekuatan ruh di dalam makrifah dan kedalaman ilmu syariah serta hadits yang beliau miliki. Dari ribuan syair yang ditulis oleh Habib Umar bin Hafidz Maulid adh-Dhiyaul Lami’ adalah satu diantaranya.
Guru Mulia mampu menuliskan dengan penuh hampir seluruh dari sejarah Rasulullah Saw. Mulai dari masa lahir, tanggal lahir, bulan, tahun, jumlah peperangan, perjuangan di Mekkah, perjuangan di Madinah, usia, jumlah Ahlul Badr yang wafat, tahun Perang Badr, tanggal, bulan, hingga ratusan sejarah lain yang terjadi di masa Rasulullah Saw. Semua ini termuat di dalam kitab Maulid adh-Dhiyaul Lami’ dengan kodetifikasi-kodetifikasi yang mungkin belum kita pahami. Hal ini dalam kekeramatan auliya disebut “warad”. Semacam ilham tapi dari keahlian manusia yang dipadu Allah, disebut juga ladunni.
Hal inilah yang membuat Maulid adh-Dhiyaul Lami’ sangat mulia karena angka-angkanya pun menuliskan sejarah Nabi Saw. Semisal bait-bait shalawat pembukanya berjumlah 12, melambangkan kelahiran Nabi Saw. yang lahir tanggal 12 Rabi’ul Awal. Lalu pasal pertamanya dipadu dari 3 surah, yaitu al-Fath, at-Taubah dan al-Ahzab. Tiga surah ini melambangkan kelahiran Nabi Saw. adalah pada bulan ke-3, yaitu Rabi’ul Awal. Dan bila dihitung baitnya dari pasal pertama sampai Mahallul Qiyam jumlahnya 63, melambangkan usia Nabi Muhammad Saw.
Ruh Rasulullah Saw. tak pernah tidak hadir dalam majelis Maulid adh-Dhiyaul Lami’. Banyak para jamaah bermimpi melihat Ahlul Badr, Ahlul Uhud, para wali masa lalu, bahkan para nabi hadir di majelis Maulid adh-Dhiyaul Lami’. Dan Ruh Rasulullah Saw. sudah ada sebelum satu orang pun sampai, dan tidak keluar sebelum tak tersisa satu orang pun.
Ketika Habib Mundzir al-Musawa sudah lama bertahun-tahun tidak jumpa dengan Habib Zein bin Smith Madinah, karena beberapa kali beliau ke Indonesia saya tak sempat jumpa, maka ketika jumpa saya tertunduk-tunduk mencium tangan beliau. Maka Habib Zein dengan santainya berkata: “Ahlan wahai Mundzir…”
Habib Mundzir bertanya: “Wahai Habibana Zein, bagaimana Habib masih kenal nama saya padahal saya lama tak jumpa Habibana?”
“Bagaimana aku lupa namamu? Engkau tiap malam ada di hadirat Rasulullah Saw.” Jawab Habib Zein kemudian.
Hampir jatuh pingsan Habib Mundzir mendengar ucapan itu, dan Habib Zein dengan santainya pergi begitu saja menghadapi tamu-tamu lain.
Pernah seorang terpercaya bertanya saat di Madinah kepada Habib Umar bin Hafidz, “Wahai Guru Mulia, kapan Madinah ini akan membaca Maulid besar-besaran?”
Habib Umar bin Hafidz menjawab, “Aku dan Engkau akan hidup saat pembacaan Maulid Agung di Masjid Nabawi dan Masjid al-Aqsha…” (Disarikan dari tulisan al-Habib Mundzir bin Fuad al-Musawa)

Wasiat Al-‘Alamah Al-Habib Umar bin Muhammad bin Hafidz hafidzahullahu ta’ala

Ketika beliau berkunjung ke Pondok Pesantren Yasin, Banjarbaru, Kalimantan Selatan pada Sore Hari Rabu, 22 April 2009 M bertepatan 26 Rabi’ul Akhir 1430 H. Disela kunjungan beliau ke Indonesia.
بسم الله الرحمن الرحيم
Berkata Al-Alamah Al-Habib Umar bin Muhammad bin Al-Hafidz hafidzahullah ta’ala:
Pernah suatu ketika Al-Imam Ahmad bin Zein Al-Habsyi rahimahullahu ta’ala bertanya kepada Al-Imam Abdullah bin Alawi Al-Haddad rahimahullahu ta’ala. Kata Al-Imam Ahmad : “Apakah jalan para pemimpin Bani Alawi?”
Maka Al-Imam Abdullah bin Alawi Al-Haddad menjawab: “Ilmu,Amal,Ikhlas,Khauf dan Wara’.” Keatasnyalah mereka membina rahasia-rahasia mereka disisi Allah ta’ala.
Dan Allah ta’ala telah memberikan kalian akan niat yang baik pada menuntut ilmu dan apabila telah benar niat pada menuntut ilmu maka dia itu adalah sepaling utama ibadah.
Ilmu adalah sepaling tinggi daripada segala amal-amal sholeh dan ilmu itu adalah ciri kebaikan dan kesempurnaan.
Dan diatara tanda-tanda ilmu yang bermafaat adalah: bahwa dengan sebab ilmu itu bertambah takut kepada Allah ta’ala, dan bahwa membuat zuhud akan pemilik ilmu itu pada penampilan dunia dan daripada mencari nama disisi manusia, dan hanya menuntut kedudukan disisi Allah SWT, dan ilmu itu membuat kamu rindu kepada kepada Rasulullah SAW., dan ilmu itu pula membuat kamu senang bahwa kamu sholat dimalam hari, sekalipun waktunya seperti sekali memerah susu kambing atau membakar telur, dan tidak pantas dinamakan penuntut ilmu akan orang yang tidak ada baginya itu qiyamul lail.
Dan bahwa janganlah kamu tinggalkan bersiwak pada ketika berwuduk,ketika hendak sholat,ketika hendak tidur,ketika hendak belajar atau mengajar, ketika hendak membaca Al-Qur’an dan berdzikir.
Dan bahwa kamu mesti bersungguh-sungguh pada melaksanakan sholat sunnat witir, sholat sunnat rawatib serta sholat sunnat dhuha.
Dan ini semua adalah daripada sebab-sebab terbukanya rahasia-rahasia pada menuntut ilmu.
Dan apabila telah jernih hati dan dia mengambil manfaat dari teman-temannya dan memuliakan ilmu dan kitab-kitab yang dibaca, maka akan besarlah manfaatnya dan akan hasil lah kemanfaatan yang besar baginya.
Allah telah membukakan ilmu keatas kami dan keatas kalian dan Allah telah memandang kepada kami dan kepada kalian dengan pandangan rahmat.
Dan bahwa hendaklah berdo’a salah seorang diantara kalian dengan doa:
اللهم إني أسألك فهم النبيين، وحفظ المرسلين، وإلهام الملائكة المقربين. اللهم أغنني بالعلم، وزيني بالحلم، وأكرمني بالتقوى، وجملني بالعافية.
Wallahu A’lam. Diterjemahkan dari pada Risalah “Rahmatu al-ummah fii washooyaa al-a-iimmah” Susunan : Al-Ustadz Khaidir Rahman (Khadam para penuntut ilmu di Ma’had Yasin Banjarbaru) hafidzhullahu ta’ala.
Diterjemahkan oleh: Al-Ustadz Rifai Nurhadi Al-Banjari

MENCINTAI RASULULLAH SAW

Sang Gurú Mulia Al Alim Al Allamah Al Musnid Al Habib Umar bin hafidz...
Disuatu Kesempatan
beliau berkata:
"Seluruh makhluk- Nya Allah mengenal dan mencintai Rasulullah saw terkecuali yg tidak diinginkan Allah subhanallahu wata`ala dan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam
Kita dengan kehendak sendiri tidak bisa mencintai Rasulullah saw terkecuali bahwa Rasulullah saw telah mencintai kita terlebih dahulu.
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam diibaratkan sebagai magnet yang terkuat di alam semesta sehingga menarik seluruh makhluk-Nya Allah.
Tidak bisa seorang manusia dengan kehendak dirinya sendiri ingin mencintai Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, Walaun pun dengan sekuat tenaga dan jiwa mengamalkan “sunnah-sunnahnya”, tanpa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam terlebih dahulu mencintainya.
Sudah pasti bila ia mencintai Rasulullah shalallahu alaihi wasallam telah dicintai oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasallam , walaupun hanya sedikit sunnah dari Rasulullah shalallahu alaihi wasallam yang diamalkan. Amalan hati jauh lebih dahsyat dari amalan jasad
Sebab Cahaya Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menyebar di alam jaga raya , hanya orang-orang yang telah di cintai oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasallam dapat menyerap cahayanya.
Semoga kita semakin banyak menyerap cahaya Rasulullah shalallahu alaihi wasallam dan yang belum di cintai oleh beliau semoga Allah Ta`ala mengizinkan kekasih-Nya sayyidina Muhammad shalallahu alaihi wasallam untuk mencintainya. Amin Allahumma amin"
Allahuma sholi 'ala sayidina Muhammad nabiyil umiyi wa 'alihi wa shohbihi wa salim...

Filosofi Buah Maulid

Filosofi Buah Maulid Dalam Majelis Maulid Nabi SAW Yang Telah Dituntun Oleh Guru Kita Romo Yai Achmad Asrori Al Ishaqy. RA.
1. BLIMBING
Simbolisasi dari :
(a) harapan agar berkah datang kepada kita dari segala arah penjuru,
(b) rukun Islam,
(c) sholat fardlu.
2. MANGGIS
Simbolisasi akan adanya sifat jujur. Ini dilambangkan melalui jumlah "asesoris" pada kulit manggis bagian bawah, yg selalu sama dengan jumlah isi di dalamnya. Juga warna yang putih bersih pada setiap isi di dalamnya mensimbolkan akan kebersihan hati dan ketulusan niat.
3. JERUK BALI
Simbolisasi dari adanya dua sifat. Satu sisi, kekuatan atau daya tahan kulit terhadap benturan dari luar. Sisi lain, kelembutan dalam melindungi terhadap isi yang ada di dalamnya. Wa Qiila, diriwayatkan, Beliau RA. juga merestui untuk jeruk manis biasa. Diperoleh keterangan bahwa warna serta aroma jeruk yang menyegarkan, merupakan simbolisasi adanya sifat yang selalu menyenangkan orang lain. Diriwayatkan juga, bahwa buah warna dan aroma buah jeruk ini disukai oleh Rasulullah SAW.
4. PISANG
Simbolisasi :
(a) akan adanya nilai manfaat, yang terdapat pada hampir semua bagian tanaman pisang,
(b) adanya sifat lemah lembut dan kerendahan hati.
5. MELON, APEL atau NANAS
Dari sejumlah sumber, diperoleh keterangan bahwa dalam beberapa majelis yang berbeda, Mbah Yai. RA pernah menyebutkan salah satu dari 3 macam buah tsb sebagai urutan buah yg ke-5. Sehingga beberapa sumber tersebut menyimpulkan bahwa 3 buah itu sebagai alternatif, untuk bisa dipilih salah satunya. Buah melon mencerminkan adanya pribadi yang selalu "adem/dingin/cool" serta menjadikan "dingin"-nya bagi orang lain. Adapun perihal makna filosofis utk apel dan nanas, belum ditemukan adanya keterangan yang meyakinkan.
*Mohon Koreksi Jika Ada Kekurangan
Allohumma Sholli 'Ala Sayyidina Wa Maulana Muhammad...

amalan yang dapat mendekatkan kepada Allah

“Orang yang sempurna imannya tidak akan meninggalkan suatu amalan yang dapat mendekatkan dirinya kepada Allah sekalipun terdapat ribuan alasan untuk meninggalkannya. (Al Imam Al Quthbil Irsyad wa Ghaustil Ibad Wal Billad Al Habib Abdullah Al-Haddad)”

sumber

bumi berseru sepuluh kalimat

Setiap hari bumi berseru kepada manusia dengan sepuluh kalimat :
"Hai anak cucu Adam, kau berjalan di atasku, tetapi tempat kembalimu adalah di dalam perutku."
"Kau bermaksiat kepada Allah swt di atasku, dan kelak kau akan disiksa di dalam perutku."
"Kau tertawa di atasku, dan kau akan menangis di dalam perutku."
"Kau bersenang-senang di atasku, dan kau akan bersedih di perutku."
"Kau kumpulkan harta di atasku, dan kau akan menyesalinya di perutku."
"Kau makan yang haram di atasku, dan di perutku kau akan menjadi santapan cacing-cacing di tanah."
"Kau berjalan sombong di atasku, dan kau akan dihinakan di perutku."
"Kau berjalan senang di atasku, dan kau akan masuk ke dalam perutku dalam keadaan sedih."
"Kau berjalan di atasku dengan bercahayakan matahari, rembulan dan lampu, tetapi kau akan tinggal di perutku dalam kegelapan."
"Kau berjalan di atasku menuju keramaian, dan akan mendatangi perutku sendirian."
( Sayyidina Anas bin Malik ra )


sumber

HADIAH DI BULAN MULIA UNTUK MU YA SAYYIDI YA RASULULLAH SAW

Apa hadiah yang paling indah untuk Rasulullah ﷺ yang bisa kita berikan dibulan Rabi ul-Awwal?
Dijawab oleh Sayyidi Alhabib Umar bin Hafidz:
"Pada kenyataannya kita tidak dapat memberikan faedah pada Rasulullah ﷺ‎ dengan cara apapun, tapi apa yang menyenangkan bagi beliau ﷺ‎ adalah jika kita dapat memahami kata-kata dan ajaran-ajarannya dan kemudian beramal sesuai tuntunannya untuk bisa mengangkat derajat kita ke maqam yg lebih tinggi.
Rasulullah ﷺ‎ sangat ridho dengan apa saja yang bisa menguntungkan kita.
Salah satu Hal yang terbesar (seperti yang kita pahami dari KitabAllah dan Sunnah) adalah jika kita bisa menjadi sarana untuk membina orang lain, Orang itu mungkin non-Muslim yang mau menerima Islam atau menuntun Muslim yang tak taat atau lalai agar bertobat dan kembali ke jalan lurus.
Hal lain adalah menghidupkan Sunnah dan beramal dengannya. Jika kita berhasil menghidupkan Sunnah di dalam rumah kita dan mengajarkannya kepada anak-anak kita, tentunya ini akan membuat beliau ﷺ‎ senang dan ridho, karena kita jelas akan memperoleh manfaat besar dari hal ini.
Nabi ﷺ‎ bersabda: "Barangsiapa menghidupkan Sunnahku pada saat kerusakan hadir dalam umatku akan memiliki pahala seorang syahid" (atau dalam riwayat lain : "seratus syuhadah").
Selain itu kita juga dianjurkan untuk melakukan kebaikan terhadap sesama manusia pada umumnya, dan pada orang-orang beriman secara khususnya serta lebih khusus lagi terhadap para sholehiin.
Lalu selanjutnya agar kita memperkuat cinta kita pada orang beriman, untuk orang-orang dari keluarga Nabi dan untuk para sahabat sahabat beliau ﷺ‎.
Dan pada Akhirnya, marilah kita membuat niat besar dalam Rabi 'al-Awwal ini, seperti berkumpul bersama untuk merayakan kegembiraan atas maulid Nabi ﷺ‎ dan menyebarkan pengetahuan serta akhlak baik".
*اللَّهُمَّ صَلِّ وسَلِّم وبَارِك عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، الفاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ، والخاتِم لِمَا سَبَقَ، نَاصِرِ الحقِّ بَالحَقِّ، والهادي إلى صِرَاطِكَ المُسْتَقِيمِ، صلَّى اللهُ علَيهِ وعَلَى آلِهِ وصحبِهِ، حَقَّ قَدْرِهِ ومِقْدَارِهِ العَظِيم.*
_Ya Allah, limpahkan sholawat dan salam serta barokah kepada junjungan kami Sayyidina Muhammad, pembuka bagi segala yang terkunci, khatam (segel) bagi segala hal yang terjadi sebelumnya, penolong Kebenaran dengan kebenaran, penuntun untuk jalan yang lurus (yg telah ditetapkan-Mu).
Semoga Sholawat Allah atas dirinya dan keluarganya dan sahabat-sahabatnya, demi hak kedudukannya yg istimewa disamping-Mu..dan kebesarannya.