HOME | CARI ARTIKEL DI SINI

Sabtu, 06 Februari 2016

Dahsyatnya Suara Baginda Yang Mulya Rasulullah SAW

Baginda Rasulullah SAW memang memiliki banyak mukjizat. Hampir semua mukjizat para Nabi berada pada diri Rasulullah SAW. Salah satu mukjizat Rasul adalah memiliki suara yang cukup dahsyat, bahkan suara Rasulullah SAW bisa di dengar dari jarak yang jauh sekali.
Pengeras suara juga tidak ada, namun kok bisa didengar oleh banyak manusia dari jarak yang cukup jauh suara Beliau itu, sungguh mukjizat yang tiada tara.

Banyak di antara mukjizat Nabi Muhammad SAW yang seringkali ditunjukkan kepada para sahabat. Salah satunya adalah mukjizat Rasulullah SAW yang memiliki suara yang merdu sekali, sehingga nyaman dan indah didengar oleh telinga.
Seperti halnya penuturan Anas ra dalam sebuah riwayatnya, Rasulullah SAW bersabda,
"Bahwa Allah tidak mengutus seorang Nabi melainkan bermuka tampan dan bersuara merdu. Sedangkan Nabimu adalah yang terbagus raut mukanya dan merdu suaranya,"
(HR. At-Tirmidzi).
Suara Rasulullah SAW ternyata tidak hanya merdu saja, namun juga memiliki kekuatan suara yang cukup dahsyat sehingga orang-orang jauh pun bisa mendengar suara beliau.
Banyak Riwayat yang Mengisahkan
Istri Beliau, Rasulullah SAW yang bernama Aisyah, pernah menceritakan bahwa pada suatu ketika, tepatnya pada hari Jumat, Rasulullah SAW sedang duduk di atas mimbar di masjid. Ketika itu Rasulullah SAW bersabda kepada para manusia,
"Duduklah kalian."
Sabda Rasulullah yang demikian itu ternyata tidak hanya didengar oleh orang-orang yang berada di masjid itu saja, akan tetapi didengar pula oleh Abdullah bin Rawahah yang pada saat itu sedang berada di wilayah Bani Graham. Saat itu Abdullah bin Rawahah pun langsung duduk di tempat yang jaraknya cukup jauh dari masjid itu. Padahal saat itu belum ada pengeras suara seperti saat ini.
Dalam riwayat lainnya, Abdurrahman bin Mu'adz yang juga termasuk salah satu sahabat Rasulullah SAW menceritakan bahwa suatu ketika Rasulullah SAW sedang menceramahi para sahabat-sahabatnya di Mina.
Rasulullah SAW bersabda,
"Bawalah kerikil untuk melempar."
Demikian ucap Rasulullah SAW ketika membimbing para sahabat untuk beribadah.
Sementara itu Abdurrahman sendiri ketika itu berada jauh dari Rasulullah SAW, namun ia bisa mendengar suara beliau ketika mengajari para sahabat tentang tata cara beribadah.
Tidak hanya itu, pada suatu ketika, Bara' bercerita bahwa Rasulullah SAW pernah berceramah kepadanya dan para sahabat di sekelilingnya. Namun suara Rasulullah SAW ketika itu ternyata mampu didengar oleh para muslimah yang berada dalam kamar pingitan mereka.
Suara Dapat Didengar dari Jarak Cukup Jauh
Pengalaman lainnya juga diungkapkan oleh Ummu Hani. Ia menuturkan bahwa pada suatu malam ketika dirinya sedang membaringkan punggung di rumahnya. Suasana ketika itu cukup sepi, namun tiba-tiba ia mendengar suara Rasulullah SAW. Ummu Hani merasa heran, dari itu ia mencoba mencari-cari Rasulullah SAW di rumahnya. Namun ternyata Rasulullah SAW tidak ada di rumahnya saat itu.
Pada saat yang bersamaan, ternyata Rasulullah SAW ketika itu sedang berada di sisi Ka'bah. Sedangkan rumah Ummu Hani dan Ka'bah memiliki jarak yang cukup jauh sekali.
Ummu Hani menceritakan apa yang disabdakan Nabi adalah sebagai berikut.
Rasulullah SAW bersabda,
"Wahai orang-orang yang beriman, dengan lidahnya dan tak memurnikan keimanan dari hatinya, janganlah kalian memfitnah kaum muslimin dan janganlah kalian mencari-cari cacatnya. Dan barangsiapa yang cacatnya dicari-cari oleh Allah SWT, maka Dia akan membuka kejelekan di tengah rumahnya."
Subhanallah...
Ucapan Rasulullah SAW tersebut mampu menembus dinding pembatas rumah-rumah para penduduk ketika itu. Sehingga banyak muslimah yang berada di dalam kamarnya juga mampu mendengar apa yang disabdakan oleh Rasulullah SAW tersebut, termasuk Ummu Hani. Padahal jarak mereka dengan Rasulullah SAW cukup jauh dan tidak ada pengeras suara.
Subhanallah....
sumber

Salah Satu Mukjizat Rasulullah Saw

Guru Mulia Al-Habib Umar bin Hafidz:
-- Salah Satu Mukjizat Rasulullah Saw --
Suatu hari karena terlalu lapar, Sayyidina Abu Hurairah terpaksa menahan para Sahabat yang lewat di hadapannya
Beliau sengaja bertanya pada mereka (Sahabat) tentang Ilmu atau ayat Al-Quran yang dia sendiri sudah tau jawabannya

Tujuan Beliau melakukan hal itu adalah dengan harapan ada Sahabat yang membawa Beliau ke rumah dan memberi makan
ada beberapa orang Shabat yang terkenal lewat Sayyidina Abu Bakar menjawab pertanyaan Beliau lalu pergi, Sayyidina Umar menjawab pertanyaan Beliau dan pergi
dan kemudian datanglah kepada Beliau Sayyidina Rasulullah Saw, lalu Sayyidina Abu Huairah menyapa Rasulullah Saw dan Baginda tersenyum.
Baginda berkata kepada Beliau "marilah bersama aku" Baginda Saw membawa Beliau ke rumahnya, Baginda tau akan keadaan Abu Hurairah ketika itu
dan Beliau pun masuk ke rumah Rasulullah Saw, tetap adakah ditemukan sebuah meja yang penuh hidangan untuk Beliau?
(tidak sebagaimana biasanya) Baginda Saw bertanya kepada keluarganya apakah ada sesuautu yang bisa dimakan?
Jawab keluarga Baginda cuma ada semangkuk susu yang dihadiahkan orang kepada Baginda, mendengar hal tersebut Sayyidina Abi Hurairah merasa gembira.
Akhirnya Beliau dapat minum susu tadi untuk menghilangkan rasa kelaparan
tetapi Rasulullah saw berkata: "ya Abu Hurairah pergilah engkau kepada ahlul suffah dan bawa mereka kemari"
para Ahlu Suffah berjumlah 70 orang bahkan ketika mereka ramai berkumpul jumlahnya mencapai 300 orang
Maka jawab Abu Hurairah: 'kalau begitu baiklah wahai Rasulullah..'
beliau pun pergi menjemput mereka sambil berfikir sendirian
'bertapa saya sangat membutuhkan tuk minum susu tadi karena rasa kelaparan yang aku alami.. jika aku menjemput para ahlu suffah
dan yang dihidangkan adalah susu yang tadi, pasti tidak ada yang tersisa'
Beliau pun dengan taat menjeput mereka , jumlahnya bukan satu, dua , tiga atau empat orang tetapi keseluruhan 80 orang
kata Beliau: ' Ya Rasulullah aku telah membawa mereka kesini'
Rasulullah pun menyuruh Beliau memanggil mereka masuk ke dalam 10 orang demi 10 orang, Beliau pun taat
10 orang masuk ke dalam, Rasulullah pun mengambil semangkuk susu tadu dan memberi mereka minum Sayyidina Abu Hurairah hanya dapat melihat mereka minum selesai kelompok pertama minum, mangkuk itu masi penuh dengan susu kelompok ke dua pun minum, mangkuk tadi masi juga penuh
kelompok ke tiga dan semua setiap sepuluh orang pun minum , sedikitpun tidak berkurang susu tadi
Kata Abu Hurairah : 'menakjubkan, masi ada harapan untuk aku minum susu tadi'
kelompok ke dua pun minum susu itu
Abu Hurairah melihat sendiri setiap orang yang meminum susu tadi, ajaibnya susu itu tidak sedikitpun berkurang
maka dua puluh orang telah minum, Abu Hurairah pun merasa ada harapan baginya.
Setelah habis semua orang yang minum susu tadi Rasulullah berkata: "sekarang cuma tinggal kita berdua.. minumlah"
kata Rasulullah. kata Abu Hurairah: 'minumlah terlebih dahulu ya Rasulullah'
kata Rasulullah: "Tidak, tuan rumah senangtiasa yang terakhir"
"sekarang minumlah engkau". kata Rasulullah.
Maka Beliau pun mengambil mangkuk susu tadi, kata Abu Hurairah: 'telah aku minum sampai puas', Beliaupun beri susu tadi kepada Rasulullah
Baginda saw berkata :"minum lah lagi". Beliaupun minum sekali lagi , maka Abu Hurairah sangat kenyang
Ketahuilah bahwa ketika itu sesudah musim kelaparan...
Jadi bukanlah Abu Hurairah terlalu kenyang, terlalu kenyang hanya menjadi bid'ah jika telah menjadi kebiasaan dan Beliau pun memberi mangkuk tadi, kata Rasulullah: "minumlah lagi" Belaiu pun minum untuk kali ke tiga sampai pada hadnya, sehingga terlalu kenyang
Kata Beliau: 'ya Rasulullah, sungguh aku telah kenyang sampai aku merasakan susu tadi keluar melalui jari jemariku, tidak ada ruang lagi dalam perutku untuk di di isi lagi'
Rasulullah Saw pun tertawa dan berkata: "Sekarang biar aku yang minum"
dan Baginda pun meminum mangkuk susu tadi. Sallahu'alaihi wasalam..
Ini adalah sekilas kisah Hidup Baginda Sallahu 'alaihi wasalam.
Baginda Saw, adalah pemberi Risalah kebenaran, dengan penuh kesabaran ketika dalam keadaan kelaparan baginda menyampaikan Risalah
kita sekarang merasakan nikmat yang merupakan hasil daripada penyampaian nya segala kebaikan timur dan barat adalah hasil perjuangan nya
Baginda adalah pembawa Risalah ini, dan Hal tersebut adalah kedudukan Beliau Saw, Shalawat dan salam keatas Baginda dan keluarganya

Wallahu a'lam
Allahumma sholli 'ala Sayyidina Muhammad wa'ala alihi washobihi wasalim
sumber

Kamis, 04 Februari 2016

Kata Kata Mutiara Habib Munzir Al-Musawa :

1.cobalah mengamalkan maulid dhya\’u;llami (Cahaya yg berpijar). anda akan sering berjumpa dan berjabat dg Rasul saw. dan melihat gambaran firdaus
2.iman itu naik dan turun, dan jika sedang saat menurun demikian hingga meninggalkan shalat atau malas melakukannya, ingatlah mati..,
3.setiap nafas kita adalah selangkah menuju kematian, dan kematian kita membayangi kita lebih dekat dari bayangan kita sendiri, dan akan datang Sang Pemisah ruh dg jasad, ia adalah tamu kita yg terakhir dalam hidup ini, Malaikat Izrail as
4.Perbanyaklah dzikir hati dg Laa ilaaha illallah didalam hati.., inilah dzikir agung yg membuka seluruh sifat mulia dalam jiwa kita dan menutup segala sifat tercela.
5.dan jangan Lupa membaca Aqur\’an, jangan lewatkan seharipun tanpa membaca Alqur\’an jadikan bacaan yg paling anda senangi, berkata Imam Ahmad bin Hanbal, Cinta Allah besar pada pecinta Alqur\’an, dengan memahamainya atau tidak dg memahaminya.
6.metode nabawi adalah metode yg tersukses dalam mengajar, yaitu dg kelembutan dan kasih sayang, murid yg membandel bersabarlah, panggillah, ajaklah mengobrol dg santai seakan ia tidak bersalah, hingga ia akrab dg anda, maka ia akan mundur dan malu dari sifat pembangkangannya.
7. jadikan keluarga anda keluarga indah yg bercahaya nabawi, cinta sunnah dan ibadah, maka keberkahan akan ditumpahkan pada hari hari anda.
8.sebaik baik rumah tangga yg sakinah ialah dengan mempelajari sunnah Rasul saw, maka metode nabawi adalah cara terbaik untuk menjadikan rumah tangga kita sejahtera dunia dan akhirat
9.sampaikan dakwah dg kelembutan dan kedamaian, metode nabawiy ini sangat efektif membenah jiwa ummat dan anda akan lihat mereka berduyun duyun mengunjungi majelis, mereka mendambakan ketenangan, kesejukan, dan hal itu yg sangat dibutuhkan masyarakat saat ini
10. menguatkan iman adalah dengan melakukan hal hal yg dapat membuat terang benderangnya jiwa kita dengan cahaya khusyu hingga enggan berbuat dosa dan gemar berbuat pahala, diantaranya dg seringnya menghadiri majelis taklim, Alqur,an, dzikir, pergaulan dengan teman teman yg baik dan banyak lagi
11.haji dan umroh yg mabrur akan memunculkan perbuatan2 mulia dan ibadah yg lebih setelah kepulangannya, ketenangan hati dan keimanan yg lebih kuat
12, sungguh tiada hadiah lebih agung dari doa, Rasul saw bersabda: Tiadalah seorang muslim berdoa untuk saudara muslimnya kecuali malaikat berkata : amin dan bagimu seperti doamu pada saudaramu (Shahih Muslim)
13.orang yg rindu pada Rasul saw maka ia telah dirindukan oleh Rasul saw.
14.Nahi Mungkar adalah melarang perbuatan jahat dan maksiat, dengan lisan, dengan harta, dengan siasat, dg jabatan, dan bukan dengan menghancurkan. demikian Nabi kita saw mengajarkan kita berlemah lembut pada sesama muslimin,karena kekerasan hanya akan menimbulkan perpecahan dan kebencian, bukan menghasilkan ketaatan dan ketakwaan"
15.akhlak yg indah bisa membuat orang meninggalkan semua maksiatnya dan bertobat.., nah.. warisilah kemuliaan akhlak sang Nabi saw wahai saudaraku
16,perbanyaklah shalawat pada Nabi saw, karena orang yg banyak bershalawat pada Nabi saw, ia dibimbing hidupnya oleh beliau saw
17.ingatlah bahwa semua aib orang yg kita lihat, jangan menghinanya, mungkin kita pernah berbuat hal itu atau yg lebih dari itu, jika tidak, mungkin Allah sdh mengampuni dosanya yg besar dan belum mengampuni dosa kita yg kecil
18.memperbanyak shalawat pada Nabi saw mencintai Nabi saw akan membuat anda banyak dicintai orang, atasan, bawahan, keluarga, teman, bahkan orang yg belum anda kenal.
19.jika ada yg mencaci/memfitnah kita jangan dibalas, doakan ia, karena cacian dan fitnahnya menghapus dosa kita dan membuat kita lebih dicintai Allah swt, jika kita membalasnya maka kita sama pula keburukannya dg orang itu.
20.jika anda berhadapan dg guru yg shalih, alim dan ahli makrifah, mendal;am dalam syariah, duduklah dg hati yg dikosongkan darisegala fikiran, duduklah seperti orang yg tidak punya apa apa, miskin dan faqir dihadapan Raja yg dermawan yg sedang membagikan mutiara mutiara ilmu dhahir dan batin.
mka ilmu dhahir dan batinmu akan diisi bagaikan bejana kosong diisi air hingga penuh
21.kemuliaan sunnah yg diamalkan seorang hamba jauh lebih mulia dari semua keramat, karena 1000X berjalan diatas air dan 1000X terbang ke langit sekalipun tak ada artinya dibanding satu kali kita sujud kepada Allah swt dalam khusyu, karena sujud kita itu bisa membuat kita semakin dekat pd Allah swt
--------------------------------------------------------------------------------
sumber www.majelisrasulullah.org

Sayyidah Nafisah dan Imam Syafi'i

Sayyidah Nafisah Ath-Thahirah bintu Al Imam Hasan Al-Anwar bin Imam Zaid Al-Ablaj bin Imam Hasan Sibthi bin Imam Ali bin Abi Thalib
-----------------------------
selama hidupnya beliau telah mengkhatamkan al-Quran sebanyak 4000 kali. Selain itu, meskipun tinggal jauh dari tanah suci, beliau melakukan ibadah haji sebanyak 17 kali.
Sayyidah Nafisah dan Imam Syafi'i
Sejarah sepakat mengatakan bahawa Sayyidah Nafisah semasa dengan Imam Syafie. Keduanya saling menghormati. Di ceritakan bahawa Imam Syafie meriwayatkan hadis dari Sayyidah Nafisah. Setiap berkunjung ke kediaman Sayyidah Nafisah Imam Syafie dan pengikutnya sangat menjunjung tinggi adab sopan santun terhadap beliau.
Imam Syafie setiap tertimpa penyakit selalu mengirim utusan ke Sayyidah Nafisah agar berkenan mendoakannya dengan kesembuhannya. Dan benar, setelah itu Imam Syafie mendapatkan kesembuhan. Ketika Imam Syafie tertimpa penyakit yang menyebabkan beliau wafat, Sayyidah Nafisah berkata pada utusan Imam Syafie: "Semoga Allah memberikan kenikmatan pada Syafie dengan melihat wajahNya yang mulia.”

mencari dan mendatangi orang sholeh

Al Alim Al Habib Ali Zainal Abidin bin Abdurrahman Al Jufri
Salah satu tradisi atau kebiasaan kami adalah bahwa setiap kali kami mendengar ada orang saleh di mana saja, kami akan mencari dan mendatanginya..untuk meminta doa-doanya, saran dan pandangannya.
Pada perjalanan baru-baru ini ke Republik Chechnya, Al Alim Al Habib Ali Al-Jufri (semoga Allah melindungi dan menjaganya selalu), bertemu dengan Syekh Sayyid Salim, yang berusia lebih dari 90 tahun. Beliau tinggal sendirian di pegunungan dan menghabiskan waktunya dalam ibadah dan mengingat Allah. Makan dari hasil berkebunnya dan minum dari ternak susu sapi nya.
Habib Ali mengatakan bahwa cahaya ibadah bisa dilihat di wajahnya dan kesederhanaan dari kesalehannya. Ketika Habib Ali meminta Syaikh ini untuk membuat doa, ia menjadi begitu asyik bercakap-cakap dengan Allah sehingga ia tidak menyadari ada orang di sekelilingnya. Seolah-olah dia sendirian di rumah pegunungannya itu. hanya ketika seseorang mengingatkan dia di mana dia dan dengan siapa dia berada, barulah beliau menutup doanya.
Semoga Allah senantiasa menjaga dan melindungi para shalihiin dari umat ini dimana saja mereka berada.Aamiin...

Waktu Adalah Pedang

- Kalam Al Imam Al Quthb Al Habib Abu Bakar bin Abdullah Al Atthas (Huraidhah,Hadramaut)-
------------------------------------------
Nun di Huraidah. Di pedalaman lembah Hadramaut yang gersang namun penuh kesejukan itu, dua abad silam, seorang wali besar sedang khidmat menggoreskan penanya. Ia adalah Al Quthb Al Habib Abu Bakar bin Abdullah bin Thalib Al-Attas,Guru Besar dan Guru Futuh Al Imam Al Quthbul Wujud Al Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi (Shahibul Maulid Simthud Durror)
Beliau menulis surat untuk Sejawatnya, al-'Arif Billah Habib Aqil bin Idrus bin Aqil yang tinggal di kota Inat. Surat yang memendarkan cahaya. Bertabur nasehat-nasehat yang menyentakkan kesadaran. Terangkai dalam kalimat-kalimat liris nan sejuk di jiwa. Alhamdulillah. Forsan Salaf berhasil menelisik manuskrip bersejarah itu. Dan kini kami ketengahkan petilan-petilan surat itu dalam bentuk terjemahan.
"Hadapkanlah jiwa dan ragamu kepada Allah SWT, sepenuhnya. Kerahkan segenap upaya dan niat. Niscaya, Ia akan menggamitmu 'tuk menjadi salah seorang wali-Nya. Lalu, Ia akan mengucurkan karunia demi karunia yang bakal mendamaikan kedua pelupuk mata dan kepundan hatimu."
Demikianlah nasehat pertama yang terajut dalam surat itu. Suatu motivasi yang sangat menggugah. Untuk Habib Aqil khususnya, untuk kita umumnya. Habib Abu Bakar kemudian meneruskan, "Engkau pernah mewartakan, bahwa kini Engkau telah menertibkan mejelis telaah kitab dan belajar mengajar. Aduhai, sungguh kabar yang memercikkan bahagia. Andai aku berada di tengah-tengah kalian sana, tentu, aku kan beroleh limpahan keberuntungan."
"Keutamaan ilmu, wahai sayid, tak ada yang bisa menandinginya. Allah SWT menfirmankan,
شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
"Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan dia (yang berhak disembah), yang menegakkan keadilan. para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."
Dalam firman lain, Allah SWT memuji manusia yang berilmu,
قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ
Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran."
Sekaitan hal itu, Rasulullah SAW memaklumatkan, "Barangsiapa dikehendaki Allah untuk menjadi orang baik, maka, ia akan diberi pemahaman dalam ilmu agama."
"Peliharalah waktu. Waktu laksana sebilah pedang. Jika Engkau tidak menebaskannya, ia yang akan menebasmu. Sejatinya, segala cita dapat digapai dengan memanfaatkan waktu sebaik mungkin."
"Camkan sungguh-sungguh. Manfaatkanlah waktu. Sebab dengan itu, limpahan berkah bisa kau raih. Dan berkat keberkahan waktu, Engkau bisa menyaksikan ihwal-ihwal luar bisa yang begitu banyak, yang tak mungkin terdedah dalam tulisan ini. Sebenarnya, cukup dengan isyarat, orang-orang berhati bijak pasti memahaminya."
Kalimat demi kalimat terus mengalir di matras kertas itu. Penulis nampaknya menekankan paragraf yang mengulik rahasia waktu tersebut. Alangkah benar sang habib. Waktu sangatlah berharga. Teramat berharga untuk disia-siakan. Begitu dilewatkan, ia akan sirna untuk selama-lamanya.
Baris berikutnya, beliau sedikit menyentil masalah pentingnya perhatian terhadap anak-anak. "Curahkan perhatian kepada anak-anakmu. Awasilah segala tindak-tanduk mereka. Agar kelak mereka bisa membahagiakan hatimu."
IHYA ULUMIDDIN
"Tekunlah menelaahi kitab-kitab bermanfaat, terutama karya para sadah Alawiyin. Ketahuilah, karya-karya mereka adalah anggur yang sangat lezat."
Sebuah Wasiat tentang pentingnya melestarikan ilmu salaf. Kemudian Habib Abu Bakar menuangkan apresiasinya yang mendalam terhadap kitab ihya ulumiddin karya Imam al-Ghozali.
"Menelaahi kitab ihya ulumiddin dan mendalami semesta hikmahnya sangat dianjurkan para salaf. Konon, ruh penulis Ihya senantiasa hadir di setiap majelis pembacaan kitab itu. Rahasia ini kusingkap dari guru-guruku. Telaahi lebih jauh pada pasal mahabbah dan syauq, maka, Engkau akan mendapati inti dan rahasia besar yang terpendam. "
"Syukurilah curahan nikmat-nikmat-Nya padamu berupa rasa cinta kepada orang-orang baik dan fiil-fiil baik. Manakala kau bersyukur, Ia akan menambah kenikmatan padamu. Tambahan nikmat itu bisa berupa nikmat bathin dan dhahir. Pemberian-Nya tidaklah sama dengan pemberian kita. Pemberian kita terbatas dalam angka-angka. Sedang pemberiannya tak terbatas."
"Berprasangka baiklah terhadap hamba-hamba Allah. Sebab rahasia-rahasia-Nya senantiasa terpendam dalam diri mereka. Sudut-sudut bumi takkan pernah kosong dari hamba-hamba pilihan yang memanggul rahasia itu. Sepotong syair mengalun syahdu,
"Andai bukan karena mereka di tengah-tengah manusia, niscaya bumi dan gunung-gunung itu kan luluh lantak oleh terpaan dosa-dosa"
Kemudian Habib Abu Bakar menutup suratnya dengan muhasabah (intropeksi). Ia mengajak shohibnya itu untuk merenungi sisa-sisa umur.
"Ketahuilah wahai kekasihku. Umur kita telah dekat. Saat ini kita telah menapaki usia tujuh puluhan. Hati ini telah terkunci rapat untuk dunia. Dunia, bagi diri kita, hanyalah untuk mengenyangkan perut yang kelaparan, menyukupkan orang-orang yang kekurangan, meringankan beban fakir miskin, dan berbagai amal kebaikan. Adapun untuk selain itu, tak terbetik minat sedikit pun pada dunia."
Surat di atas tertulis pada 20 Sya'ban 1280 Hijriyah. Tertandai nama Habib Abu Bakar bin Abdullah al-Attas. Yang menerima surat, Habib Aqil bin Idrus bin Aqil, belakangan mesanggrah di kota Surabaya dan meninggal di kota itu pada bulan Ramadhan 1316 Hijriyah. Ia di makamkan di sebelah timur makam Habib Syeh bin Ahmad Bafaqih.

BEBERAPA AMALAN MELANCARKAN REZEKI

* Al-habib abdullah al-haddad berkata: "beribadah setelah melakukan shalat subuh mempunyai keutamaan tersendiri untuk mendatangkan rizki lahiriah. Adapun beribadah setelah melakukan sholat ashar mempunyai keutamaan tersendiri untuk mendatangkan rizki batiniah. Perbuatan yang seperti itu biasa dilakukan oleh para tokoh 'arifin billah yang mengerti. Sebagaimana dalam sebuah hadis menuturkan: 'sesungguhnya seorang yang duduk ditempat shalatnya dan berdzikir kepada Allah swt setelah melakukan Shalat Subuh, maka ia akan mendapat rizki lebih cepat dari seorang yang berkelana untuk mencari rizki."
* Habib Umar Bin Hafidz menyarankan agar setiap pagi kita membaca 100x :
ﻳﺎ ﻓَﺘَّﺎﺡ
ﻳﺎ ﺭَﺯَّﺍﻕ
ﻳﺎ ﻛﺎﻓﻲ
ﻳﺎ ﻣُﻐْﻨِﻲ
Ya Fattāh,
ya Razzāq,
ya Kāfī,
ya Mughnī
Duhai Maha Pembuka Rahmat,
Maha Pemberi Rizqi
Maha Pemberi Kecukupan
Maha Pemberi Kekayaan.
Jangan lalai dari sholat Ḍuḥā.
membaca Surat al-Wāqi`ah setiap hari (ba'da Aṣr)
baca 100 x dalam sehari:
ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪُ ﺍﻟْﻤَﻠِﻚُ ﺍﻟْﺤَﻖُّ ﺍﻟْﻤُﺒِﻴﻦ
Lā ilāha illAllāhu-l-Maliku ‘l-Haqqu ‘l-Mubīn
“Tiada Tuhan Selain Allah, Raja, al Haqqul Mubiin
(Ba'da sholatul dzuhr).
Juga 100x dalam sehari:
ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭﺑِﺤَﻤْﺪِﻩِ ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟﻠﻪِ ﺍﻟﻌَﻈِﻴﻢ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُ ﺍﻟﻠﻪ
Subḥānallahi wa bi hamdihi, subḥānallahi-l-
`Aẓim, astaghfirullah
(Sebelum atau sesudah sholat sunnah 2 rakaat Subuh)
* Penyebab terkuat melancarkan Rezeki itu adalah sebagaimana yang telah di tuturkan Oleh Orang-orang yang Arif.
Menegakkan Shalat dengan penuh pengagungan dan Khusyu',
Membaca Surah Al-waqi'ah terlebih di waktu malam,
Membaca Surah Yasin, dan Tabarak di waktu subuh,
Hadir ke Masjid sebelum adzan, senantiasa berada dalam keadaan suci,
Melaksanakan Shalat sunnah Fajar dan witir di rumah,
Memakmurkan Ibadah setelah shalat subuh sampai Matahari terbit dengan beri'tikaf di masjid,
membaca Doa Ini:
Ya Kaafi, ya mugni, Ya fattah, ya Razzaq. baca berulang-ulang sebanyak yang engkau mampu.
Berkata Al-imam Asy-syafi'i Rahimahullah. empat perkara yang Mudah mendatangkan rezeki.
1. menghidupkan malam
2. benyak membaca Istigfar di sepertiga malam
3. ringan bersedekah
4. berdzikir di awal hari. dan di akhir hari (Baca doa pagi dan petang).
Empat hal yang dapat mencegah datang nya rezeki.
1. Tidur di waktu subuh
2. sedikit shalat
3. Malas
4. Khianat
* Diriwayatkan bahwa suatu ketika datang seorang lelaki mengeluhkan keadaannya kepada Rasulullah saw. Ia berkata, “Dunia ini telah berpaling dariku dan yang telah kuperoleh dari tanganku sangatlah sedikit.” Rasulullah saw bertanya kepadanya, “Apakah engkau tidak pernah membaca doanya para Malaikat dan tasbihnya seluruh makhluk yang dengan itu mereka mendapat limpahan rezeki?” Lelaki itu bertanya, “Doa apakah itu wahai Rasulullah?”
Rasulullah saw menjawab, “Subhanallah wa bihamdihi subhanallahil adzim, dan beristighfarlah kepada Allah sebanyak seratus kali diantara waktu terbitnya fajar hingga menjelang waktu shalatmu, dengan itu dunia akan tunduk dan merangkak mendatangimu, dan Allah menciptakan dari setiap kalimat tersebut Malaikat yang selalu bertasbih kepada Allah hingga hari kiamat dan untukmu pahalanya.”
.
‪#‎NasehatHabibUmarbinHafidz