HOME | CARI ARTIKEL DI SINI

Senin, 06 Juli 2015

RAMBUT RSULULLAH SAW


KEPADA sesiapa yang bakal menonton video ini, anda kemungkinan adalah antara beberapa ribu atau ratus orang sahaja yang berkesempatan melihat proses ini yang cukup agung dan ia dilakukan dengan penuh ketelitian.
Ini adalah kerana ia adalah rakaman video proses mengawet rambut junjungan besar Rasulullah Nabi Muhammad S.A.W yang diadakan di Abu Dhabi, Emiriyah Arab Bersatu (UAE).
Ia dilakukan dengan begitu teliti oleh mereka yang dipilih kerana kepakaran dan kasih sayang kepada Nabi Muhammad sahaja yang berhak melakukan proses ini.
Helaian rambut baginda disimpan oleh Shaikh Ahmad Al Khazraji dan sesekali ia dipertunjukkan kepada orang awam di rumahnya supaya mereka dapat melihat anggota badan Nabi terakhir dalam sejarah kerasulan.
Di dunia ketika ini, hanya empat bahagian anggota tubuh Nabi Muhammad disimpan dan dijaga dengan baik di beberapa lokasi tertentu di seluruh dunia.
Ia adalah janggut baginda, gigi baginda, bekas tapak kaki baginda dan rambut baginda.
Bagi rambut yang berada dalam simpanan Shaikh Ahmad, ia diperolehi ketika Rasulullah bertahlul selepas tidak dibenarkan masuk ke Kota Makkah sewaktu .Perjanjian Hudaibiah. – MyNewsHub
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ

sumber: Muhammad Alif Heng10 september 2014

AMALAN PALING TOP DIBULAN RAMADHAN

Saudaraku yg kumuliakan,
doa paling top dan amalan paling top dibulan ramadhan adalah membaca Alqur;an, jadikan ia amalan anda dibulan ramadhan,
dan berdoalah dengan Alqur\’an, saat anda membaca Alqur\’an hadirkan doa doa anda, dan jadikanlah kalamullah swt ini sebagai doa, teruslah sibukkan diri anda dengan membaca Alqur\’anulkarim,
demikian amalan Rasulullah saw, dan Juga Rasul saw memperbanyak I\’tikaf di bulan ramadhan, khususnya 10 hari terakhir,
tentunya selain ibadah yg umum seperti tarawih dll.
~ Al Habib Munzir Al Musawa ~
sumber

MEMBACA QUNUT WITIR ADALAH SESUDAH SETENGAH PERTAMA RAMADHAN, YAITU PADA SETENGAH KEDUA (mulai malam 15 ramadhan)

Al Habib Munzir Al Musawa:

Dalam Madzhab syafii dilakukan Qunut setelah Nishful akhir (setengah ramadhan yang terakhir) di bulan ramadhan,

berlandaskan dari riwayat Hasan bin Ali kw, bahwa Umar bin Khattab ra melakukan Qunut pada shalat witir di setengah ramadhan yang terakhir, demikian pula Ali bin Abi Thalib kw. (HR Sunan Baihaqi Alkubra Juz 2), walaupun sebagian mendhoifkan riwayat ini namun sebagian sahabat mengamalkannya

Qunut bukan hal yang wajib, Qunut hukumnya sunnah, Qunut pada shalat witir diriwayatkan dengan hadits shahih pada Shahih Imam Ibn Khuzaimah hadits No.1095, Sunan Imam Addaarimiy hadits No.1593, Sunan Imam Baihaqy Alkubra hadits No.4402, Sunan Imam Abu Dawud hadits No.1425,

dan diriwayatkan pula bahwa membaca qunut witir adalah sesudah setengah pertama ramadhan, yaitu pada setengah kedua (mulai malam 15 ramadhan) (Al Mughniy Juz 1 hal 448)

tak ada madzhab manapun yang mengharamkan Qunut di subuh, di witir, bahkan hal ini merupakan sunnah dengan hujjah yang jelas,

maka bila muncul pendapat yang mengharamkan Qunut maka jelas bukanlah muncul dari ucapan ulama ahlussunnah waljamaah.

Sumber: fp Para Pecinta Rasul SAW 6 Juli 2015

DOA MINTA RIZKI

Al Imam Alhasan Bin Ali Bin Abi Thalib Ra, itu beliau setiap tahun selalu dapat kiriman Sayyidina Muawiyah kiriman uang itu tidak sedikit tapi banyak sekitar 100.000 dirham / dinar di berikan oleh Muawiyah kepada Sayyidina Hasan, ketika diterima oleh Sayyidina Hasan bukan buat dia sendiri tapi Beliau infakkan kepada faqir dan miskin
Sampai di suatu tahun kiriman itu telat datangnya, maka saat itu banyak orang Faqir & Miskin yang memerlukan uang itu untuk keperluan dan kebutuhan mereka, sampai akhirnya Sayyidina Hasan mengambil kertas dan pena ingin menulis untuk mengingatkan Muawiyah tentang kiriman yang selalu beliau kirim, pada saat mau menulis beliau terpikir buat menunda menulis surat itu lalu beliau tidur dan ketika tidur beliau mimpi melihat Kakeknya Rasulullah SAW.
Kata Rasul : " Ya Hasan kamu mau nulis apa engkau & mau minta apa engkau..?"
Sayyidina Hasan : "Ya Rasulullah kasian orang sudah pada minta sedangkan uang kiriman belum datang .."
Kata Rasul : "baca ini doa
Doa minta rizki
اللهم اقذف في قلبي رجا وتقطع رجائي عمن سواك حتى لا ارجو أحدا غيرك
Ya Allah Tanamkan di hati ku rasa berharap hanya kepada Mu & putuskan harapan dari dalam hatiku terhadap selain kepada Engkau , hingga saya tidak berharap melainkan kepada Engkau.."

Pada saat Sayyidina Hasan bangun dari tidurnya, Beliau tidak jadi menulis surat tapi Beliau mengamalkan Doa’ yang diajarkan Rasulullah SAW di pagi dan sore hari, dan setelah berapa lama beliau melazimkan doa tersebut maka dapat kiriman serta surat dari Sayyidina Muawiyah yang minta maaf atas keterlambatan kiriman dan kiriman itu langsung 2x lipat
Dalam Cerita yang lain, Ada satu orang sahabat mengeluh kepada Rasulullah di mesjid dan sampai ditanya oleh Rasulullah : "ada apa engkau..?"
Sahabat : "Ya Rasulullah saya strees, beban pikiran dan juga saya punya hutang yang melilit leher saya"
Rasulullah : "kalau begitu, maukah kamu aku ajaran satu kalimat / doa’ , kalau engkau lazimkan doa’ ini pagi dan sore maka Allah SWT akan cukupi strees kamu dan Allah bakal tutup semua hutang’’ kamu.."
Sahabat : "mau Ya Rasulullah"
Rasulullah : baca doa’ ini tiap hari pagi dan sore
اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ
Allahuma inni a’udzubika minal hammi wal hazani wa a’udzubika minal ajzi wal kasali wa a’udzubika min ghalabatid dayni wa qahrir rijaali.
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesedihan. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kebakhilan dan sifat pengecut. Dan aku berlindung kepada-Mu dari terjerat hutang dan ketertindasan.”
(Riwayat Abu Dawud).
Sumber: fb Husein Muhdor 5 juli 2015

Minggu, 05 Juli 2015

Zakat Fitrah Dengan Uang

Assalamualaikum wr wb;
Ana mau tanya bagaimana hukummya zakat fitrah dengan menggunakan uang,apakah ada qoul  dari madzhab Syafi’i yang memperbolehkannya ? sukron zazakumullah khoiron katsir
FORSAN SALAF menjawab :
Zakat fitrah wajib dikeluarkan berupa makanan pokok daerah setempat dan tidak boleh berupa uang. Ini menurut pendapat madzhab Syafi’i. Adapun menurut madzhab Maliki, boleh mengeluarkan zakat fitrah dengan uang senilai makanan pokok (beras) yang dikeluarkan, namun makruh. Sedangkan menurut pendapat madzhab Hanafi boleh mengeluarkan berupa uang senilai setengah sha’ gandum atau tepung gandum setara dengan 1,907 kg (jika digenapkan menjadi 2 kg).

ANJURAN : tetap mengamalkan pendapat madzhab Syafi’i yaitu berupa makanan pokok (beras). Adapun jika ingin memberikan uang (bukan beras) tanpa keluar dari madzhab Syafi’i, bisa disiasati dengan cara : membeli beras 1 sha’ dari seorang mustahiq lalu ia menyerahkan beras itu kepada mustahiq (penjual beras tadi) sebagai zakat fitrahnya. Setelah diterima, mustahiq menjual kembali beras itu kepada orang lain yang nantinya ia akan berzakat kepadanya. Begitu seterusnya secara berulang-ulang.
sumber: http://santri.net/fiqih/fiqih-zakat/zakat-fitrah-dengan-uang/

NIKMAT TERBESAR ADALAH DIUTUSNYA NABI MUHAMMAD SAW

Al-Habib Kadzim As-Saqqaf:
"Telah banyak nikmat الله berikan kepada kamu. Tetapi nikmat الله yang paling besar kepada kamu ialah telah diutuskan Nabi محمد SAW. Kita berada di dalam akhir zaman. Akan berlaku banyak fitnah kelak. Ia akan sampai kepada tahap bunuh membunuh sesama manusia. Syaitan akan berada di mana mana untuk menganggu kamu agar kamu jauh dan terpesong daripada jalan Nabi Muhammad.
Di akhir zaman juga, akan ada orang membenarkan orang yang berdusta dan mendustakan orang yang benar muncul sebelum kiamat berlaku."
Wallahu a'lam
Allahumma Sholli 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala alihi wa Shobihi wasalim.

sumber:  fp Para Pecinta Ulama Habaib Was Sholihin 5 Juli 2015

Ciri-Ciri Rasulullah Saw Yang Hadir Dalam Mimpi Habibana Munzir Al Musawa Alaihi Rahmatullah

Ketika ada seorang jamaah bertanya kepada al-Habib Mundzir al-Musawa tentang pertemuannya dengan Baginda Rasulullah Saw., maka beliau pun menjawab:
“Saya sebenarnya kurang berkenan menjawab namun saya pun tak berani berdusta. Saya sering berjumpa dengan Rasulullah Saw., dan sesekali ada hal berupa wasiat dan nasihat.
Ciri-ciri Rasulullah Saw. yang nampak dalam mimpi al-Habib Mundzir adalah:
1. Cambang dan janggut beliau sangat hitam gelap kebiru-biruan dari gelapnya.
2. Wajah beliau bagaikan mutiara yang bercahaya.
3. Senyumnya tak pernah sirna dari bibir indahnya.
4. Hati serasa linu dan seakan akan mencair karena keindahan wajah Sang Nabi Saw.
5. Lezat memandang wajah beliau Saw. terasa linu ke sekujur tubuh seakan lebih dari 1000x rasanya ejakulasi. Sekujur tubuh serasa linu tak terperikan.
6. Jari-jemari beliau lentik dan lembut dan sangat indah.
7. Tingginya sekitar 200 cm.
8. Imamahnya putih dan besar.
9. Kedua matanya sangat indah dan memancarkan kesejukan dan penuh kasih sayang.
10. Membuat orang yang memandang matanya ingin luluh dan bersimpuh berlutut di kakinya dan menangis bagaikan bayi manja yang memeluk ibunya karena tak melihat yang lebih mengasihinya selain ibunya.
11. Ucapannya dan suara beliau Saw. berwibawa, namun lembut dan perlahan hampir berbisik, namun jelas dan sangat merdu
Duh... saya tak akan mampu mengqiyaskannya lagi. Sungguh benar ucapan Anas bin Malik Ra.: “Tidak pernah kami melihat pemandangan lebih menakjubkan dari wajah Rasulullah Saw.” (Shahih Bukhari).
Sungguh benar ucapan Abu Hurairah Ra.: “Wahai Rasulullah, jika kami memandang wajahmu maka jiwa kami tergetar dan terangkat semakin mulia.”
Pernah saya sudah akan berangkat dakwah ke luar kota, tapi tubuh ini penat dan sangat lelah, saya masih rebahan dan sangat berat untuk berangkat. Maka saya bermimpi melihat beliau Saw. telah berdiri di depan pintu, memegang tas gantung dari kulit, seraya berkata dengan lembut dan tersenyum: “Saya akan berangkat dakwah, kau mau ikutkah?”
Saya terbangun dari tidur dan kaget. Saya faham betul itu teguran lembut dari beliau Saw. agar saya segera berangkat. Maka saya bergegas dan berangkat.”
Al-Habib Mundzir al-Musawa pernah menyampaikan bahwa setiap orang mempunyai cerita yang berbeda-beda dalam hal pertemuannya dengan Baginda Rasulullah Saw. Bentuk wujud dan rupa beliau Saw. sesuai dengan kekuatan iman orang tersebut. Semakin kuat imannya maka akan semakin indah.
Al-Habib Mundzir al-Musawa juga menyampaikan bahwa saat beliau menuliskan ciri-ciri dari Baginda Rasul Saw. dalam tulisan di atas maka saat itu pula air mata kerinduan beliau kepada Baginda Rasul Saw. tak terbendung dan mengalir dengan derasnya.
Tambahan Admin:
*Habibana Munzir Almusawa sangat cinta kepada Rasulullah.. Beliau banyak sholawat sehari semalam sekitar 5000x tidak ada setiap hari yang dijalani melainkan niad untuk membuat Rasulullah tersenyum.. dan memuliakan jamaah majelisnya sebagai tamu Rasulullah Saw.
mari kita jadikan Beliau teladan,,
Wallahu a'lam
Allahumma Sholli 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala alihi wa Shobihi wasalim.

sumber: fp Para Pecinta Ulama Habaib Was Sholihin 5 Juli 2015, https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=707595432680174&id=524386301001089&substory_index=0